Monthly Archives: October 2010

Wall of Fun

After being away from downtown Jakarta for several days, I had the chance to visit one of the upscale malls in South Jakarta to meet up with a friend last week. It was rainy and chaotic day as usual; took me almost 2 hours to get there due to the traffic jam. What a stressful day! But soon after we entered the mall there was this board that attracted my attention.

It was a Stress-meter board set up by a reflexology place for its advertisement, actually. The crowd was asked to take a piece of paper from the board and to write down their stress of the day. There were four categories of problems to choose from: Career, Money, Family, and Love. After reading the posts one by one I ended up crouching at the board and laughed and laughed. The board surely served itself as a stress reliever. People walked away from the board with cheeky smiles and I suddenly realized that it was probably a mistake for the reflexology place to put it. Who needs reflexology now that everybody’s stress is gone?! 😀

Check out some of the posts!

Continue reading Wall of Fun

Advertisements

Cacatnya Sebuah Komitmen

Apa artinya sebuah komitmen bagi Anda?

Bagi saya sebuah komitmen adalah janji yang bersifat mengikat dan harus dilaksanakan. Wajib. Namun ada kalanya kita tidak dapat memenuhi komitmen itu oleh karena satu dan lain hal yang bersifat valid dan dapat diterima. Apabila itu terjadi, apa yang Anda lakukan?! Adakah contohnya?!

Malam ini saya membuat janji dengan beberapa rekan yang ingin lebih mengembangkan potensi daripada sekedar jalan-jalan dan berusaha menciptakan suatu kegiatan atau usaha bersama yang dapat menghasilkan keuntungan. Ini bukan pertemuan pertama; pertemuan perdana sudah berjalan minggu sebelumnya. Malam ini rencananya kita akan menyumbangkan beberapa ide yang kira-kira pas untuk kita jalankan.

Maka komitmen untuk bertemu pun dibuat; jam 19.30 di suatu restoran. Setelah semua peserta mengkonfirmasi jadual tersebut, maka dalam benak saya, komitmen itu otomatis berjalan. Mengingat jarak tempat bertemu tersebut tidak dekat, saya sudah berangkat jauh sebelumnya dan memperkirakan akan tiba tepat waktu atau meleset barang setengah jam. Bagi saya itu masih lumrah mengingat pertemuan itu lebih bersuasana santai dan terkadang kondisi jalan yang macet tidak bisa diprediksi. Saya pun sampai di tempat tersebut 10 menit setelah jadual yang ditentukan dan mencoba menanyakan keberadaan teman-teman yang lain. Berhubung HP yang biasa saya gunakan untuk berinternet tidak ada, saya hanya mengandalkan telepon dan SMS selama di perjalanan. Barulah ketika sampai di tempat saya bisa membuka laptop dan terhubung ke internet. Namun apa yang saya temukan?!

Continue reading Cacatnya Sebuah Komitmen

Kita Peduli Hak Kekayaan Intelektual

“Kamu tahu gak lagu ‘Rasa Sayange’ asalnya dari mana?”

“Dari Ambon, Pak”

“Itu kan kata kamu. Coba tanya sana sama Pemerintah Ambon, mereka punya gak catatannya?!”

Dialog ini terjadi antara DR Bambang Kesowo, SH, LLM, dan seorang mahasiswa pada event Dialog Interaktif yang bertajuk “Mahasiswa Peduli Hak Kekayaan Intelektual” yang digagas oleh Risa Amrikasari dan diselenggarakan bersama dengan IPAS Institute, Permahi, Indonesian Law Institute, Rose Heart Publishing dan Rose Heart Writers di Restoran Sindang Reret, Jakarta Selatan pada Jumat (22/Okt/2010) lalu. Acara dialog interaktif yang mulanya digagas oleh Risa Amrikasari dalam rangka ulang tahunnya ini menghadirkan DR Bambang Kesowo, SH, LLM, mantan Menteri Sekretaris Negara era Megawati sekaligus Pakar HKI, sebagai pembicara utama dan dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa hukum dari 17 universitas serta khalayak pemerhati hukum dan hak kekayaan intelektual; tak ketinggalan pula para wartawan dan blogger. Apa saja yang menjadi pokok pembahasannya?

Continue reading Kita Peduli Hak Kekayaan Intelektual

INTERNATIONAL CAPS LOCK DAY

HALO SEMUA! APA KABAR! JUMAT INI CERAH CERIA SEKALI BUKAN. JAKARTA CERAH DAN HUJAN BERGANTIAN, KENDARAAN MERAYAP BERARAK-ARAK. SUNGGUH HARI YANG NORMAL. HAHAHAHA.

Apa yang mampir di pikiran Anda ketika membaca tulisan di atas dalam huruf kapital? Kalau saya tidak menggunakan huruf kapital semua, mungkin Anda akan menanggapi sapaan saya dengan biasa saja. Namun kalau melihat tulisan kapital, yang terbersit di benak kita adalah: ORANG INI SUDAH GILA, TIDAK TAHU SOPAN SANTUN! HAHAHAHA #oops

Ketika saya sedang membuka account FB saya sore ini, secara tidak sengaja saya membaca status seorang teman yang mengabarkan bahwa hari ini, 22 Oktober, adalah HARI CAPS LOCK SEDUNIA. Event ini digagas oleh Derek Arnold pada tahun 2000 yang menyerukan agar hari ini dijadikan sebagai Hari CAPS LOCK di mana semua orang bebas menulis di media manapun dengan menggunakan CAPS LOCK. Event ini kemudian menjadi semacam hari libur parodi dan diadakan 2 kali setahun; tanggal lainnya adalah 28 Juni, bertepatan dengan hari kematian Billy Mays pada tahun 2009.

Nah pertanyaannya sekarang: apa relevansi dan urgensinya perayaan ini? Jawaban saya: tidak ada. Perayaan ini diadakan sebenarnya untuk mengolok-olok sekelompok orang yang tidak mengerti etika menulis dan menggunakan huruf kapital dan secara tidak langsung menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa etika dalam menulis pesan itu penting. CAPS LOCK menandakan penulisnya sedang emosi, bukan?!

Jadi sekali lagi: HAPPY INTERNATIONAL CAPS LOCK DAY. Pesan saya: jangan dirayakan lagi tahun depan ya! Cukup sampai di sini saja 😀

===

Sumber gambar: gottabemobile.com

Suka-Duka (Diajak) MLM

Aaah, Multi Level Marketing. Sebuah topik pembicaraan yang tiada habisnya untuk diperbincangkan. Saya percaya kita semua pasti pernah bersinggungan dengan MLM, dari sekedar membaca brosur sampai menjadi pelaku utamanya. MLM adalah sebuah jenis usaha yang banyak menuai pujian maupun mengundang caci-maki. Perkenalan dengan MLM biasanya dimulai dengan pemaparan cerita beberapa orang yang sukses dan berpenghasilan sekian puluh juta dalam sebulan dan diikuti dengan kata-kata motivasi yang sangat memberi inspirasi.

Sampai di sini saya ingin menjelaskan dulu tentang posisi saya. Saya tidak sedang memuji-muji atau memaki-maki bisnis MLM dalam postingan ini. Saya percaya bahwa setiap orang dapat menjalankan kegiatan usahanya di berbagai bidang dan sukses, termasuk MLM. Jadi terlepas dari segala kontroversinya, saya pikir menjalankan usaha berbasis MLM tetap dapat menuai kebaikan. Tetapi dengan banyaknya jenis usaha MLM yang berkembang akhir-akhir ini saya jadi menyaksikan banyak ekses dari persaingan usahanya. Pertama, ragamnya jenis usaha MLM tersebut kadang membuat saya geleng-geleng kepala dan berkata “Ih, kok bisa ya yang begituan dibikin MLM?!” Misalnya saja jualan pulsa (sudah umum), produk kesehatan (paling banyak), sampai kepada yang unik dan membelalakkan mata seperti Paket Tour ke Holy Land (Israel & Yordania). Ajaib kan?! 😀 Kedua, semakin banyak orang yang ikut serta dalam MLM membuat saya jadi mengira bahwa semua jaringan pertemanan saya adalah para pelaku MLM, hehe. Itu juga yang membuat saya berpikir bahwa pasar MLM sekarang sudah mulai jenuh sehingga tidak ada lagi “jaminan sukses” bagi pelaku MLM kecuali kalau ia mendapat durian runtuh. Ekses ketiga adalah stigma negatif di masyarakat yang cenderung memandang pertemuan MLM, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, sebagai sarana untuk menjebak kita supaya menjadi downline-nya.

Nah, ekses terakhir inilah yang susah-susah gampang untuk ditembus sehingga menuntut kreativitas lebih dari para upline untuk mengajak calon downline guna menghadiri presentasi MLM. Beragam taktik pun ditempuh mulai dari yang santun seperti mengajak “bisnis” sampai ajakan-ajakan lain, yang sekilas tampak normal, namun ternyata “ditunggangi” MLM. Apa sajakah itu?!

Continue reading Suka-Duka (Diajak) MLM

Nama Besar

Salam jumpa,

Saya menulis di blog baru ini terus terang karena sedang kesal; kesal kepada hosting company saya yang sering kali down. Masalah down dan tidak bisa diakses ini sudah terjadi 5 kali hanya dalam waktu 30-40 hari terakhir. Hebat ya. Ternyata nama besar sebuah perusahaan tidak menjamin mutu pelayanan yang terjaga.

Blog gratisan ini saya buka kalau-kalau nanti saya putuskan untuk menutup akun hostingan berbayar tersebut. Yah lihat nanti sajalah.

Hemat Air Bersih Mulai Dari Rumah Sendiri (Blog Action Day 2010)

Air bersih adalah hajat hidup setiap manusia di muka bumi dan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar-tawar lagi; entah ia hidup di tepi mata air, pulau terpencil, atau di gurun pasir. Meski tingkat kebutuhan setiap orang akan air itu sama, nyata persebaran air bersih yang dapat digunakan bagi kebutuhan dasar kita tidak merata. Alasan geografis menjadi salah satu kendalanya selain ketidakmampuan atau ketiadaan peralataan dan teknologi yang memadai untuk mencapai sumber-sumber air bersih tersebut. Berikut contoh ketiadaan sumber air bersih oleh karena hambatan geografis.

clipped from vibizdaily.com

Minggu, 18 Juli 2010 | 11:36 WIB

Tidak Ada Air Bersih, Warga NTT Minum Air Kali

(Vibizdaily-Nasional) Warga tiga desa di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terpaksa mengkonsumsi air kali, karena tidak ada jaringan air bersih yang masuk ke wilayah mereka.
Menurut Camat Kota Baru Gabriel Dala, tiga desa di kecamatannya yang belum menikmati fasilitas air bersih itu adalah Desa Tou, Tou Timur dan Desa Kota Baru.
“Kondisi yang dihadapi masyarakat tiga desa itu, boleh dikata sudah turun-temurun. Ada proyek air bersih yang masuk ke wilayah kami, namun sampai detik ini belum mendistribusikan air ke pemukiman penduduk,” katanya.
Untuk kebutuhan sehari-hari, ada warga yang mengandalkan air sumur, namun hampir sebagian besar warga tiga desa itu memanfaatkan air kali yang jaraknya sekitar satu kilometer dari pemukiman mereka.
blog it

Artikel di atas menggambarkan kondisi umum yang dihadapi oleh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tanah yang didominasi oleh bebatuan cadas akibat pengangkatan dasar laut di masa purba mengakibatkan air tanah tidak dapat menembus tanah terlalu dalam dan pohon-pohon tidak dapat tumbuh subur. Akibatnya warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih atau sekedar memanfaatkan air kali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini masih diperburuk oleh pencemaran air akibat pembuangan limbah masyarakat atau pabrik.

Continue reading Hemat Air Bersih Mulai Dari Rumah Sendiri (Blog Action Day 2010)

Ragam Kearifan Lokal di Perpustakaan

Indonesia Book Fair 2010 telah selesai digelar selama sepekan pada tanggal 2-10 Oktober 2010 lalu. Ajang pameran buku ini adalah event tahunan kedua selain Pesta Buku Jakarta yang biasanya berlangsung pada pertengahan tahun. Setelah tahun lalu Indonesia Book Fair 2009 diadakan di JCC Jakarta, kali ini IBF 2010 bertempat di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Saya berkesempatan mengunjungi pameran buku ini dalam 2 hari dan banyak kesan yang didapat.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Ikapi dan kerja keras pihak penyelenggara, saya melihat bahwa pameran kali ini skalanya lebih kecil daripada tahun lalu. Ini terlihat dari pemilihan venue di Istora yang tidak cukup menampung jumlah peserta pameran sebanyak tahun kemarin. Kemudian partisipasi peserta asing yang tahun lalu cukup beragam yakni dari Iran, Brunei Darussalam, Malaysia, dan ISEAS, tahun ini hanya memasukkan Asosiasi Penerbit Buku Malaysia (MABOPA) saja sebagai peserta. Itu pun setelah dikunjungi, ternyata MABOPA hanya menyewa 2 booth yang “kosong” alias tidak diisi sama sekali kecuali brosur-brosur KL Book Fair dan tanpa dijaga seorang pun. Saya menduga memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini turut membuat peserta dari Malaysia tersebut ragu-ragu untuk datang. Namun absennya penerbit Malaysia ini cukup tergantikan oleh event “Meet & Greet” pengisi suara Upin & Ipin yang cukup menyedot perhatian pengunjung. Saya sempat kecewa karena tidak menemukan stand Dewan Bahasa & Pustaka Brunei di sini; sudah 2 tahun terakhir ini saya membeli buku-buku terbitan DBP karena ingin mengintip sastra Melayu Brunei, dan sungguh menarik membaca prosa dan puisi yang mereka terbitkan. Selebihnya stand-stand diisi oleh penerbit buku yang sudah biasa berpameran di Jakarta, namun lagi-lagi saya melihat tidak semua penerbit berpartisipasi. Meski demikian, ada yang berbeda di salah satu sayap Istora pada kali ini. Apakah itu?

Salah satu sayap di gedung Istora ini dikhususkan bagi Indonesia Library & Publisher Expo 2010. Isinya adalah pameran perpustakaan nasional dan beberapa perpustakaan daerah, perpustakaan Mahkamah Konstitusi, dan IKAPI Riau. Sayangnya hanya beberapa perpustakaan daerah yang turut serta padahal space sayap ini masih banyak kalau ingin dimaksimalkan; sisa space malah diisi oleh penerbit buku, toko buku bekas, bahkan kursus bahasa asing. Mari kita telusuri beberapa perpustakaan daerah ini beserta koleksi-koleksinya.

Continue reading Ragam Kearifan Lokal di Perpustakaan