Kebat-kebit Belanja di Solo

Masih ingatkah cerita saya tentang kelupaan bawa kamera di Candi Gedong Songo akibat packing serabutan? Rangkaian ‘kebodohan’ itu masih belum selesai. Ketika datang ke Semarang saya dengan super santainya membawa tas gembolan kecil dengan diisi 2 kaos dan sehelai celana pendek karena tadinya saya pikir akan langsung pulang ke Jepara. Tapi rencana akhir pekan tiba-tibaΒ  buyar ketika ada SMS masuk yang mengabarkan saya harus segera ke Solo untuk menghadiri sebuah acara. Karena sudah terlanjur sampai di Semarang, mau-tak-mau saya harus langsung berangkat ke Solo naik travel.

Ada sedikit pengakuan di sini: saya belum pernah ke Solo! Dulu pernah sih, kunjungan ke beberapa pabrik tekstil. Itu pun agendanya langsung ke pabrik-pabrik setelah turun di bandara, lalu sorenya kembali lagi naik pesawat. Maka sepanjang perjalanan kali ini saya serabutan mencari hotel dan info lainnya tentang Solo. Karena rencana liburan sudah berubah menjadi urusan kerja, segala sesuatu harus dipersiapkan dengan pasti. Tidak boleh lagi asal nyelonong ke resepsionis hostel sambil berharap ada kamar termurah. πŸ˜›

Setelah sampai di Solo, saya masih punya sedikit waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan secara remote dari kamar hotel ketika tiba-tiba saya tersadar telah melupakan satu hal penting: BESOK GUE MAU PAKE BAJU APA KE ACARA ITU? Ajegile, yang ada saya bakalan diusir satpam kalau datang dengan dandanan backpacker. Terus mau belanja ke mana? Secara saya belum tau Solo, saya tidak punya pikiran lain kecuali ke mall untuk beli baju di sana. Paling tidak saya bisa ‘tutup mata’ alias percaya penuh pada kualitasnya.

Apa boleh buat, saya harus meninggalkan beberapa prinsip backpacker yang cukup nista bila dilanggar. Misalnya: naik taksi, menginap di kamar hotel minimal bintang dua, sampai berbelanja dan makan di mall! Tapi mau bagaimana lagi, demi kesuksesan saya di acara tersebut yang tentunya akan membantu karir di masa depan, pakem-pakem para petualang tersebut harus ditinggalkan dulu. Maka dengan perasaan kebat-kebit melangkahlah saya ke sebuah mall di Solo yang tidak tanggung-tanggung: MALL PALING BARU!

Lihat, kan, gambar di atas? Itu adalah lantai bawah The Park Solo, pusat perbelanjaan yang baru mulai membuka pintunya bagi warga Solo. Nah, di mall ini ada dua lantai yang ditempati METRO Department Store yang mulai menyapa pengunjung sejak akhir Oktober 2013 lalu. Sebenarnya saya sempat bingung, kok METRO Department Store belum membuka tokonya di Semarang dan malah memilih Solo sebagai toko pertamanya di Jawa Tengah? Namun saya sih dapat memahami strategi ini karena meski Solo bukan ibukota Jawa Tengah, pergerakan ekonomi dan industri di seputar kawasan ini sangat pesat, terutama tekstil. Oleh karena itu sangat wajar bagi METRO untuk membuka cabangnya yang pertama di Solo guna melesat lebih cepat sebagai pusat perbelanjaan terkemuka di Jawa Tengah. Tak dipungkiri bahwa meski Solo terkenal dengan produk-produk khas seperti batik dan kerajinan, masyarakat memiliki kebutuhan beragam dan PT. Metropolitan Retailmart hadir bagi warga Solo khususnya segmen menengah ke atas guna menjawab kebutuhan ini.

Meski suasana METRO sangat nyaman dan kinclong, saya bukanlah tipe pembelanja yang betah berlama-lama karena biasanya jika sudah memiliki kebutuhan yang pasti, waktu yang saya habiskan maksimal 30 menit saja. Jadi begitu melangkahkan kaki ke area department store saya langsung bergerak ke wilayah produk-produk untuk pria. Lihat-lihat, memegang beberapa kemeja untuk merasakan tekstur kainnya, lalu ke kamar pas untuk mencoba. Terus langsung ke kasir!

Di Men’s Department ini ada dua brand menarik perhatian yakni IZOD, brand pakaian sporty yang belum pernah ada sebelumnya di delapan gerai METRO lainnya di Indonesia. Koleksi apparel-nya sangat beragam dengan tema sportif, berjiwa muda, dan penuh warna. Koleksinya beragam mulai dari pakaian golf, shirt, poloshirt, jaket, hingga chino dan bermuda. Brand lainnya yang membuat mata saya berbinar-binar adalah High Sierra dengan koleksi tas dan koper untuk traveling. πŸ˜€

Saya ke sana bertepatan dengan hari pertama soft-opening. Belum lagi dibuka secara resmi, METRO Department Store sudah menggeber promo voucher Rp 50,000.- bagi yang menunjukkan foto mobil iklan METRO atau bagi yang beruntung terpilih dalam program 1000 Orang Pertama yang mendapat kejutan istimewa yang mendaftarkan emailnya lewat situs countdown dan menerima email konfirmasi untuk ditukar dengan voucher Rp 50,000.- di Customer Service. Seperti saya, lumayan banget dapat vouchernya! πŸ˜€

Masih kurang? Ada lagi voucher Rp 250,000.- untuk yang berbelanja senilai minimal Rp 500,000.- sampai dengan tanggal 14 November 2013 dan mendaftar keanggotaan METRO Yours Card (MYC) yang juga akan otomatis diundang ke acara Appreciation Night METRO The Park Solo tanggal 15 November 2013. Masih ada waktu seminggu lagi. Info selanjutnya sila simak di akun-akun resmi METRO di Facebook, Twitter, dan Instagram.

Waktu 30-45 menit cukup bagi saya untuk memenuhi kebutuhan mendesak guna menghadiri acara penting di Solo, dan salah satu lokasi berbelanja yang praktis ini telah membantu persiapan saya. Sekarang tinggal fokus menghadiri acara dan presentasi. Wish me luck! *komat-kamit*

Advertisements

34 thoughts on “Kebat-kebit Belanja di Solo

  1. The Park Solo itu sebenarnya lokasinya bukan di Solo, tapi di kawasan/daerah Solo Baru di mana itu termasuk dlm wilayah Kabupaten Sukoharjo, mas… Hehehe… Happy Shopping, mas… :))

    Setelah kehadiran Metro Dept Store, kini warga Solo jg menanti hadirnya The Premiere sama Blitz Megaplex… Jadi tambah gaul nanti org2 Solo *termasuk saya*

    Like

    1. eh bukan nista kak, tapi punya prinsip *ehem*

      iya sih, voucher berapapun pasti gak cukup. kemaren ‘total kerusakan’ gw lumayan juga loh πŸ˜€

      Like

  2. Eh di Solo ada mall? Kok saya nggat tau? #nggakterima

    Soalnya beberapa kali ke Solo kemarin, secara punya adik ipar orang Solo-Sragen hehehe

    Makasih ya pocer nya, buat saya kan? #eh

    Like

  3. Mol memang bisa jadi tempat rujukan tepat kalau kebingungan cari sesuatu. Kalau di Nganjuk sini, mol nggak ada. Jadi harus nanya nanya dulu kalau beli ini di toko apa, beli itu di toko mana…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s