Gitu Aja Gak Bisa?!

Beberapa hari lalu di kelas Business English saya di Cikampek, kami belajar dan berlatih tentang ‘Ability’, yaitu tata bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘can’. Misalnya ‘I can play a guitar’, ‘I can speak 3 languages’, ‘I can make calls and type emails at the same time’, dan beberapa lagi. Seisi kelas diminta membuat list kemampuan yang masing-masing lalu menguji rekan-rekan mereka, apakah mereka juga mempunyai kemampuan yang sama. Tujuan survei tersebut adalah mencari orang yang serba bisa dalam mengerjakan berbagai hal, tentunya sesuai standar subjektif si pembuat survei. Lalu suasana kelas berubah riuh dengan para karyawan pabrik yang berjalan kesana-kemari, menarik-narik rekan mereka untuk diajak wawancara, dan ‘memamerkan’ kebolehan mereka. Ah, kelas yang riuh bercakap-cakap adalah kelas yang hidup; suasana yang sangat saya sukai.

Wajarlah kita sebagai manusia cenderung memamerkan kemampuan kita dalam berbagai kesempatan, misalnya di panggung, menuliskannya di CV, sampai menggunakannya untuk menggaet calon pasangan. Namun jika kita ditanya ‘apa yang Anda tidak bisa lakukan’, selugas itukah Anda menjawab?

Saya pikir setiap orang mempunyai kelemahan dasar yang jika diungkapkan akan memalukan, khususnya bila semua orang di sekelilingnya mampu melakukannya sementara hanya dia sendiri yang tidak bisa. Semakin sepele hal itu, semakin memalukan sampai memicu komentar orang-orang: “Gitu aja gak bisa?!” Misalnya apa? OK deh, mulai dari saya sendiri dulu ya.

1. Bersiul

Saya termasuk penyanyi kamar mandi yang cukup kawakan meski belum pernah teruji di lomba-lomba; baru sebatas karaoke bersama teman-teman saja. Namun yang tidak pernah saya dapat lakukan adalah membentuk bibir dan mulut sedemikian rupa sehingga udara dan suara dapat mengalir keluar dalam bentuk siulan. Yang keluar justru bunyi-bunyi mirip desahan fals dan mentok di nada-nada tengah; tidak mampu turun ke nada rendah dan gagal pula mencapai nada tinggi. Lidah saya sepertinya tidak cukup lentur untuk bersiul. Lain halnya dengan adik saya yang selain mampu bersiul, dia juga mampu melipat lidahnya. πŸ˜›

2. Berenang

Saya menyalahkan trauma masa kecil; diceburkan ke kolam dalam dan saya menjerit histeris. Selepas itu pengalaman berenang saya semasa sekolah dan kuliah bisa dihitung dengan lima jari. Selain takut masuk ke kolam renang, saya juga waswas bila berdiri terlalu lama di bawah shower kamar mandi. Oleh karena itu juga saya membenci liburan ke pulau atau pantai. Namun sekali waktu trauma ini terpaksa dihadapi ketika saya menghadapi pekerjaan di Papua dimana saya harus tinggal di kapal selama seminggu dan berperahu di laut lepas sepanjang hari. Untuk hal ini, bolehlah saya berbangga dapat berkata bahwa saya sudah mengurangi ketakutan terhadap air dan mampu berenang secara terbatas di usia … tahun ini. πŸ˜€

3. Bermain bola

Kalau yang ini mungkin Anda para perempuan tidak terlalu mengernyitkan bahu, namun para pria pasti paham betul dalam kaitannya dengan peer pressure semasa sekolah. Saya benar-benar tidak mampu menendang bola dengan baik dan tidak mengerti bagaimana bermain dalam tim sepakbola. Bukan hanya sepakbola; segala jenis permainan menggunakan bola tidak saya pahami. Sewaktu SD, peran saya dalam tim hanya sebatas pemain yang paling dekat dengan gawang sendiri (apa itu namanya?) dan jarang sekali maju merebut bola. Acap kali teman-teman menertawakan saya dan hanya bisa saya balas dengan nyengir kecut. πŸ˜€ Karena itulah sampai sekarang saya tidak pernah antusias menonton pertandingan sepakbola kecuali Piala Dunia.

***

Jadi begitulah, tiga hal yang tidak mampu saya lakukan. Poin ke-1 mungkin berkaitan pula dengan struktur mulut sehingga saya tidak ambil pusing. Namun ada perasaan menyesal karena saya tidak sanggup menaklukkan tantangan ke-2 dan ke-3 di atas hingga kini. Meski demikian ada pelajaran penting yang saya ambil justru dari kata-kata yang terucap sendiri, yakni ketika aktivitas di kelas tersebut memasuki feedback. Dalam sesi tersebut kami menemukan bahwa si A gagal dalam satu ketrampilan namun luar biasa pada ketrampilan lain. Kemampuan si B dan si C berbeda lagi, dan seterusnya. Akhirnya kami sampai pada kesimpulan bahwa ketidakmampuan dalam satu bidang tidak mengurangi prestasi baik dan keberadaan orang tersebut secara keseluruhan, namun justru menjadi pengingat bahwa kita manusia yang tidak sempurna sehingga senantiasa hendaknya rendah hati.

Adakah hal yang tidak kamu kuasai? Ditunggu sharing-nya. πŸ˜€

===

Sumber gambar: weirdworm.com, buzzhealthy.com, photosharingscript.net

Advertisements

48 thoughts on “Gitu Aja Gak Bisa?!

  1. Samak! Gue juga gak bisa berenang, tahun 2011 malah sampai less dan bayar guru privat tapi tetep gak bisa =)) tobaaat deh.
    Siul juga gak bisa, maen bola juga gak bisa (tapi daku kan cewek)

    Eh Brad kamu bisa masak gak? Aku bisa dooonk
    *bangga sombong* hahaha

    Padahal yg ditanya gak bisanya apa, gue malah jawab apa 2 yang bisa gue lakukan =))

    Like

  2. AHAHA. SAMA!

    Saya juga ndak bisa ketiganya itu. Berenang sih agak bisa ya, tapi ndak bisa siul, apalagi main bola. Bola yang lain sih bisa, eh. Kasti? Bekel? Saya bisaaa! *nyengir*

    Saya juga ndak nyanyi. Biasanya dihujat massal kalau mulai nyanyi, ndak ada nadanya, katanya. Flat -__-

    Ndak bisa mengendarai kendaraan apa pun :((

    Like

  3. Bener banget ini emang terkait dengan peer pressure yang kadang justru lebih berat dibandingkan dengan perkara yang dipermasalahkan.

    Tapi kalo bagi orang yang optimis justru gampang balikin nya. Tinggal tunjukin kemampuan kita yang unik dan nggak semua orang bisa, lalu berprestasi dengan kemampuan itu.

    Like

  4. waah, kalo bersiul sih bisa. untuk memanggil ular terkadang berguna *ini apaa?*

    berenang, setelah 3 bulan hampir tenggelam di kolam renang, akhirnya bisa gaya katak 200 meter bolak balik. skarang fokus ke gaya dada #sombong

    bola? idem. ngapain sih 1 bola dikejar sama 22 orang? kayak gak ada kerjaan lain aja.

    Like

  5. Sekali-sekali jalan2 ke Kampungku di Malili, disana ada sungai yang bagus untuk berenang.. πŸ˜€

    Dan sepertinya saya nda pernah ingat kapan sy belajar berenang, lupa. mungkin kondisi lingkungan juga yg membuat kita pintar berenang dgn gaya sebebas bebasnya.. :D. tiap hari jika pulang sekolah dengan kawan2 langsung buka baju dan nyempung disungai.. hehe. Keep spirit bro..! u can do it.. πŸ˜‰

    Like

  6. Sy sukanya berenam, apalagi bertujuh atau berdelapan πŸ˜€
    soal seni musik sy PAS…
    Gak bisa nyanyi,gak th main alat musik :))
    Tahunya play winamp hehehe

    Like

  7. saya juga tidak bisa melakukan apa yang om Brad tidak bisa di atas πŸ˜€ tosss ah πŸ˜€
    terus saya tidak bisa naik sepeda + sepeda motor, tidak bisa manjat pu’un, tidak bisa sabar, tidak bisa kalem, tidak bisa ngomong pelan, tidak bisa sok bodoh, tidak bisa sok malas hahahahahahaha banyak kaaaaaan πŸ˜€ eh beberapa yang terakhir itu ga aci ya? biarlah biar panjang aja komennya hahaha

    Like

  8. Hal yang gak saya kuasai? Memegang laba-laba! Bang Brad udah lihat posting-an saya yang ini?

    Dan… perihal berenang, saya terakhir kali berenang pas SMP. Yeah, sudah bertahun-tahun lalu.

    Bersiul… saya sendiri terkejut dengan kemampuan saya bersiul. Saya ingat sekali, tahun 2010 saya masih belum bisa bersiul. Saya sampe minta diajari adik saya. Tapi tiba2, di tahun 2011 kemarin, saya bisa bersiul! πŸ˜† Entahlah, saya cuma asal monyongin bibir, dan ternyata suaranya keluar. πŸ˜†

    Like

  9. yang penting Oom Brad berani memerangi ketakutan Oom Brad akan air, err…hydrophobia…terlalu jauh kah untuk disebut demikian? yang perlu ditakutkan dari ketakutan itu adalah ketakutan itu sendiri #halah
    sudah melawan rasa takut itu dengan pergi ke Papua padahal harus melawan perairan dan bepergian dengan perahu kemana-mana. Sesuatu banged kata mbak Sya***** hihihihi

    kalau saya harus ngaku, mmm… saya nggak bisa… handstand. πŸ˜€

    Like

  10. Saya juga gak bisa bersiul om…. πŸ˜†
    Dikit2 bisa sih, tapi kalo siulan yang mirip nyanyian itu saya gak bisa, hahaha… πŸ˜€

    Btw, om Brad mau saya ajarin renang?
    Sini om, ayo ke Jayapura, saya privatein πŸ˜›

    Soal main bola, saya bisa main mas, tapi mainnya kacau skali.
    Maklum ya, gak doyan kejar2 bole, mendingan kejar2 cwek, hahahahaah…. πŸ˜†

    Like

  11. ga bisa menggetar-getarkan lidah biar bisa bunyi “rrrrrrrrrr” alias cadel. tapi ga cadel2 amat kok. getarnya cuma sekali. jadi cuma bunyi “rr” bukan “rrrrrrrr”. alhamdulillah bermanfaat juga sih cadel model gini. hihihi…

    Like

  12. Berkunjung.
    Ulasan yang amat menarik.

    Saya ?. Saya juga tidak bisa berenang, tapi bisa bersiul dan agak bisa bermain bola. Perlu digaris bawahi “agak” berarti tidak jago. Hehe..

    ditunggu post selanjutnya.

    Like

  13. Kalo aku paling gak bisa berenang sambil bersiul dan main bola sekaligus πŸ˜€
    Kalo berenang gaya anjing dan gaya batu bisa, bersiul dikit-dikit lah, main bola pernah jago tapi sekarang sudah tidak lagi πŸ™‚
    Nah, yang bikin aku sering sebel (karena kadang orang gak mau perhatiin) adalah aku gak bisa … ninggalin shalat, insya’Allah.

    Like

  14. Saya senang sekali baca dengan tulisan di akhir artikel ini -” ketidakmampuan dalam satu bidang tidak mengurangi prestasi baik dan keberadaan orang tersebut secara keseluruhan, namun justru menjadi pengingat bahwa kita manusia yang tidak sempurna sehingga senantiasa hendaknya rendah hati”-
    Kalau saya paling tidak bisa menggambar,gak ngerti tentang mesin kendaraan,gak bisa menulis sebagus oom Brad,gak bisa memperbaiki grammar English saya πŸ˜€ ,pokoknya saya banyak gak bisanya..kasihan deh gw

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s