Monthly Archives: July 2010

Catatan dari FreSh Wimax/4G

Rabu malam (28/Jul) itu tadinya akan digunakan untuk bersantai-santai di rumah kalau saja undangan itu tidak masuk. Ada event Re-FreSh-ment yang berlangsung di Graha Citra Caraka (Telkom Pusat) di Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Topik yang diangkat adalah Wimax/4G; sebuah fenomena baru yang didengung-dengungkan akan mentranformasi layanan data & internet di Indonesia. Tergelitik dengan topiknya, saya pun melangkahkan kaki ke sana. Maksud hati datang bersama-sama dengan rekan-rekan deBlogger, namun apa daya pada rontok satu per satu *lirik tajam*; akhirnya saya nekat masuk sendirian tanpa mengenal siapa pun di sana. Katanya sih banyak seleblog!! Tapi ya sebodo amat lah sama mereka, sama-sama makan nasi ini *senyum licik*.

Bagi yang belum mengenal apa itu FreSh (perhatikan cara penulisannya), FreSh adalah singkatan dari Freedom of Sharing. FreSh merupakan ajang diskusi, kumpul-kumpul, networking, sharing ilmu antara kita semua yang hidup dalam industri kreatif (definisi diambil dari situs ini). Secara real, FreSh mengadakan forum secara berkala membahas topik-topik menarik. Selain di Jakarta, FreSh juga diadakan di Surabaya dan diharapkan kota-kota lain akan mengadakan event serupa. Setelah sukses dengan event Social Media Day akhir Juni lalu, kali ini FreSh mengangkat topik Wimax/4G.

Continue reading Catatan dari FreSh Wimax/4G

Advertisements

Curhat: Petaka itu beratnya 3 kg

Brapa jumlah tabung gas yang meledak hari ini? #Tebakskor 2 org pemenang yg beruntung akn mndapatkan tabung gas 3kg gratis (siap2 jd korban)

Status ini keluar dari seorang teman di FB beberapa hari lalu. Saya pikir tidak perlulah saya menceritakan lagi bencana yang menimpa saudara-saudara kita akhir-akhir ini yang berkaitan dengan tabung gas 3 kg yang disubsidi pemerintah itu. Pertanyaannya: mau sampai berapa orang korbannya?! *Maaf numpang marah*

Continue reading Curhat: Petaka itu beratnya 3 kg

Hanya di Indonesia (1)

Cuaca di Depok siang itu panas terik. Suasana Jalan Margonda Raya yang ramai dengan pohon seadanya, ditambah lagi dengan perbaikan jalan yang seakan tiada habisnya itu membuat para pengguna jalan tidak betah berlama-lama di luar. Jadilah deretan mall di sana kecipratan rejeki dari para pengunjung yang sengaja ngadem di mall. Detos pun tak kalah ramai dengan pengunjung. Tidak jauh dari pintu masuk utama Detos, terdapat sebuah vending machine alias mesin minuman yang tampak biasa saja. Namun ketika kita mendekatinya, tampaklah sesuatu yang unik. Apakah itu?

Continue reading Hanya di Indonesia (1)

Blog Transition

Dear friends,

I am currently in a process of moving my blog to a new server. During this transition you may see some missing comments that you have written. As I am not a techie myself, I apologize if I cannot retrieve them at the end.

I shall try my best to finish the transition in a day or two. Thank you for your support.

Warm regards / -indobrad-

Bertaruh Nyawa di Margonda Raya

Depok, 17 Juli 2010

Kaki melangkah memasuki halaman Universitas Gunadarma di Jalan Margonda Raya yang pagi itu ketempatan sebagai lokasi seminar Bisnis Online yang diadakan oleh TDA Depok (reportase menyusul). Sabtu pagi itu cerah dan para mahasiswa yang masih ada kuliah di akhir pekan tersebut berceloteh ramai. Tiba-tiba saya teringat pada suasana Sabtu pagi di kampus saya sendiri yang terletak di belakang kampus Gunadarma ini. Sewaktu saya masih kuliah dulu, Sabtu pagi-pagi begini juga kerap diisi kegiatan kuliah atau kemahasiswaan lainnya. Saya pun setiap hari melewati Jalan Margonda Raya ini, meski biasanya saya hanya turun angkot di Kober dan agak jarang menyusurinya sampai ke Kampus Gunadarma.

Ah, tiba-tiba saya teringat sebuah kejadian di semester pertama saya kuliah. Continue reading Bertaruh Nyawa di Margonda Raya

“Mampir, yuk!”

Cileungsi – Bekasi, Juli 2010

Saya sedang duduk di bis dalam perjalanan pulang ke Bekasi. Tidak banyak penumpang yang menaiki bis pada malam ini sehingga kendaraan melaju lambat. Saya mendesah pelan-pelan karena hari semakin malam dan badan sudah lelah. Namun bis yang tadinya sepi pelan-pelan mulai penuh dengan penumpang yang naik di sepanjang perjalanan. Menarik sekali melihat para penumpang ini. Hampir seluruh penumpang yang naik di perjalanan adalah perempuan buruh pabrik. Saya yang tadinya mengantuk mulai terjaga mendengar celotehan mereka.

Biasalah kalau segerombolan perempuan berada di satu tempat, suasana pasti jadi meriah dan berisik dengan obrolan mereka. Pembicaraan mereka berkisar soal bis yang penuh sesak sehingga badan mesti miring-miring berdirinya. Lalu ada pula yang mengobrol tentang pekerjaan dan anak mereka masing-masing. Nah, yang paling menarik perhatian saya adalah ketika satu per satu dari mereka turun dari bis karena telah sampai di tujuan masing-masing. Hampir semuanya menyerukan kata: “Mampir, yuk!”

Continue reading “Mampir, yuk!”

English Without Foreign Accent?!

– This letter was first published in my old blog back in 2007.

credit: online-english.org

Dear Z,

I was intrigued by your comment on my last posting about the various ‘modifications’ of English. First of all, yes, they are easily noticeable throughout the world and although it may be seen as racial, people sometimes recognize others’ ethnic group merely by the sound of their accent. It is a common linguistic phenomenon in which non-native users of any language tend to carry the intonation, phonological processes and pronunciation rules from their mother tongue into their English speech.

Continue reading English Without Foreign Accent?!

Bromo Budget Travel (Updated)

This is an update on Bromo Budget Travel article that I posted previously (see it here).The update includes the costs that you can find at the end of the article below.

December 2009.

I decided to take another trip to Mount Bromo in East Java for the second time in December. Having taken the trip the previous year, I was pretty confident that I could trace the route that I took. Especially I went this time with a friend who hadn’t gone there before. We were about to take the public transportation from Surabaya, but a last-minute change occurred and we were delightfully offered a free ride by a relative, complete with a driver. OK so here is some information that you need to know.

Continue reading Bromo Budget Travel (Updated)