Monthly Archives: February 2011

February: Mission Accomplished

Sudah sejak awal tahun saya bertekad posting secara teratur di blog ini dan ikut serta dalam gerakan Post A Week 2011 yang diinisiasi oleh Daily Post. Saya tidak berani berkomitmen untuk Post A Day 2011 karena merasa tantangannya tidak realistis. Namun yang terjadi justru sebaliknya: saya menulis hampir setiap hari. Januari-Februari 2011 adalah bulan-bulan dengan rekor postingan terbanyak selama saya ngeblog. Pengalaman apa saja yang didapat?

Continue reading February: Mission Accomplished

Advertisements

A Sip of Jazz

Hujan terus-menerus membayangi Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Udara mendung dan basah hampir setiap sore membuat saya tak kuasa menolak godaan duduk di teras rumah yang berhiaskan kolam jernih, kaki berselonjor sambil menikmati roti dan kopi hangat. Ah, belum lengkap tanpa playlist yang memanjakan. Between the Sheets dari Fourplay pun mengalun mengiringi relaksasi. Hmmmm. 🙂

Continue reading A Sip of Jazz

Inginku Menjadi Sastra

Inginku mengenal sastra

Semesta sedalam samudera dan seluas cakrawala

Inginku mencinta sastra

Yang dalam dan luasnya menggentarkan kaki dan sukma sebelum melangkah; tergugu dan menjauh ketika tak kuasa mengarunginya

Inginku menggubah sastra

Dimana raga saja tak layak memasukinya; dan sukma terlalu luas menampungnya

Inginku menjadi sastra

Dimana kata, rasa dan sukma menjadi permata

Berbagi Proses Menulis

Dear friends,

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan terhadap tulisan demi tulisan yang keluar dari blog sederhana ini. Pagi ini saya mengecek Site Stats dan terkesima dengan jumlah pengunjung yang lagi-lagi mencapai rekornya setelah tiga hari berturut-turut. Semalam blog ini ramai didatangi 165 pengunjung.

Angka itu memang kalah jauh dari trafik blog-blog yang sudah terkenal, namun seperti yang sudah disampaikan oleh seorang pengunjung blog ini: jumlah pengunjung yang tidak seberapa itu kemudian menjadi sahabat karena kita saling mengenal melalui blog masing-masing. Lalu ada pula yang menanyakan trik-trik blog dan ingin belajar. Terus terang, saya merasa tidak memiliki kompetensi apa pun untuk membagikan ilmu ngeblog. Namun demi menjawab pertanyaan teman-teman, izinkan saya berbagi proses penulisan yang sudah berjalan selama ini.

Continue reading Berbagi Proses Menulis

Melacak Nenek Moyang

Hari ini saya membuka-buka kembali dokumen lama milik keluarga dan menemukan beberapa lembar surat kependudukan milik Opa dan Oma (kakek-nenek) dari pihak ayah yang diwariskan pada saya sewaktu Oma wafat pada tahun 1998 silam. Sebenarnya harta peninggalan Opa-Oma tidaklah seberapa dan sudah dibagi-bagikan pada anak-anak mereka. Namun untuk alasan sentimental saya diperbolehkan menyimpan lembar-lembar surat kependudukan yang menjadi saksi bahwa Opa dan Oma pernah hidup di dunia. Sejenak saya terpekur membaca surat-surat tersebut dan pelan-pelan mengartikan kalimat-kalimat Bahasa Belanda dan Melayu Tinggi di dalamnya. Ah, daripada nanti rusak karena dimakan zaman, lebih baik saya scan saja surat-surat tersebut.

Yang menarik, dari kumpulan dokumen tersebut saya dapat membaca nama-nama eyang buyut sampai tiga generasi di atas.

Continue reading Melacak Nenek Moyang

Rekor Baru yang Cupu

Aha, blog indobrad ini mencatat sejarah baru tanggal 22 Februari 2011 kemarin. Setelah kira-kira satu bulan diaktifkan kembali, trafik pengunjung blog ini mencapai rekor: 145 hits. Eh, kaget? Kagum? Atau malah kasihan?! 😀

Iyalah, mana bisa blog ini disandingkan dengan blog milik seorang aktivis komunitas blogger Bengawan (link-nya jangan disebut ya) yang mengklaim menarik ‘beberapa ribu’ pengunjung per hari?! Apalagi bila disandingkan dengan para ‘seleblog’ terkenal yang seakan tumbuh bagai mercu suar: dikomentari banyak pengunjung namun tak pernah sekali pun membalas. 😀 Ya, saya paham juga kesulitan para blogger terkenal itu. Bagaimana tidak pusing kalau setiap postingan akan menghasilkan puluhan bahkan ratusan komentar? Namun semua terpulang pada si blogger, apakah hanya ingin menulis atau membangun relasi yang hangat dengan pembacanya? Apa, tidak ada waktu merespon komentar? Ah, alasan lebay. Semua orang punya waktu 24 jam. Arman buktinya, saya perhatikan walau komentar di blog-nya bejibun, dia rajin tuh membalasnya. 😀

Selama ini saya menerapkan prinsip publikasi blog yang sederhana kok.

Continue reading Rekor Baru yang Cupu

Kembali Ke Masa SMP

“Semalam aku mimpi, mimpi buruk sekali”

Kalimat tersebut adalah penggalan sebuah lagu dangdut. 😀 Ya, semalam saya bermimpi namun untungnya bukan mimpi buruk. Dalam mimpi tersebut saya kembali duduk di bangku SMP dengan teman-teman lama. Namun seperti biasanya mimpi, banyak hal-hal tidak lazim. Jadwal pelajaran sepanjang pagi itu cukup padat, misalnya Biologi, Menyanyi, dan Pembuatan Puisi. 😀 Yang paling diingat adalah pelajaran Biologi di mana saya diminta menunjukkan posisi usus buntu pada dummy tubuh manusia (saya pernah dioperasi usus buntu sewaktu kelas 2 SMP). Namanya juga mimpi, segalanya tidak berjalan logis. Misalnya: membawa HP ke dalam kelas padahal di zaman saya SMP dulu, HP belum dikenal.

Saya pernah membaca sebuah artikel (lupa di mana) yang menyebutkan bahwa masa-masa SMP merupakan saat-saat kritis pembentukan karakter anak di mana segala kejadian di masa itu berpotensi membentuk karakter si anak secara permanen. Andaikata si anak mengalami kejadian yang membawa trauma, maka efeknya akan terasa seumur hidup. Namun saya pun berpendapat bahwa kita dapat ‘berdamai’ dengan trauma itu dan pelan-pelan mengubah kebiasaan. Menilik kembali diri saya sewaktu SMP, berikut ini beberapa nasehat yang perlu disampaikan kepadanya:

Continue reading Kembali Ke Masa SMP