Tag Archives: business english

Did You Celebrate Valentine’s Day?

Lu ngerayain Valentine gak?

Pertanyaan itu menjadi highlight di kelas saya sepanjang minggu lalu. Pertanyaan ini menjadi hangat untuk diperbincangkan karena memang perayaan Valentine baru saja lewat, dan seperti biasanya di Indonesia, kontroversi selalu menyertai, terutama dari para orang tua atau penganut agama tertentu yang merasa bahwa perayaan yang berasal dari Barat ini berpotensi merusak pergaulan para remaja dan mengarah ke seks bebas. OK, perdebatan boleh hangat di media massa dan online. Namun bagaimanakah murid-murid saya memandangnya?

Continue reading Did You Celebrate Valentine’s Day?

Advertisements

Gitu Aja Gak Bisa?!

Beberapa hari lalu di kelas Business English saya di Cikampek, kami belajar dan berlatih tentang ‘Ability’, yaitu tata bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘can’. Misalnya ‘I can play a guitar’, ‘I can speak 3 languages’, ‘I can make calls and type emails at the same time’, dan beberapa lagi. Seisi kelas diminta membuat list kemampuan yang masing-masing lalu menguji rekan-rekan mereka, apakah mereka juga mempunyai kemampuan yang sama. Tujuan survei tersebut adalah mencari orang yang serba bisa dalam mengerjakan berbagai hal, tentunya sesuai standar subjektif si pembuat survei. Lalu suasana kelas berubah riuh dengan para karyawan pabrik yang berjalan kesana-kemari, menarik-narik rekan mereka untuk diajak wawancara, dan ‘memamerkan’ kebolehan mereka. Ah, kelas yang riuh bercakap-cakap adalah kelas yang hidup; suasana yang sangat saya sukai.

Wajarlah kita sebagai manusia cenderung memamerkan kemampuan kita dalam berbagai kesempatan, misalnya di panggung, menuliskannya di CV, sampai menggunakannya untuk menggaet calon pasangan. Namun jika kita ditanya ‘apa yang Anda tidak bisa lakukan’, selugas itukah Anda menjawab?

Continue reading Gitu Aja Gak Bisa?!

SWOT Analysis 101

As a trainer for Business English classes I often find myself having interesting conversations with the students on various topics other than the English language itself. Teaching Business English has double advantages, which are sharing our language inquisition methods and also learning sound knowledge of business using the students as resources. When I started teaching business classes I would sometimes become nervous because of lack of reference on topics to provide. However as we progressed we then realized that our task is not to feed them with knowledge; instead we should extract them from the students’ minds. By doing so they are unconsciously practicing speaking and gaining more confidence with their own fresh ideas.

In the past few weeks we have come to an interesting topic through one of the units in the ‘First Insights to Business’ book, that is ‘Troubleshooting’. The first task in the unit is to assess the past state of a fashion model agency that had not gained profit due to mismanagement. Then entered Jonathan Phang, a brilliant Managing Director who took the risk by hiring, if not hijacking, fresh models from other agencies. When we finally read that his maneuvers were successful, we were asked to look at the key facts and performed a SWOT Analysis on them. Now what is it all about?!

Continue reading SWOT Analysis 101

Inventing A Company

Semalam kelas kami memasuki sesi communication skill kedua, yaitu Presentation. Dalam sesi ini, selain kita melatih siswa untuk melakukan presentasi sederhana tentang job description dan profil perusahaan, di akhir pelajaran siswa diminta membuat sebuah business plan sederhana tentang usaha #imajiner yang ingin mereka bentuk untuk kemudian dipresentasikan di depan calon kreditor, dalam hal ini saya (selaku pihak bank).

Siswa kemudian mengeluarkan ide yang sudah lama melekat di kepalanya, yaitu membuka usaha bakery & coffee shop. Dalam tugas ini, usaha tersebut dikondisikan telah berjalan selama 1,5 tahun dan pemiliknya hendak meminjam dari bank untuk perluasan usaha. Paragraf berikut ini akan mengisahkan beberapa pokok kondisi usaha dan target yang hendak diraih. Tugas Anda: mempertimbangkan semua kondisi tersebut dan memutuskan apakah si pemilik layak mendapatkan kredit bank.

Continue reading Inventing A Company