Berbagi Proses Menulis (2)

Hi friends,

Hari ini seperti biasa saya menemukan kembali topik menarik dari Daily Post. Saya akui bahwa gerakan menulis tiap hari (atau tiap minggu) yang mereka jalankan berupa pelemparan ide blog sangat membantu saya yang ingin konsisten menulis namun seringkali tidak ada ide. Nah, topik yang diketengahkan kali ini adalah:

How do you find your muse?

When you sit down to blog, or have a creative project of any kind you need to work on, how do you get yourself motivated to do it? What are your rituals or habits?

Ah, sepertinya saya harus melanjutkan sharing tentang proses menulis seperti postingan sebelumnya di sini.

Seperti yang pernah saya ungkapkan sebelumnya, saya pernah menulis di blog dengan panjang tulisan yang menakjubkan namun bisa juga membosankan: 1000 kata. Kecepatan rata-rata saya menulis bervariasi dengan rentang waktu 30 menit sampai 4 jam. Apalagi kalau topiknya berat, saya bisa mendiamkan postingan tersebut semalaman. Nah, kalau saya sedang menulis biasanya saya menjalankan ‘aktivitas’ lain yang mengiringinya. Tidak pernah bisa saya duduk diam berkonsentrasi selama berjam-jam; mesti ada distraction. Apa saja itu?

1. Browse the net

Ini dia distraction nomor 1 walau kadang justru berguna. Saya selalu berusaha mencari gambar yang mendukung postingan sehingga Google Image pasti selalu terbuka di tab lain. Namun tidak jarang juga saya berkutat di milis, twitter, atau browsing-browsing gak jelas. 😀

2. Nonton TV

Paling ‘sedep’ kalo ngeblog sekitar jam 10 pagi kayak gini ditemani FTV SCTV. 😀 😛 😀

3. Makan/minum

Kalau makan sih nggak ya, tapi minimal teh hangat harus tersedia di samping laptop.

***

Itulah beberapa ritual yang saya jalankan sembari menulis, bahkan ketika menulis postingan ini. Intinya sederhana: saya butuh aktivitas lain agar tidak jemu duduk di depan laptop saat menulis sehingga menyerah. Menulis, apalagi cuma di blog, harus menjadi aktivitas fun dan santai, tidak perlu menganggapnya sesuatu yang berat karena tidak ada ide atau tidak tahu cara menuangkannya.

Gimana sih caranya konsisten menulis setiap hari?

Pertanyaan ini sering diajukan pada saya. Terus terang saya tidak pernah berkomitmen menulis setiap hari lo, kebetulan saja dua bulan terakhir ini semangat menulis memang sedang membara. 😀 Bagi saya, kunci untuk dapat menulis secara konsisten adalah mengamati dan mendengarkan lingkungan sekitar lebih banyak; entah itu dari obrolan dengan orang lain, hal-hal yang dilihat di jalan, atau yang ditemukan di internet. Tidak ada alasan kita tidak punya ide karena aktivitas kita yang kaku atau tidak ada kesempatan jalan-jalan ke luar kota; bahkan orang yang seharian duduk saja tanpa keluar rumah pun bisa memiliki ide yang menarik untuk dibagikan. Satu lagi, jangan pernah bertanya Apakah ide ini layak ditulis di blog? Ingat, kita menulis untuk kepuasan diri sendiri dulu; pandangan orang lain dapat diprioritaskan di urutan kedua. Jadi keluarkan dulu apa saja yang ada di kepala Anda, baru setelah itu Anda boleh membaca ulang dan mempertimbangkan aspek-aspek lain ketika postingan itu diluncurkan.

OK, di akhir tulisan ini saya ingin membagikan sebuah video dari Scott Berkun, seorang team leader di WordPress.com sekaligus penulis buku. Ia memberikan tips bagaimana menulis postingan minimal 1000 kata. Simak video yang berisi komentarnya ketika sedang menulis ya. 😀

Advertisements

34 thoughts on “Berbagi Proses Menulis (2)

  1. Horeeeeeeee………………………..
    sepertinya hari ini akan menjadi hari yang baik hahaha

    ok, tadi saya juga udah mampir ke youtube itu, dan amazing aja ngeliatnya.

    satu pelajaran dari om pagi ini buat saya adalah menulislah untuk kepuasan diri sendiri dulu! Yes, i’m doing that! Sempat sih terbebani dengan hasrat menulis yang berat2 *maksudnya yang selama ini belum pernah saya tuliskan di blog saya maka topik di luar itu pastilah berat buat saya hahaha*, tapi kemudian hasrat menuliskan apa yang di kepala lebih besar, sehingga ada tulisan2 itu. Soal makna? Buat saya bermakna sekali hehehe

    pagi ini saya sedang sangat produktif, karena mampu menyelesaikan 2 tulisan, dan sekarang sedang menulis satu lagi 😀 moga2 kelar, untuk diposting besok dan luas 😀 padahal suasana hati tidak jelas, aneh kan? Hehehe

    jadi sekali lagi selama buat saya yang bisa pertamax kali ini hahaha

    Like

      1. hahahaha ga gitu juga sih
        tapi mumpung lagi bagus mood nya
        juga lagi ada waktunya, kenapa tidak? Iya toh!

        Lakukan apa yang bisa dilakukan hari ini, jangan menunggu hari esok 😛 *lebay*

        Like

  2. tipsnya yang diyoutube ditranslasikan dong opa…

    menulis selalu menjadi bagian yg menyenangkan ketika kita sudah tau ide, kata demi kata dan kalimat pun saling menyambung satu sama lain…. indahnya…
    memang butuh support data dan informasi dari yg lain…
    kalo ritual sih relatif kalo saya opa, yg jelas harus terhubung internet kadang lebih cepat ide-ide muncrat… ups… 😀 hahaha

    Like

  3. dulu sebelum punya koneksi internet di rumah, semua postingan saya jadi tanpa harus diselingi browsing, twitteran dll. pokoknya fokus di tulisan.
    teman terbaik saya adalah : rokok dan kopi..
    hihihi..
    serasa seniman banget..

    Like

    1. rokok dan kopi, kok identik banget sama laki2
      dan kenapa ketika perempuan yang menyediakan rokok dan kopi jadi teman menulis / bekerja, malah dicela? 😛

      Like

  4. Beberapa hari tidak mampir karena Opa sempat ‘hiatus’ …, mampir cuma sekedar bilang: Makasih sudah pasang lagi banner DeBlogger di sini, semoga tidak memalukan Opa 😀
    Saya sekarang sudah bisa posting mobile (dengan modem eksternal) … tapi semangat postaday-nya belum 😦

    Like

  5. ini yang saya tunggu dari dulu.
    saya orang yang paling sering kena writer’s block.
    bahkan setahun lamanya. dulu saya juga pernah ngeblog hampir selama setahun. tapi akunnya tutup karena tak ada postingan terbaru, dan lagi pula saya juga lupa username dan passwordnya… hehe

    nice posting om.
    saya nantikan rahasia-rahasia dapur penulisan om selanjutnya..
    😀

    Like

  6. Rasanya…. menulis tiap hari itu bisa, cukup mudah bagi saya (yang tiap harinya disibukkan nulis skripsi). 😀
    Hanya saja, kalo nge-post tiap hari, saya pikir itu kebanyakan. Cukup dua hari ato tiga hari sekali.
    Jadi, bedakan antara nulis tiap hari dengan nge-post tiap hari. 🙂

    Like

  7. Kalo saya si jadi semangat nulis gara2 liat blog temen2 yang update tiap hari atau liat blog yang dapet hadiah atau prestasi.. pasti jadi semangat buat nulis 😀

    Like

  8. Saya jarang sekali menulis entri panjang2 sehingga 1000 ayat.. avg sekitar 300 sahaja…tak pandai memutar ayat menjadi cantik… apa pun untuk konsisten perlu ada displin yang ketat…

    Like

  9. “Gimana sih caranya konsisten menulis setiap hari? “Pertanyaan ini sering diajukan pada saya. ” Baru aja sabtu kemaren saya tanyain 😀

    “mengamati dan mendengarkan lingkungan sekitar lebih banyak…” Saya salut sama opa Bred. Mengamati sih bisa aja, tapi meyerapnya hingga melahirkan inspirasi itu yang susah. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s