Padalarang yang Muram

Jika kita melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung dengan mobil, kita akan melewati tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang). Perjalanan kita di tol Cipularang akan berakhir di pintu tol Padalarang Barat sebelum kita masuk ke jalur tol lainnya menuju pusat kota Bandung. Pada masa sebelum tol Cipularang dibangun, daerah Padalarang berperan penting karena menjadi pintu gerbang utama tol yang menuju Bandung dari arah Jakarta, Purwakarta, dan Cianjur. Inilah gambaran umum tentang Padalarang yang kita rekam: tempat transit. Lalu adakah keistimewaan daerah ini?

Padalarang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Kecamatan ini berbatasan dengan Kota Cimahi dan umumnya dikenal sebagai pintu gerbang tol menuju Bandung. Sebenarnya kalau kita lihat sekilas, wajah kecamatan ini tidak ada bedanya dengan daerah-daerah lain di Jawa yang dilewati oleh jalur transportasi utama. Artinya: akan ada pasar yang ramai, macet dan semrawut, lalu ada pabrik di sana-sini, rumah-rumah penduduk, dan ladang persawahan dan perkebunan. Gambaran itu memang benar. Namun ternyata ada pula tempat-tempat menarik yang bisa kita kunjungi. Tempat paling utama yang bisa kita datangi adalah Kota Baru Parahyangan. Wilayah pemukiman yang memposisikan diri sebagai kota berwawasan pendidikan ini terletak tidak jauh dari pintu tol Padalarang dan memiliki fasilitas umum yang tidak jauh dari lokasi perumahan suburban Jakarta. Namun yang menarik adalah adanya taman ilmu pengetahuan (science park) dan jam matahari (sundial) yang menarik pengunjung anak-anak. Selebihnya, kesan saya mengenai tempat ini umumnya sepi. Lalu-lintas di sini hanyalah bagi penghuni dan tamu; terlihat jelas dari sepinya ruko-ruko yang ada di sini karena tidak dilewati oleh jalan utama. It’s bad for business.

Lalu tidak jauh dari Pasar Padalarang kita akan melewati Situ Ciburuy; danau yang cukup ramai dikunjungi terutama pada hari Minggu dimana pengunjung dapat menaiki perahu bebek di danau. Saya tidak pernah berkunjung ke sini, namun sepanjang pengamatan saya setiap kali melewati danau ini, terlihat bahwa danau tersebut cukup kotor oleh sampah. Sayang sekali.

Industri yang berkembang di sini umumnya adalah industri tekstil, terutama di daerah yang berbatasan dengan Cimahi yakni Jalan Batujajar. Selain itu ada pula industri pengolahan batu kapur dan granit di wilayah pegunungan kapur terbesar di Indonesia yang terletak di luar kota Padalarang arah Purwakarta. Kemudian ada banyak toko-toko dan restoran kecil yang memajang kerajinan kayu dan tape singkong di sepanjang jalan sekitar pegunungan kapur ini, berdampingan dengan toko-toko kerajinan batu nisan dan pahatan granit. Industri pengolah batu kapur seringkali mengeluarkan asap hitam yang menyesakkan dada pengguna jalan.

Dahulu kala, jalur Purwakarta-Padalarang adalah urat nadi transportasi antara Jakarta dan Bandung, serta wilayah lainnya di Jawa Barat. Ramainya jalur ini turut membawa berkah bagi masyarakat terutama pedagang kerajinan kayu dan warung-warung makan. Namun setelah tol Cipularang diresmikan, jalur mendadak sepi dan berimbas langsung pada para pedagang tadi; toko-toko mereka masih terlihat dipenuhi barang namun tidak ada satu pembeli pun yang datang. Meskipun aktivitas industri terlihat tidak terganggu, namun bagi pedagang kecil seperti Iman yang bekerja di kios tempe goreng di dekat BCA KCP Padalarang, pembeli yang mampir membeli tempe goreng sudah jauh berkurang. Padahal dulu para pembeli (termasuk saya) sering antri membeli tempe gorengnya yang khas karena gurih dan renyah.

Bagi sebuah daerah yang tidak memiliki icon khusus yang mampu membangkitkan citra dan aktivitas perekonomiannya seperti Padalarang, pemerintah daerah dan masyarakat harus bekerja ekstra keras menggerakkan roda perekonomian yang beragam agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya. Namun sejauh ini dalam pengamatan saya sebagai pendatang, kecamatan ini masih terlelap dalam tidurnya. Pembangunan memang tidak serta-merta terlihat; kebijakan seorang pemimpin daerah baru nyata terasa bertahun-tahun sesudah ia turun jabatan. Butuh pemimpin yang berpikiran maju ke depan untuk membangun setiap daerah di Indonesia, termasuk Padalarang.

Advertisements

25 thoughts on “Padalarang yang Muram

  1. jadi inget gua punya temen tinggal disono
    tapi gua lupa rumahnya yang mana (doh)

    dulu tu daerah macetnya bisa sampe cipatat sekarang sepi kali ya

    Like

  2. Saya pernah menjajal Padalarang. Niatnya sich mau melihat kehidupan di balik Cipularang dan Purbaleunyi yang ramai itu. Di balik jalan tol tersebut, pemandangan indah tersebar di banyak tempat di wilayah ini. Mau berfoto dengan latar jalur kereta api dan jalan tol? cuma disini, tempatnya! Deretan sawah yang masih hijau, jauh dari keramaian, ternyata jalur ini sangat menarik alih-alih jalan tol yang tidak bernyawa itu. Menjelajahi Purwakarta – Plered – Cikalong Wetan – Padalarang – Cimahi adalah satu pengalaman tersendiri.

    Kali kedua saya mendatangi Padalarang adalah saat saya bermaksud menuju Waduk Saguling. Waduk yang berada di wilayah Rajamandala ini cukup jauh dan sukar aksesnya, apalagi kalau nggak ada kendaraan pribadi. Pintu masuk waduk sendiri saja lebih mirip pangkalan militer dibanding tempat wisata (anda diwajibkan mendepositkan KTP dan menuliskan data diri anda). Anda tidak dikenakan biaya apapun untuk masuk ke dalam waduk. Jangan bayangkan Waduk Saguling berada sepelemparan batu dari pintu masuk. bibir waduk masih berada 20 KM jauhnya, melalui jalan berliku dan sedikit longsor disana sini. Pedalaman banget pokoknya.

    Mencari Waduk Saguling juga merupakan tantangan tersendiri. Dari Padalarang, nggak kurang saya bertanya pada selusin warga untuk memastikan bahwa saya tidak melewati waduk ini. Sudah bertanya sedemikian detailnya pun, saya tetap tersasar, masuk Cimareme untuk lanjut ke Batujajar alih-alih Rajamandala yang aksesnya lebih mudah (20 KM!).

    Padalarang indah dan saya menemukan tempat-tempat unik yang jarang saya lihat di tempat lain. Salah satunya mungkin sudah dibahas oleh Oom Brad, yakni industri pengolahan batu kapur (yang sayangnya masih mengotori udara Padalarang hingga saat ini). Tempatnya unik, mirip tungku batu dari jaman batu.

    Berwisata ke Padalarang mungkin pilihan yang bijak untuk mereka yang sudah muak dengan ramainya Bandung atau Puncak pada akhir minggu. Percaya dech, di tempat ini, anda akan menemukan tempat-tempat baru yang menarik, dan asyiknya, jauh dari keramaian.

    Like

    1. oh wowww, ini mah bisa jadi posting tersendiri. hahaha. thanks for the sharing. sayangnya saya di sini untuk kerja jadi gak banyak kesempatan explore. moga2 nanti bisa sempat jalan2.

      Like

      1. upppsss….maap…hihihi…

        kalau sudah membicarakan kota dan tempat wisata di Indonesia, langsung hasrat dan nafsu ngeposting keluar dimana saja dan harus dituntaskan, nggak boleh dibiarkan menggantung. hahaha….

        yup, kayaknya boleh banget tuh menjelajahi Padalarang yang unik dan cantik. Hehehe…

        Like

  3. Ini bukti bahwa pembangunan ndak merata. Ada yang sudah jauh banget berkembang tanpa perencanaan matang, ada yang masih tertinggal di belakang. Saya harap sih, kota-kota yang blum berkembang, direncanakan matang-matang pembangunannya biar perkembangannya ndak jadi semrawut seperti kota-kota besar di Indonesia. Serta ndak kehilangan jati diri masyarakat dan kota yang bersangkutan.

    Like

  4. wah aku sering lewat tapi gak pernah mampir. makasih infonya, lain waktu saya akan mampir ke tempat2 yang anda ulas di atas. terutama situ ciburuy 🙂 taunya di lagu doang

    Like

      1. Situ ciburuy.. laukna hese dipancing
        Nyeredet hate, ningali ngaplak caina…

        Itu lagu yang dimaksud om hihi.. Lagu sunda lawas yang masih enak didenger.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s