Monthly Archives: June 2011

Etika Blog, Sekali Lagi

Ajang Blogilicious Jabodetabek & miladeBlogger2 yang berlangsung pada tanggal 25-26 Juni 2011 lalu di Kantor Telkom Jakarta Selatan dan diselenggarakan oleh ID Blog Network bekerja sama dengan deBlogger sebagai panitia lokal menghadirkan Risa Amrikasari sebagai pemateri pertama di hari pertama. Topiknya: Etika Blog. Okay, bagi yang sudah ngeblog secara konsisten tentu bukan pertama kalinya kita menemukan dan mendiskusikan topik ini dan seolah tidak pernah kehabisan cerita. Etika blog sejatinya tidak terlalu banyak berbeda dengan etika yang berlaku di dunia internet, hanya saja etika blog menjadi unik dan spesifik karena berkaitan dengan para blogger sebagai pengisi konten yang tentunya memerlukan pakem-pakem etika yang spesifik pula.

Perlukah saya memaparkan lagi latar belakang perlunya etika, definisi etika, dan apa saja etika blog yang berlaku? Saya rasa tidak. Apalagi Risa, sepertinya dia juga tidak mau lagi mundur selangkah menjelaskan dari awal. Capek! Lalu kalau begitu sesi Etika Blog kemarin ngapain dong?!

Continue reading Etika Blog, Sekali Lagi

Advertisements

Jam Ideal Posting Blog

Beberapa hari ini saya tidak menulis sesuatu pun di blog untuk alasan yang sangat lebay: tidak ada waktu! Sebenarnya bukan tidak ada waktu namun saya memaksakan diri menulis dan mempublikasikan tulisan terbaru tersebut pada hari dan jam kerja dengan alasan supaya langsung dibaca dan dikomentari orang. Dan memang cara itu biasanya berhasil; postingan saya langsung menerima komentar perdana dalam menit-menit pertama setelah dipublikasi meski hanya sekadar PERTAMAX. 😀

Namun benarkah kita perlu mempublikasikan blog di jam-jam tertentu?

Continue reading Jam Ideal Posting Blog

Bokin Kokay

A: “Calon bokin gw kokay, cing. Maklum keluarga cokin, pinter cari doku.
B: “Mantep dong, mana bahenol lagi kayak di pilem-pilem bokep!
A: “Ah gokil lu. Toket mulu yang dipikirin!
B: “Hehe, maapin dah. Eh lu kagak mokal make sepokat kayak gitu ke rokumnye?”

Apa yang melintas di pikiran Anda ketika membaca atau jika mendengar percakapan di atas? Tertawa geli atau malah jijik mau muntah? Dua-duanya adalah reaksi yang wajar menurut saya. 😀 Ngomong-ngomong Anda paham percakapannya gak sih? #eaaa. Atau malah sebagian kosakata pada percakapan itu tidak dimengerti?! Wajar juga kalau Anda tidak paham arti sebagian kata-katanya. Kata-kata ‘aneh’ itu lazim dipakai pada era 1970-an di Jakarta dan menjadi salah satu ragam varian Bahasa Indonesia, terlepas dari kritik yang menyertainya. Namanya Bahasa Prokem.

Continue reading Bokin Kokay

Menikmati Gerhana Bulan

Saya belum pernah menyaksikan gerhana bulan.

Serius, selama hidup saya ada beberapa kali fenomena gerhana bulan namun saya gagal menyaksikannya karena cuaca yang tidak mendukung, atau karena saking seringnya gerhana bulan terjadi maka momen-momen tersebut terlewatkan begitu saja. Bagi saya gerhana bulan tidak sespektakuler gerhana matahari karena saya berpikir, ah apa yang dilihat pas gerhana bulan? Paling-paling gelap total! 😀

Namun peristiwa gerhana bulan semalam menarik perhatian saya karena dua alasan: durasinya yang lama (100 menit) dan warnanya yang katanya merah darah. Ditambah lagi dengan adanya layanan live streaming sehingga kita tidak perlu bergantung pada cuaca jika mendung dan bebas dari kawalan nyamuk. 😛 Namun jadwalnya sungguh tidak manusiawi: mulai pukul 01.20 WIB dan totalnya dimulai pada jam 02.30. Padahal saya harus berangkat dari rumah jam 05.30 pagi untuk ke Mampang. Oh well, kapan lagi ada momen gerhana bulan. Jadilah saya mengorbankan waktu tidur yang ternyata tidak sia-sia.

Continue reading Menikmati Gerhana Bulan

Professional Blogger?

Setelah setahun lebih mengaktifkan blog dengan domain sendiri dan hosting berbayar ini, aktivitas ngeblog saya selalu dibayang-bayangi oleh uang. Mengapa uang? Ya, karena minimal kita butuh uang untuk membiayai koneksi internet yang menunjang aktivitas blog kita bukan? Lalu seiring dengan bergabungnya saya ke komunitas dan memperluas jaringan serta terlibat dalam kepanitiaan beberapa acara, semakin saya menyadari bahwa yang dikeluarkan selama ini juga ada nilai finansialnya. Meski keuntungan yang didapat dari berjejaring dengan komunitas blogger jauh melebihi nominal uang yang keluar, namun tetap saja ada biaya yang dibayar dan diharapkan biaya-biaya tersebut dapat diganti dari sumber lain.

Jujur, saya tergiur juga mencari uang lewat blog. Lalu bagaimana?

Continue reading Professional Blogger?

HP Pertama Saya

Pada sebuah kelas privat Business English hari Jumat lalu ada sebuah pertanyaan yang mencuat: Sudah berapa lama anda memiliki HP/ponsel? Pertanyaan itu dijawab oleh murid saya sambil tertawa-tawa: 1994. Pada waktu itu sebongkah ponsel (ya, sebongkah besar) masih seharga 20 juta rupiah per buahnya (dengan kurs dollar yang masih sekitar 2000 rupiah) yang mesti dimasukkan ke tas, berat dan berteknologi AMPS. Mengapa murid saya bisa memilikinya padahal barang tersebut tidak terjangkau? Oh, ternyata itu pemberian bossnya.

Saya sendiri kapan ya mulai memiliki HP?

Continue reading HP Pertama Saya

Kopdar Seberang Lautan

Yah, namanya juga blogger, Anda pasti sudah tahu sendiri kalo yang namanya kopdar itu tidak pernah dilewatkan kesempatannya. Begitu halnya dengan saya. Namun tidak, saya belum sampai menyeberangi lautan hanya untuk kopdar dengan blogger. Justru dalam beberapa kali kesempatan blogger dari seberang lautanlah yang datang berkunjung ke Jakarta. Jadi judul posting ini tidak salah dong ya. 😀

Nah, berikut cerita kopdar saya dengan dua orang blogger dari seberang lautan.

Continue reading Kopdar Seberang Lautan

The ‘Killer’ Teacher

Setelah bulan Februari lalu saya pernah menulis tentang ‘Guru Terparah’, kali ini saya hendak berbagi cerita tentang guru lagi. Sebenarnya saya terinspirasi menulis tentang si guru ini dari topik yang diangkat oleh Dailypost berjudul “Write About Your Least Favorite Teacher” dan kira-kira apa yang bisa saya sampaikan padanya sekarang setelah dewasa. Namun setelah dipikir-pikir lagi, ternyata pandangan saya terhadap guru satu ini berbeda.

Mari, saya ajak Anda berkenalan dengan guru Ilmu Administrasi SMP saya, Pak Tarigan.

Continue reading The ‘Killer’ Teacher