Monthly Archives: August 2011

Refleksi #bukberdeBlogger

Satu kegiatan telah kembali diselenggarakan oleh deBlogger pada Sabtu (20/Agustus) lalu, yakni Buka Puasa Bersama deBlogger atau disingkat #bukberdeBlogger. Niatnya mau menyelenggarakan sesuatu yang sederhana, mengundang teman-teman deBlogger di suatu tempat dan berkumpul layaknya reuni tanpa agenda, urusan makan bayar sendiri; ternyata ide-ide berubah cepat menjadi sesuatu yang bernilai.

Sebenarnya sejak hari-hari pertama bulan Ramadhan, keempat pengurus inti deBlogger sudah kasak-kusuk bikin rencana. Maunya bikin sesuatu yang tidak sama lagi dengan tahun kemarin dan beda dari yang lain. Ide mengadakan bakti sosial sempat bergulir namun mentah lagi karena dianggap sudah banyak yang mengadakan. Muncul pula ide Sahur On The Road, namun sepertinya tidak ada yang bersemangat. Setelah termangu-mangu dan mentok dengan ide buka puasa sederhana, tiba-tiba saya ditelpon oleh sebuah perusahaan berbasis web yang menghubungi saya atas rekomendasi seorang teman di Anging Mammiri. Perusahaan tersebut menawarkan kerja sama untuk mengadakan acara buka puasa bersama dan mereka bersedia menanggung biaya konsumsinya, dengan syarat meminta slot untuk presentasi. Setelah dibahas secara internal, kami memutuskan menerima tawaran itu. Namun pertanyaan selanjutnya, masa acara #bukberdeBlogger hanya diisi oleh sponsor? “Kuliah gratis 1 SKS dong!” Tukas seorang kawan tanpa basa-basi. Jadi, kita mau ngapain?!

Continue reading Refleksi #bukberdeBlogger

Advertisements

Bertemu ‘Pacar’ Lama

Heii, puasa-puasa pada gosip aja! πŸ˜€

Yang dimaksud ‘pacar lama’ bukanlah seperti kira-kira bayangan Anda. Jadi gini, malam ini saya iseng-iseng browsing dan tiba-tiba ingin mencari lagi homepage yang dulu pernah saya buat (berasa aneh kan, namanya masih pake homepage). πŸ˜€ Kalau tidak salah, pertama kali saya membuat homepage pribadi adalah di tahun 1997 dan ditaruh di layanan gratisan yang keren saat itu: Geocities. SetelahΒ  belakangan Geocities diakuisisi Yahoo! dan kemudian ditutup, saya kehilangan alamat homepage beserta beberapa file penting yang masih saya sesalkan sampai sekarang. Sayangnya saya sama sekali tidak ingat alamat homepage pertama itu oleh karena Geocities tidak mengizinkan penggunanya membuat alamat homepage yang customized dan justru memberikan alamat yang cukup panjang. Namun setelah saya melakukan pencarian melalui situs web.archive.org dan menelusuri berdasarkan beberapa username yang pernah saya pakai dan layanan homepage lain yang juga terkenal pada masanya: Tripod, saya berhasil menemukan website yang pernah saya buat di tahun 2001-2002. Berikut penampakannya:

Continue reading Bertemu ‘Pacar’ Lama

Mendadak Pantun

Berbalas Pantun (sumber: inioke.com)

Usai kemeriahan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu, giliran Provinsi Maluku yang merayakan hari jadinya pada tanggal 19 Agustus sebagai bagian dari delapan provinsi pertama Republik Indonesia yang dibentuk oleh Soekarno. Untuk merayakan momen bersejarah namun kerap dilupakan orang ini, teman-teman dari Arumbai mengajak para onliner ikut serta dalam Lomba Tweet #Maluku66 yang baru saja berakhir tengah malam lalu (mengikut Waktu Indonesia Timur).

Lomba yang bertujuan mengucapkan selamat atas Ulang Tahun Provinsi Maluku ke-66 ini sekaligus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para warga Twitter untuk berkreasi dalam merangkai kata dan bahasa. Lalu di tengah-tengah perenungan saya untuk ikut serta dalam lomba itu, tiba-tiba saja terbersit ide untuk merangkai pantun. Sesuatu yang belum pernah saya lakukan. Apa itu pantun dan bagaimana jadinya?

Continue reading Mendadak Pantun

Dapatkah Amarah Menjadi Konstruktif?

“Apakah marah itu dosa?”

Tentunya kita pernah bertemu dengan pertanyaan itu pada satu waktu di hidup kita, bukan? Saya masih ingat sekali, pertanyaan itu pertama kali saya temui sewaktu semester pertama kuliah pada pertemuan di persekutuan mahasiswa Kristen fakultas. Karena kebetulan waktu itu adalah sesi ibadah, maka jawabannya langsung diarahkan ke sebuah ayat: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa…” Jadi kesimpulannya, amarah itu sendiri bukanlah dosa. Namun mengapa amarah hampir selalu berujung negatif? Dapatkah kita marah namun tetap menguasai emosi dan mengubah amarah itu menjadi sesuatu yang positif?

Saya akui akhir-akhir ini kita seringkali menjadi marah. Oh, tidak begitu merasa ya? OK, mari saya uraikan beberapa:

Continue reading Dapatkah Amarah Menjadi Konstruktif?

My Life as Nazaruddin

Sumber: tribunnews.com

Nazaruddin adalah nama yang paling banyak disebut, dipuji dan dicaci dalam beberapa bulan terakhir, namun utamanya seminggu terakhir setelah ditangkap di Kolombia dan selamat dipulangkan ke Indonesia. Namun sejumlah pertanyaan dan dugaan masih bertebaran dan membuat masyarakat umumnya meragukan keadilan akan berlaku dalam kasus ini dan juga pesimis bahwa pihak-pihak terkait akan diseret ke pengadilan.

Saya bukan Nazaruddin dan tidak mampu menerka dan menyelami kegalauannya saat ini. Namun sebuah ide blog yang tak sengaja saya temukan akhirnya memacu saya juga untuk menuliskan ‘terawangan’ saya. πŸ˜€ Mari kita coba memahami dunia dari sudut pandang yang bersangkutan.

Continue reading My Life as Nazaruddin

Bronze Award: Cambuk Untuk Rendah Hati

Sebuah email menyeruak hari saya pada Jumat siang itu; pengumuman dari ICT Watch bahwa saya memenangkan penghargaan mingguan Bronze Blog Award Sesi 16 ISBA 2011. Kejutan yang luar biasa membahagiakan. Lebih senang bercampur malu lagi ketika saya membaca deskripsi blog saya yang tertera di situ.

Sumber: isba.ictwatch.com

Β Penghargaan ini sungguh menjadi penyemangat bagi saya yang belum dibilang berpengalaman di bidang ini. Terbersit keinginan untuk menerima penghargaan di level-level berikutnya di Silver, Gold, bahkan Platinum, namun gentar melihat betapa blog-blog lain jauh lebih inspiratif. Pada akhirnya penghargaan ini menjadi cambuk bagi saya untuk terus menulis dan berbagi; sebuah aktivitas sederhana namun membutuhkan komitmen tinggi untuk dapat berbuah manis.

Terima kasih kepada Internet Sehat dan terutama juga dukungan dari teman-teman semua. πŸ˜€

Dunia di Tahun 2020

Kelas baru yang mulai diadakan setiap Rabu dan Jumat sebagian besar diisi oleh murid-murid SMP dan segelintir murid SMA; total 13 orang. Yang membuat saya kagum adalah level kemampuan Bahasa Inggris mereka yang di atas rata-rata teman sebayanya. Ada juga beberapa yang masih harus dipoles lebih banyak, namun tingkat kepercayaan diri mereka cepat bertambah seiring lancarnya anak-anak tersebut mengemukakan pendapatnya. Nah, topik yang kami diskusikan minggu lalu adalah bagaimana kondisi dunia pada umumnya di tahun 2020. Mind you, tahun 2020 hanya tinggal 9 tahun lagi dari sekarang sehingga evolusi teknologi hingga waktu itu masih belum banyak berubah, bukan?! Ya kan?!!

Tapi tidak menurut anak-anak cerdas dan ‘gila’ itu.

Continue reading Dunia di Tahun 2020

Pikir-pikir Semur Jengkol

Topik ini (lagi-lagi) muncul di Daily Post yang menantang saya menceritakan makanan yang sampai sekarang belum berani saya coba. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk menentukan jawabannya: Semur Jengkol, atau jenis masakan apapun yang berbahan dasar jengkol. Alasannya sudah tentu: tidak tahan dengan baunya. Seseorang yang makan jengkol dan kemudian pergi ke toilet, dijamin akan memabukkan pengguna toilet sesudahnya dan itu sudah pernah terjadi beberapa kali pada saya. Ya, saya pernah muntah di toilet karena mencium bau jengkol namun tidak bisa keluar dari sana karena saya sendiri sedang dalam keadaan emergency (artikan sendiri ya). πŸ˜€

Namun apakah jengkol memang berkhasiat?!

Continue reading Pikir-pikir Semur Jengkol