Hanya di Indonesia (1)

Cuaca di Depok siang itu panas terik. Suasana Jalan Margonda Raya yang ramai dengan pohon seadanya, ditambah lagi dengan perbaikan jalan yang seakan tiada habisnya itu membuat para pengguna jalan tidak betah berlama-lama di luar. Jadilah deretan mall di sana kecipratan rejeki dari para pengunjung yang sengaja ngadem di mall. Detos pun tak kalah ramai dengan pengunjung. Tidak jauh dari pintu masuk utama Detos, terdapat sebuah vending machine alias mesin minuman yang tampak biasa saja. Namun ketika kita mendekatinya, tampaklah sesuatu yang unik. Apakah itu?

Ya, mesin minuman ini ternyata selain tidak dijaga oleh penjual, ia tidak memerlukan uang tunai atau kartu debit/kredit untuk membayarnya. Lalu pakai apa bayarnya? Oh, rupanya minuman tersebut dapat kita bayar dengan menggunakan pulsa Telkomsel. Menarik sekali bukan?! Caranya gampang. Anda tinggal berdiri di depan minuman tersebut, lalu ikuti petunjuk yang tertera di depan mesinnya. Bagi pengguna Telkomsel, Anda tinggal menggunakan ponsel Anda dan mengetik *878*kode mesin#, lalu tekan tombol Yes/OK. Lalu akan muncul pesan konfirmasi yang harus Anda balas. Setelah itu tampilan layar di mesin akan menampilkan pesan bagi Anda untuk menekan kode minuman yang Anda pilih. Setelah Anda memasukkan kode minuman yang Anda inginkan, maka mesin itu akan mengeluarkan minuman Anda. Simple bukan?! Cocok bagi Anda yang sedang kehausan namun tidak memiliki uang receh untuk membeli minuman. Anda tinggal menggunakan pulsa ponsel Anda saja. Namun harga minumannya lumayan mahal juga, yaitu 6000 rupiah. Anggaplah itu sebagai biaya mendapatkan pengalaman unik. Hehehe.

Meski cara pembeliannya unik, bagi saya cara ini memiliki kelemahan. Pertama, tentu saja yang bisa menggunakannya hanyalah pelanggan Telkomsel, sehingga minumannya belum tentu cepat laku. Kedua, sistem keamanan transaksinya masih terdapat celah bagi penyalahgunaan. Misalnya kalau kita berdiri agak jauh dari mesin tersebut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah mengirim SMS, maka orang yang kebetulan berada di dekat mesin tersebut dapat dengan mudah memencet tombol dan “mencopet” minuman kita.

Masih tentang mesin minuman yang sama. Sewaktu saya memasuki sebuah halte busway di Koridor I, saya melihat mesin minuman itu lagi. Karena waktu itu juga sedang panas-panasnya matahari di luar, saya pun tergerak untuk mendekati mesin itu sambil mengeluarkan ponsel saya; maksudnya ingin membayar dengan cara yang sama seperti di Detos. Namun tak disangka, metode pembayaran dengan pulsa tidak berlaku di sini. Saya mencari-cari tempat memasukkan uang tunai, tapi tidak ada juga. Yang ada hanyalah tempat memasukkan “tiket” untuk membeli minuman tersebut. Nah, dari mana saya mendapatkan tiket itu? Kebingungan itu terjawab ketika seorang mas-mas mendekati saya sambil berkata “Bapak perlu tiket? Silahkan beli di saya.” Oh, jadi mas-mas itu memang tugasnya duduk di samping mesin minuman tersebut lalu menjual tiket bagi yang ingin membeli minuman. Tiket tadi kemudian dimasukkan ke dalam mesin sebagai alat pembayaran. Errr, saya malah tambah bingung. Mesin minuman itu dimaksudkan untuk menghemat tenaga manusia, bukan? Lalu buat apa ada mesin kalau masih ada mas-mas yang menjual minuman tadi?! Sungguh ironis sekali dibandingkan dengan mesin minuman di mall sebelumnya. ^^

Advertisements

38 thoughts on “Hanya di Indonesia (1)

  1. wah, ada” aja…
    berari saya ga bisa bei minuman yang di detos itu, karena saya pelanggan indosat. 😀

    klo di luar negeri pake koin kan yah…

    Like

  2. Waktu maen Skate di depok aku juga udah pernah nyobain tuh Sob…. unik banget haha… untungnya aku bawa sim Card Simpati waktu itu jadi langsung tuker N nyobain haha…. keren juga Telkomsel…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s