Monthly Archives: July 2011

Introducing Posterous

Kegilaan apa pula ini?

Yah, sepanjang 2 hari ini saya tidak banyak bergerak karena sedang sakit maka jadilah saya mengutak-atik blog, termasuk 2 layanan blog lama namun belum saya sentuh: Tumblr dan Posterous. Kedua platform ini memposisikan diri di antara full blog seperti Blogspot dan WordPress dengan microblog seperti Twitter.

Dari beberapa pertimbangan yang saya baca, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Posterous oleh karena kemudahannya dalam mempublikasikan tulisan semudah mengirimkan email saja. Meski saya lebih suka dengan themes yang ada di Tumblr karena lebih catchy, nyatanya beberapa fungsi mobile blogging tidak bisa dijalankan.

Lalu mengapa saya membuat blog baru lagi? Apakah yang ini tidak cukup?! Jawabannya: saya tidak tahu juga. 😀 Semua berangkat dari keisengan belaka. Jelas saya akan mengutamakan blog ini sementara yang satu itu menjadi sampingan saja, curahan instant yang dapat saya publikasikan lewat email atau HP, atau posting foto terbaru secara cepat setelah saya memotretnya.

So check out indobrad.posterous.com ya 😀

Advertisements

Musim Cuti Yang Bererti: Novel Brunei

Ya, benar sekali dugaan Anda. Saya memang membaca novel Brunei. Sudah ada 3 buku yang saya koleksi, terdiri dari 2 novel dan 1 kumpulan cerpen. Awal saya mengoleksi ketiga buku tersebut sebenarnya tidak sengaja ketika saya berkunjung ke pameran buku 2-3 tahun lalu di Jakarta dan Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei membuka stand-nya. Yang menarik perhatian saya adalah harga buku-bukunya yang luar biasa murah: novel setebal 120 halaman dijual dengan harga Rp 10,000.- saja (setara 1.20 US Dollar). Ah saya ingat kalau DBP Brunei adalah sebuah badan pemerintah yang tentunya wajar memberi subsidi pada buku-buku terbitannya sendiri demi memajukan ilmu pengetahuan dan sastra lokal. Jadilah saya membeli 1 buku, yang kemudian malah diberi bonus 1 buku lain yang lebih tebal. 😀 Tahun berikutnya saya bertemu lagi dengan stand itu dan saya menjumpai lagi buku-buku murah meski tidak ada bonusnya. Jadilah ketiga buku itu saya koleksi di rumah namun lama tak terbaca. Kali ini saya ingin mengupas satu buku saja dulu sekaligus memperkenalkan sekelumit sastra Brunei kepada pembaca. Novel berjudul Musim Cuti Yang Bererti karya Chong Ah Fok.

Continue reading Musim Cuti Yang Bererti: Novel Brunei

Jika Aku Pindah Kota

Topik menarik kembali muncul di Daily Post beberapa hari yang lalu, ‘What Would It Take to Get You to Move?’; atau apa yang harus ada agar Anda mau pindah kota?! Seumur-umur saya belum pernah pindah ke kota lain untuk bekerja ya, semua berkutat dan berputar di Jakarta dan sekitarnya. Paling-paling tinggal di luar kota maksimal 1 bulan untuk pekerjaan, sesudah itu kembali lagi. Saya memandang kehidupan warga di kota lain dari kacamata warga Jakarta; hanya sisi unik dan menarik yang nampak sementara realita kehidupan jarang teramati. Memang itulah impresi yang didapat jika kita berkunjung ke sebuah daerah sebagai traveller, hanya sisi manis yang membuat kita selalu mengenang daerah tersebut dengan rasa rindu. Sementara itu jika kita berkunjung ke sana sebagai explorer, tinggal di sana beberapa waktu dan bergaul akrab dengan masyarakat lokal serta emosi kita larut dalam dinamika pemikiran setempat, maka ketiga macam perasaan yang lazim keluar pada masa adaptasi akan kita alami sebagai berikut:

‘Bulan Madu’: di mana segala sesuatu yang ada di daerah itu tampak manis dan romantis. Biasanya berlangsung 1-2 bulan pertama saja.

‘Neraka Dunia’: kita membenci segala sesuatu yang ada di daerah itu dan ingin cepat-cepat pergi dari sana. Emosi kita akan tambah naik apabila kita tidak bisa keluar juga oleh karena tuntutan studi, keluarga, dan pekerjaan. Fase ini bisa berlangsung selama 3-6 bulan.

‘Berdamai dengan Situasi’: kita telah merasakan baik-buruknya hidup di daerah tersebut dan semakin imbang dalam memahami situasi. Yang baik tidak selamanya indah dan yang buruk ternyata tidak terlalu jelek juga. Setelah kita dapat survive di daerah itu, fase ini akan lebih permanen durasinya.

Jadi kembali ke topik awal, bagaimana jika saya diminta pindah kota? Apa saja syarat-syaratnya?

Continue reading Jika Aku Pindah Kota

Tweet ke-5000

Wow, tak disangka saya sampai juga ke angka 5000 untuk jumlah tweet saya. Bolehlah ini disebut sebagai sebuah pencapaian, secara saya tidak terlalu sering berinteraksi di Twitter dan isinya masih lebih banyak curhatan dan omelan sendiri. 😀 Saya masih harus belajar banyak dari teman-teman yang sudah menjadi buzzer di social media dan sukses menghimpun ratusan bahkan ribuan followers, sementara angka followers saya masih tidak beranjak dari 200-an. Apakah teman-teman ada tips khusus untuk menjadi buzzer yang sukses?!

Ah, untuk sementara mari kita rayakan pencapaian 5,000 tweet ini dulu. 😀

Menulis Kapan Saja dan Di Mana Saja

Berangkat dari Survey: Proses Kreatif Menulis yang saya adakan beberapa hari lalu, saya menemukan beberapa keunikan dari teman-teman blogger saya yang menulis dalam berbagai kesempatan dan tujuan. Sebenarnya ini semua berawal dari pemikiran sederhana: dengan platform menulis yang sudah semakin banyak opsinya, baik manual atau dengan alat elektronik, semakin gagap pula penyesuaian kita dengan alat-alat tersebut dan biasanya sebuah gadget yang baru terbeli memerlukan pembiasaan pula dalam pemanfaatannya. Oleh karena itulah saya melakukan survey kecil-kecilan untuk mengintip kebiasaan rekan-rekan blogger dan berhasil menjaring 8 responden. Lumayan. Hasilnya tidak mengejutkan namun ada beberapa catatan menarik.

Continue reading Menulis Kapan Saja dan Di Mana Saja

Survey: Proses Kreatif Menulis

Setiap orang menjalankan proses menulis yang berbeda-beda. Apakah Anda menulis dengan menggunakan PC/Laptop? Sebuah buku catatan bersampul kulit? iPad barangkali? Atau di secarik kertas dengan sebatang pensil?! Atau jangan-jangan Anda menggunakan semua alat tersebut secara bergantian tergantung lingkungan sekitar Anda? Saya ingin menggali lebih dalam cerita Anda, oleh karena itu mohon kesediaannya meluangkan waktu untuk mengisi survey di bawah ini. Saya akan berikan beberapa macam situasi. Jika Anda ingin/harus menulis pada situasi tersebut, alat apa yang Anda gunakan?
[Maaf, pertanyaan survey sudah ditutup. Nantikan hasil dan pembahasannya segera.]
Terima kasih atas kesediaan Anda mengisi formulir di atas. Selanjutnya formulir tersebut akan saya himpun dan dituangkan hasilnya pada tulisan berikutnya. Jika sekiranya saya menemukan jawaban yang menarik dari Anda, saya akan menghubungi Anda secara personal untuk bertanya lebih lanjut, yah semacam wawancara begitulah. 😀

Mobile Blogging: Redefined

I discovered an exciting tool for my blog today: WordPress for BlackBerry. It comes with the usual amenities for the blog except for those fancy plugins, which I rarely use anyway. We shall see whether I can maximize it and post more often. Now if you’d excuse me, I need to work out the way to attach pictures…

Don't fall for his innocent puppy look; he's actually a menace :))

Don’t fall for his innocent puppy look; he’s actually a menace 😀

Mengubah Format Blog?

Gara-gara menyimak tulisan Ilman Akbar kemarin yang menjadi lebih sering posting karena mengubah format blognya menjadi ala Tumblr, saya jadi terinspirasi juga untuk mengubah theme blog ini. Idenya Ilman sederhana: ingin menulis postingan pendek-pendek, mencari tampilan lebih sederhana dan sebagai gantinya fokus kepada konten yakni memasang gambar, foto, dan menyajikan tulisan dengan blockquotes. Hasilnya: Ilman jadi menulis lebih sering karena tidak terlalu terbeban dengan theme blognya. Lalu ada manfaat lain yang Ilman tidak paparkan: loading blog jadi lebih ringan yang nantinya akan menghemat bandwith pula.

Saya setuju untuk mengubah themes menjadi lebih sederhana dan kalau bisa tanpa featured images, karena setiap kali menulis saya mesti pusing mencari gambar di Google dan di-upload ke blog (yang tentunya memakan tempat). Kalau nanti harus memasang gambar, biarlah saya menaruhnya di layanan gratisan kemudian link-nya ditarik ke mari. Namun setelah saya mengutak-atik blog ini sepanjang pagi saya menyerah deh. Saya tidak bisa tunduk pada ide simple-nya Ilman dan masih ingin memasang beberapa gambar inspiratif pada header blog saya.

Untuk sementara, theme Twenty Eleven yang merupakan penjelmaan theme Duster dari WordPress.com ini dapat menjadi kompromi bagi kebutuhan saya. Bagaimana? Cantik kan?!

Thanks bro Ilman! 😀