Monthly Archives: January 2014

Berdamai di Telaga Warna

Dieng seolah sudah menjadi mantra yang menghantui mimpi saya di bulan-bulan terakhir tahun lalu, khususnya ketika sedang tinggal di Jepara. Namun baru pada bulan Desember saya akhirnya berkesempatan mengunjunginya setelah menghadiri perhelatan Blogger Nusantara 2013 di Yogyakarta. Dengan bermodalkan selembar jaket tebal saya lalu kasak-kusuk mencari rute terefisien (baca: termurah).

Continue reading Berdamai di Telaga Warna

Advertisements

Catatan Akhir #PerangPostinganBlog

Awal tahun kok malah bikin catatan akhir?

Ya kebetulan aja sih saya bikin catatan akhir karena berkaitan dengan sebuah event yang baru saja berakhir. Event itu adalah #PerangPostinganBlog. Bagi yang pernah membaca tulisan pada pembukaan event ini di September lalu (yang tulisannya sekarang lenyap bersamaan dengan hosting company yang ngajak ribut), tentu paham bahwa ini adalah ide ‘gila’ yang keluar begitu saja dari kepala beberapa punggawa blogger Flobamora dari Nusa Tenggara Timur; bolehlah saya sebut di sini Tuteh dan Ilham. Ide itu lalu disambut oleh teman-teman komunitas Blogfam yang menjadikan event akhir tahun ini bersifat sangat ‘longgar’, yakni peraturan yang sederhana dan tidak mengikat, lalu tidak pula ada hadiah. Loh?!

ppb

Memang begitu. Seperti dikutip dari kicauan Tuteh, niat mulianya sederhana: menguji diri sebagai blogger berupa kesanggupan menulis/mengupdate blog; mengingatkan blogger untuk kembali ke fitrah – berbagi cerita; dan mempertanyakan konsistensi kita ngeblog jika tanpa hadiah. Periode ‘lomba’ dari September 2013 dan berakhir di 31 Desember 2013. Sambutannya? Ada 10 orang berpartisipasi menulis dengan laju yang mereka atur sendiri. Tanpa target, semua sesuai hati. Asyik kan?

Ketika akhirnya lomba ini berakhir dan Tuteh mengumumkan pemenangnya, ada perasaan lega dan sedih. Lega karena satu lagi milestone tercapai, namun sedih juga karena tidak ada lagi target yang dikejar. Kalau sudah begini, rasanya ingin memacu diri untuk meraih tantangan lain lagi dan menguji diri di level lebih berat lagi.

Tips Konsistensi di Blog

Ada beberapa yang bertanya pada saya melalui Twitter kemarin pasal ini. Jawaban ngawur saya adalah: sering-sering begadang. 😛 Masuk akal sih, karena sehari-hari waktu kita sudah tersita oleh kesibukan luar biasa sehingga yang cukup logis adalah mengurangi waktu tidur untuk dipakai menulis. Namun ada alasan lebih penting kalau saya: langsung menuliskan ide yang terlintas di kepala. Apa maksudnya?

Jadi gini, ketika saya misalnya sedang bepergian ke luar kota atau sedang duduk termenung di depan televisi, kadang sesuatu melintas di kepala dan saya lalu berpikir: ‘Ah, gue pengen ngeblog soal ini deh.’ Namun kalau ide itu kita endapkan begitu saja dengan harapan akan kita gali lagi kala bertemu laptop, percaya deh, ide itu tidak akan kita temukan lagi. Oleh karena itu saya mencoba disiplin dalam memasukkan 1 kalimat ide tulisan tadi ke aplikasi Memo di telepon genggam saya, seberapapun banyak dan anehnya ide tersebut. Jadi ketika sudah bersiap untuk menulis, saya tinggal membuka daftar topik di telepon tersebut dan mengeksekusi salah satu idenya. Jadi semacam To-Blog-List gitu deh. 😀 Bagi saya cara ini sangat membantu karena pikiran saya langsung fokus ke tulisan dan tidak habis waktu termenung-menung memikirkan ide menulis.

Saya ucapkan banyak terima kasih pada para penggagas ide gila ini. Heran deh, justru ketiadaan hadiah menjadi pemicu saya menulis dengan semangat nothing to lose dan hadiah kecil yang dijanjikan oleh ‘panitia’nya menjadi kejutan menyenangkan yang membuat pemenangnya girang duluan, tak peduli apapun hadiahnya dan berapa lama akan dikirim. Gosipnya sih awal Februari akan dikirim; mungkin menunggu Tuteh gajian dulu. 😀

Terus siapa pemenangnya? Aduh, siapa ya? *amnesia sementara*