Maluku dari Udara

Bagi orang Indonesia, pulang kampung tentunya menjadi peristiwa istimewa yang selalu disambut gembira dan dirindukan kala sedang di perantauan, apalagi bila kita sudah lama sekali tidak pulang kampung. Namun apa jadinya jika kita mengaku berasal dari satu daerah yang bahkan sama sekali belum pernah kita kunjungi?

*tunjuk tangan* Saya berasal dari Maluku namun belum pernah sekali pun pulang kampung ke Maluku. Keluarga tidak ada, rumah dan tanah tidak ada; Ambon dan Maluku menjadi asing bagi saya. Sampai akhirnya sebuah kesempatan datang tahun lalu untuk mengunjungi Papua, dan perjalanan ke sana melibatkan transit di kota Ambon! Hanya sekejap, masing-masing 1 jam saja di Bandar Udara Pattimura. Namun pemandangan alam dari pesawat dan suasana bandara sudah cukup membuat saya terharu. Saya biarkan saja gambar yang bercerita ya. Foto-foto diambil saat perjalanan udara dari Fakfak, Papua Barat, menuju Ambon (19/Nov/2011):

Pulau Seram yang megah

 

Kalau menerka-nerka posisinya, mungkin ini Pulau Saparua

 

Kota Ambon dari udara

 

Suasana Bandara Pattimura, Ambon

 

Wings Air sedang bersiap terbang ke Tual

 

Narsis di bandara itu wajib!

Β Hanya sekejap saja saya berada di Ambon dan harus dalam-dalam menekan keinginan untuk kabur dari klien dan pergi ke pusat kota. πŸ˜€ Apalagi teman-teman yang saya kenal di Komunitas Blogger Maluku ‘Arumbai’ mulai banyak dan mereka menantikan si Ambon Kaart ini datang untuk pertama kalinya di tanah leluhur. Seperti kata Almascatie, belum sah kalau belum sungkem di depan patung Christina Martha Tiahahu dan menceburkan diri di Pintu Kota. πŸ˜€

Meski pengalaman saya bersama Arumbai sepanjang tahun 2011 hanya sebentar melalui beberapa kali kopdar singkat di Jakarta, Bogor, dan Sidoarjo, banyak momen berkesan di tahun lalu seperti ketika teman-teman Arumbai memperdebatkan soal pergantian nama dan pembangunan portal baru. Saya dipercayakan untuk membantu sebagai web admin meski posisi saya jauh di Jakarta. Kehangatan teman-teman di Ambon sungguh terasa sampai di sini. Semoga di tahun ini kita dapat berjumpa lagi. πŸ˜€

Kamu punya kenangan khusus dengan Arumbai? Atau hanya sekilas mendengar nama dan aktivitasnya saja? Ditunggu komentar, saran, dan kritiknya bagi kemajuan Komunitas Blogger Maluku dalam Lomba Blog Arumbai 2012 yang bertema ‘Refleksi Arumbai 2011’. Tentunya selain merefleksikan pengalaman tahun kemarin, kita juga mempunyai harapan bagi Arumbai di tahun ini. Lomba ini terbuka untuk siapa saja yang memiliki blog di seluruh Indonesia. Catat syarat dan ketentuannya di sini, dan dapatkan hadiah menarik. πŸ˜€

Arumbai tomma!

Advertisements

45 thoughts on “Maluku dari Udara

  1. Kota ambon memang indah jika dilihat dari udara, apalagi jika sempat naik fery ke Kota ambon dari bandara.. sungguh pemandangan yg asyik. bulan lalu sy sempat kesana, jadi mau posting juga nih tentang Bumi maluku.. πŸ˜€ .

    Salam buat kawan2 di Arumbai.., kemarin sebenarnya pengen sekali jumpa.. πŸ™‚

    Like

  2. Sam[ai umur tua begini saya belum pernah sekalipun main ke Maluku. Tapi kalau jalan2 ke pulau ambon no 96 sih pernah πŸ˜†

    salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Like

  3. Oom Brad, dirimu tahu tidak, saya pernah denger kalau Ambon itu punya 20an Pintu Kota? *mohon konfirmasinya yah either salah atau ngga*

    jadi dirimu mau diceburin 20an kali juga? hihihihi….

    *atau pintu kota itu merefer pada batu berlubang seperti gerbang yang ada di tepi laut itu ya?*

    Like

  4. jadi kemaren cuma mampir di bandaranya doang om brad?? walaaahh, hahahahha.. berarti masih mending dhe yaa.. meskipun ke jogja baru bisa dihitung pake tangan, tapi udah pernah menatap langsung tugu jogja.. πŸ˜€

    Like

  5. Memang Indonesia itu sangat indah, mulai dari Sabang sampai Merauke…
    Selama ini baru menjelajahi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan. Pengen juga menjelahi ke wilayah timur.
    Selamat Natal dan Tahun Baru, Pak Brad… Semoga semakin sukses di tahun 2012 ini.

    Like

  6. Kamu kayak temenku, orang Batak tapi gak pernah ke Sumut. Trus pas dia putus2 sambung terus, ortunya nyuruh dia ke Medan ngunjungin keluarga2 jauh. Setahun kemudian dia married.

    Nah, baca postingan ini, apakah artinya gue akan terima undangan tahun ini? #disepak

    Like

  7. Halo kakak Brad.

    Baca postingan ini saya langsung kangen sama Ambon. Dulu sempat sekolah di SDN 1 Sirimau-Ambon, tapi cuma 2 tahun. Terus pindah lagi ke Makassar.

    Pintu Kota saja saya baru tahu setelah baca-baca di blognya teman. Dulu cuma sempat jalan-jalan ke Pantai Liang dan Natsepa πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s