Tag Archives: indobrad

Mundur Selangkah

Seperti yang rekan-rekan ketahui melalui celotehan saya tadi malam di sini, saya patah arang oleh karena penyedia jasa hosting dan domain blog telah memindahkan blog ini ke server yang lain dengan menggunakan backup mereka terakhir sekitar seminggu lalu. Konsekuensinya segala pembaruan yang terjadi setelah tanggal backup tersebut tidak terselamatkan. Maka hilanglah sekitar 5 tulisan berharga tentang Jepara yang saya susun pelan-pelan demi memperkenalkan kabupaten di Jawa Tengah ini secara lebih mendalam kepada khalayak ramai melalui liputan khas blogger.

Continue reading Mundur Selangkah

Catatan Pinggir 2011 – indobrad

Ini tulisan ketiga yang isinya mencatat pengalaman di tahun 2011; dua tulisan sebelumnya dipublikasikan di sini dan situ tentang deBlogger. Kali ini bolehlah saya menyoroti blog sendiri, mencatat kesuksesan dan kegagalannya, serta menyusun langkah ke depan.

1. Menghasilkan 218 tulisan

Sepanjang tahun 2011 saya menghasilkan 218 tulisan, terdiri atas 150 tulisan di blog gratisan indobrad.wordpress.com dan 68 tulisan di domain ini. Angka ini tentunya belum menunjukkan konsistensi oleh karena di awal tahun 2011 saya menulis hampir setiap hari sementara jumlah posting di bulan-bulan berikutnya naik-turun.

Target 2012: 10 tulisan setiap bulan; 120 tulisan sepanjang tahun. Sebuah angka yang di bawah tahun sebelumnya namun bagi saya ini adalah target yang wajar setelah memperhatikan konsistensi menulis selama 6 bulan terakhir. Dengan target ini, saya terpacu menyelesaikan minimal 2 tulisan setiap minggu.

Continue reading Catatan Pinggir 2011 – indobrad

Bronze Award: Cambuk Untuk Rendah Hati

Sebuah email menyeruak hari saya pada Jumat siang itu; pengumuman dari ICT Watch bahwa saya memenangkan penghargaan mingguan Bronze Blog Award Sesi 16 ISBA 2011. Kejutan yang luar biasa membahagiakan. Lebih senang bercampur malu lagi ketika saya membaca deskripsi blog saya yang tertera di situ.

Sumber: isba.ictwatch.com

Β Penghargaan ini sungguh menjadi penyemangat bagi saya yang belum dibilang berpengalaman di bidang ini. Terbersit keinginan untuk menerima penghargaan di level-level berikutnya di Silver, Gold, bahkan Platinum, namun gentar melihat betapa blog-blog lain jauh lebih inspiratif. Pada akhirnya penghargaan ini menjadi cambuk bagi saya untuk terus menulis dan berbagi; sebuah aktivitas sederhana namun membutuhkan komitmen tinggi untuk dapat berbuah manis.

Terima kasih kepada Internet Sehat dan terutama juga dukungan dari teman-teman semua. πŸ˜€

Introducing Posterous

Kegilaan apa pula ini?

Yah, sepanjang 2 hari ini saya tidak banyak bergerak karena sedang sakit maka jadilah saya mengutak-atik blog, termasuk 2 layanan blog lama namun belum saya sentuh: Tumblr dan Posterous. Kedua platform ini memposisikan diri di antara full blog seperti Blogspot dan WordPress dengan microblog seperti Twitter.

Dari beberapa pertimbangan yang saya baca, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Posterous oleh karena kemudahannya dalam mempublikasikan tulisan semudah mengirimkan email saja. Meski saya lebih suka dengan themes yang ada di Tumblr karena lebih catchy, nyatanya beberapa fungsi mobile blogging tidak bisa dijalankan.

Lalu mengapa saya membuat blog baru lagi? Apakah yang ini tidak cukup?! Jawabannya: saya tidak tahu juga. πŸ˜€ Semua berangkat dari keisengan belaka. Jelas saya akan mengutamakan blog ini sementara yang satu itu menjadi sampingan saja, curahan instant yang dapat saya publikasikan lewat email atau HP, atau posting foto terbaru secara cepat setelah saya memotretnya.

So check out indobrad.posterous.com ya πŸ˜€

My Blog is Back Alive

Greetings!

Seperti yang Anda saksikan sendiri, blog saya yang bernaung di domain indobrad.web.id akhirnya lahir kembali setelah mengalami pasang-surut selama setahun terakhir. Awalnya muncul pada 13 Mei 2010; perjalanannya tidak mulus oleh karena masalah teknis sehingga sempat berganti hosting company. Namun kepindahan tersebut bukannya membawa perubahan namun justru membuat blog ini sering down oleh karena server US-nya sering down. Akhirnya setelah berpikir-pikir sekian lama, saya putuskan untuk meninggalkan blog ini di akhir tahun dan berganti menulis di rumah gratisan.

Sebenarnya waktu itu saya sudah kadung malas memelihara blog berbayar karena dipusingkan dengan kewajiban membayar blog ini setiap tahunnya. Namun lama-kelamaan saya berpikir ulang dan akhirnya berpendapat bahwa blog berbayar ternyata perlu juga. Mengapa?

Continue reading My Blog is Back Alive

Hello world!

Selamat datang di blog saya. Ini adalah domain lama yang diluncurkan kembali secara resmi pada tanggal 19 Mei 2011. Semoga dapat menjadi berkat bagi semua πŸ™‚

Rekor Baru yang Cupu

Aha, blog indobrad ini mencatat sejarah baru tanggal 22 Februari 2011 kemarin. Setelah kira-kira satu bulan diaktifkan kembali, trafik pengunjung blog ini mencapai rekor: 145 hits. Eh, kaget? Kagum? Atau malah kasihan?! πŸ˜€

Iyalah, mana bisa blog ini disandingkan dengan blog milik seorang aktivis komunitas blogger Bengawan (link-nya jangan disebut ya) yang mengklaim menarik ‘beberapa ribu’ pengunjung per hari?! Apalagi bila disandingkan dengan para ‘seleblog’ terkenal yang seakan tumbuh bagai mercu suar: dikomentari banyak pengunjung namun tak pernah sekali pun membalas. πŸ˜€ Ya, saya paham juga kesulitan para blogger terkenal itu. Bagaimana tidak pusing kalau setiap postingan akan menghasilkan puluhan bahkan ratusan komentar? Namun semua terpulang pada si blogger, apakah hanya ingin menulis atau membangun relasi yang hangat dengan pembacanya? Apa, tidak ada waktu merespon komentar? Ah, alasan lebay. Semua orang punya waktu 24 jam. Arman buktinya, saya perhatikan walau komentar di blog-nya bejibun, dia rajin tuh membalasnya. πŸ˜€

Selama ini saya menerapkan prinsip publikasi blog yang sederhana kok.

Continue reading Rekor Baru yang Cupu

Online Presence

Welcome to my new website. This virtual home is a big step that I have taken and required a considerable amount of time to ponder. I’m going to share you some of them.

Why?

We all know that the internet presence is becoming more and more unavoidable even in third-world-countries (so they called) such as Indonesia and several small businesses are now putting their products online. An online presence will increase the possibilities for discovery by potential clients, and, subsequently, generate orders. And I don’t want to be left behind.

How?

Once the decision was made, the rest was quite swift. I consulted a few of my friends and a webhosting service that I know personally. The entire process of ordering the domain and hosting was completed in 24 hours. It was quite cheap, too. I’m not going to give you numbers. You may consult BiangWeb for that πŸ™‚

Now what?

OK, this is the most difficult step. I want this new home to somehow integrate professional business services (translation, interpretation) with fun blogging writings. It has to be consolidated in such a way that the website must not look like a sleazy guy trying to sell worthless e-books, but, actually, offers legitimate and professional services. This may need more time before I can be satisfied with the outlook and the operations.

As for now, it’s time to celebrate. It’s a house-warming posting, guys! So I welcome your critics and insights.