Soto Betawi

Menerima Tantangan di Soto Samrel

Meski bukan pengapresiasi kuliner sejati, sedikit-banyak saya tahu juga rekomendasi tempat-tempat makanan yang layak dicari bahkan diburu. Nah khusus untuk makanan Indonesia, SOTO adalah masakan yang rela saya sambangi ke mana-mana untuk melakukan ujicoba. That’s right, I’m not a real blogger. I’m actually a soto sampler. :D

Lalu ketika dirasa sudah tidak ada lagi tempat makanan di Jakarta yang bisa direkomendasikan, tiba-tiba datanglah ‘tantangan’ dari seorang kenalan di Path, sebut saja namanya David Oentoro *lahh malah di-link*. Semuanya berawal dari obrolan sekenanya di dunia maya: ‘Makanan apa yang sering lo coba bandingkan jenis-jenisnya di mana-mana?’ Saya langsung menjawab cepat “SOTO!” sembari menyebutkan beberapa tempat rekomendasi hingga akhirnya ditutup dengan bangga: “Tapi biar gimana juga soto nyokap gue tetep paling enak sih.”

Eh si David juga gak mau kalah. “Kalo gue sih jelas soto nyokap gw paling enak. Kalo lo gak percaya coba dateng aja ke warung nyokap gw.” Ditantangin gitu, ya kita terima lah. :P

Continue reading Menerima Tantangan di Soto Samrel

sumber: kapanlagi.com

Yasmine: Tarung Tekad si Anak Brunei

Dengan jumlah penduduk hanya di kisaran ratusan ribu jiwa dan hampir tak terdengar kabar beritanya di kancah hiburan Asia Tenggara, tiba-tiba menyeruaklah sebuah karya film arahan anak bangsa Brunei yang seolah mencelikkan mata para tetangga, bahwa negeri kecil ini punya sesuatu yang berbeda dan unik daripada sekadar hutan belantara dan masjid-masjid berkilau keemasan saja. Yasmine menjadi pertarungan tekad sang pencetus merangkap sutradaranya, Siti Kamaluddin.

Continue reading Yasmine: Tarung Tekad si Anak Brunei

wpid-2014-06-25-09-15-10_deco.jpg

Pemecah Rekor?

image

Junaedi, pemandu perjalanan saya di Dukuh Duplak yang sedang cuti kuliah demi mengurus kebun kopi dan anak-istrinya itu terus-menerus nyengir seharian menyaksikan saya jatuh-bangun merayapi punggung bukit.

“Njenengan pemecah rekor lo, Mas,” ucapnya berulang-ulang sambil memberikan dorongan semangat.

Iya sih, pemecah rekor pendaki dengan angka berat badan tertinggi dan durasi perjalanan terlama mungkin, ya?

Tapi sebenarnya untuk apa sih saya ke mari? Nantikan di tulisan selanjutnya. :)

scb2 heading

Kartu Kredit Titanium: Living the Good Life

Aduh, baru tanggal 15. Minumnya teh aja deh.

Celetukan polos kawan SMA saya ini membuat kami semua tertawa pahit. Saat sedang tekun memeriksa menu di sebuah restoran mahal sewaktu reunian kemarin, sang kawan dengan santainya memesan salah satu menu termurah karena, yah, gajian masih 10 hari lagi! Jadi buat apa juga elo jaim di depan teman-teman SMA kalau sehabis itu kantong lo bolong? :D :D :D

Continue reading Kartu Kredit Titanium: Living the Good Life

terjan-header

Selamatkan Situs Terjan

Matahari baru saja menyembul dari balik pegunungan Lasem ketika saya beranjak menyusuri pesisir Kabupaten Rembang dan mengarah ke timur, kira-kira setengah jam perjalanan dari kota Lasem. Setibanya di kecamatan Kragan, mobil yang dikemudikan mas Aghi berbelok ke kanan memasuki jalan desa yang berdebu dan tidak rata, menyusuri persawahan dan hutan-hutan gersang yang ditengarai masih menyimpan bukti peradaban manusia zaman Megalitik di perut buminya.

Continue reading Selamatkan Situs Terjan

scbtitanium-header

Pikir-pikir Kartu Kredit Baru

Siapa yang nafsu berbelanjanya lebih besar? Laki-laki atau perempuan?

Para pria tentu akan bertepuk tangan sambil berseru, “Istriku yang hobi belanja!” Sementara para wanita menggerutu namun diam-diam mengamininya. :D Namun saya pernah membaca artikel hasil sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan perempuan adalah berbelanja dalam nominal sedang-sedang saja namun frekuensinya sering. Sementara para lelaki memang cenderung bisa menahan hasrat mengeluarkan uang, namun sekali dia kepincut akan suatu barang, dia tak akan segan-segan berbelanja senilai maha besar. Jadi kalau semua pembelanjaan itu ditotal dan dibandingkan, maka para prialah juara berbelanja yang sebenarnya. :D :D :D

Continue reading Pikir-pikir Kartu Kredit Baru

tw-header

Berdamai di Telaga Warna

Dieng seolah sudah menjadi mantra yang menghantui mimpi saya di bulan-bulan terakhir tahun lalu, khususnya ketika sedang tinggal di Jepara. Namun baru pada bulan Desember saya akhirnya berkesempatan mengunjunginya setelah menghadiri perhelatan Blogger Nusantara 2013 di Yogyakarta. Dengan bermodalkan selembar jaket tebal saya lalu kasak-kusuk mencari rute terefisien (baca: termurah).

Continue reading Berdamai di Telaga Warna