Monthly Archives: October 2011

Memecat Orang

Dalam kehidupan kaum profesional, pemutusan hubungan kerja alias pemecatan dapat terjadi pada siapa saja dan memang lazim dialami oleh orang-orang di sekitar saya bahkan saya sendiri. Beragam cerita tentang suka-duka pasca dipecat dari kantor sering terdengar; umumnya para pengangguran tersebut menyalahkan kantor yang tidak berperikemanusiaan dan rata-rata memendam rasa jengkel terhadap atasan yang bertatap mata dengan mereka saat putusan pemberhentian itu dilaksanakan. Wajar kan?!

Ya memang wajar. Namun sadarkah Anda bahwa sesungguhnya tidak Anda saja yang menderita? Si atasan yang memecat Anda juga tidak merasa bahagia, dan meski mungkin tidak sampai jatuh ke dalam kondisi (hampir) depresi seperti Anda, dia juga pastilah merasa ada yang ‘janggal’. Sekarang coba saya tanya: Pernahkah Anda ditugaskan oleh kantor untuk memecat karyawan? Saya pernah.

Continue reading Memecat Orang

Advertisements

Keong Racun, Oh Keong Racun

Fenomena ‘Keong Racun’ memang telah memudar setelah tahun lalu lagu ini menerima serangkaian puji-puji dan caci-maki. Namun seperti halnya lagu-lagu cheesy lain yang kemudian dibuatkan versi baru dengan genre musik berbeda (lihat klip ‘I Heart You’ SM*SH di sini), Keong Racun juga mengalami transformasi. Versi jazz-nya tidak sengaja saya simak ketika menonton sebuah acara bincang pagi hari ini. Versi jazz yang dibawakan oleh The eXtraLarge dengan vokalis Davina sangat memukau, benar-benar mentransformasi Keong Racun menjadi sesuatu yang berbeda. Lagu ini sepertinya telah lama juga mereka kreasikan; sebuah klip di Youtube menunjukkan lagu ini diunggah pada Januari 2011. Wah, saya terlambat sekali dong mengetahuinya!

Anyway, saya bagikan lagu Keong Racun versi The exTraLarge untuk Anda. Get ready to be blown away 😀

#Ngorek 1: Mobile Photography

“Foto lu keren bro. Gambarnya tajam dan komposisi warnanya mantap. Pake DSLR ya?!”

“Nggak. Gue pake iPhone.”

Dialog tersebut diceritakan kembali oleh @teddyandika sewaktu foto-foto hasil jepretan dengan iPhone-nya menarik perhatian sebuah record company yang ingin memakai jasanya. Kok bisa foto-foto hasil jepretan ponsel menarik perhatian? Memangnya ada banyak aplikasi yang mendukung ya? Apa sekarang mobile photography sudah menjadi trend?!

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab pada Sabtu kemarin.

Continue reading #Ngorek 1: Mobile Photography

Ketakutan Dalam Menulis

Sebuah topik menarik muncul di Daily Post muncul kemarin: Buat list 5 hal yang takut Anda tuliskan. Saya cukup tersentak dengan topik ini oleh karena selama ini saya memang cenderung menghindari topik-topik tertentu meski tidak pernah mengakuinya sebagai ketakutan. Mungkin lebih tepat disebut kekuatiran? Ah, cuma dua sisi mata uang dari benda yang sama. Untuk menuliskan daftar tersebut pun saya sedikit ragu-ragu sebab bisa dianggap bahwa saya ini lemah atas topik-topik tersebut. Ah masa sih?

Setelah 2 hari berpikir saya merasa tidak mampu membuat daftar hingga 5 hal. Namun ternyata memang ada beberapa hal yang saya takut untuk tuliskan. Berikut di antaranya:

Continue reading Ketakutan Dalam Menulis

Tantangan Menulis Novel

Source: beijing-kids.com

Menulis Novel?

Apa kamu sudah gila?!

Ya ya ya saya memang gila sedikit. 😀 Ngeblog aja jarang-jarang, masih ingin menulis novel. Namun saya tidak sendirian yang berpikir gila. Mungkin ada yang belum tahu bahwa bulan November telah ditetapkan sebagai Bulan Menulis Novel Nasional atau National Novel Writing Month di Amerika yang populer disebut dengan NaNoWriMo. Penjelasannya sederhana: tantangan menulis novel dimulai tanggal 1 November dengan target 50,000 kata yang harus selesai pada tanggal 30 November. Ini berarti rata-rata tulisan yang harus dihasilkan per hari adalah 1,667 kata.

Realistis apa tidak? Sebagai gambaran, tulisan yang saya hasilkan di blog ini rata-rata 500-700 kata dengan frekuensi 1-2 kali per minggu. Ini berarti saya harus menghasilkan 2-3 tulisan per hari selama sebulan penuh guna memenuhi target. Lalu tulisan tersebut bukanlah blog yang berhenti pada 1 artikel saja melainkan harus sambung-menyambung temanya. Apakah saya sudah gila?!

Continue reading Tantangan Menulis Novel

Genjer-Genjer: Korban Tebasan Pisau Sejarah

Sumber: zisaja.blogspot.com

DISCLAIMER: tulisan ini adalah bentuk apresiasi terhadap seni budaya rakyat Jawa Timur dan BUKAN untuk menilai, apalagi mendukung, ajaran komunisme.

Ada sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yang baru saja kita lewati seiring berlalunya bulan September 2011: pemberontakan PKI pada 30 September 1965 yang membekas dalam bagi sejarah Indonesia dan kontroversinya masih bergaung hingga kini; masih tersimpan cerita kelabu yang penyelesaiannya tak kunjung usai dan pro-kontra yang tak pernah habis diperbincangkan. Jika kita mengamati kembali lalu-lintas percakapan di twitter dalam dua hari terakhir, pemaparan tentang PKI dan komunisme cukup marak. Daeng Rusle, misalnya, mengupas tuduhan atheisme yang melekat pada kaum komunis yang cukup menyentak saya yang sampai saat ini awam soal komunisme dan label atheis itu memang selalu saya lekatkan pada aliran pemikiran tersebut. Nah, berhubung saya tidak sempat menyelami percakapan tersebut, ada baiknya saya diam saja daripada bersuara namun salah. 😀

Kali ini saya ingin menyoroti lagu Genjer-Genjer yang menjadi kontroversi selama puluhan tahun akibat terseretnya secara tidak sengaja ke dalam politik Indonesia era 60-an. Sebagai manusia didikan Orde Baru, bayangan saya ketika lagu Genjer-Genjer terdengar melalui film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ adalah seramnya paham komunisme dan tindakan biadab yang mereka lakukan terhadap para pahlawan revolusi. Aransemen yang menyeramkan tersebut menghantui para penonton sehingga dengan cepat lagu Genjer-Genjer menjadi tabu dan takut untuk dipelajari dan dinyanyikan.

Jadi bagaimana sebenarnya kisah Genjer-Genjer?

Continue reading Genjer-Genjer: Korban Tebasan Pisau Sejarah