Tag Archives: spt tahunan

Pajak Lagi Pajak Lagi

Maret sudah memasuki hari ketiga. Sama seperti tahun lalu, tiba-tiba saya tersadar akan kewajiban tahunan yang memusingkan pada setiap bulan Maret, yakni kewajiban menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Tidak perlulah saya memaparkan pentingnya pajak bagi pembangunan ya? Atau bahwa pajak yang dipotong dari penghasilan kita itu, selain diperuntukkan bagi pembangunan negara, sebagian di antara secara mengenaskan masuk ke kantong-kantong koruptor yang tidak bertanggung-jawab. 😀 Bagaimana pun pahitnya kenyataan penyelewengan keuangan negara, membayar pajak adalah bagian dari kewajiban kita sebagai warga negara yang tidak patut ditawar-tawar. Bagaimana kalau kita menyiasatinya dengan mengatur pelaporan tersebut sedemikian rupa sehingga tidak perlu membayar alias nihil, atau nominal yang dibayar ditekan seminim mungkin? Ah, itu kembali kepada Anda.

OK, kita asumsikan siap membayar pajak. Lalu apa yang berbeda tahun ini?

Continue reading Pajak Lagi Pajak Lagi

Bertamasya ke Kantor Pajak

Ada kesibukan setiap awal tahun yang cukup sederhana sifatnya namun bisa jadi rumit dalam implementasinya. Kesibukan itu adalah pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan kita dari tahun sebelumnya. Saya sendiri tahun ini akan melaporkan SPT untuk ketiga kalinya namun tetap saja lupa cara mengisi formulirnya. Belum lagi terbayang keharusan menyerahkan di kantor pajak atau drop box yang sudah pasti antri pada hari-hari terakhir sebelum deadline tanggal 31 Maret.

Eh, tapi kita bisa menghindari antrian kalau kita menyerahkannya jauh-jauh hari sejak Januari kan? Oh ada pula argumennya:

Formulir SPT belum tersedia di awal tahun

Formulir memang bisa diambil di portal pajak.go.id; tapi ribet cara pengisiannya

Lalu tetap saja kita mesti menyerahkan laporan fisiknya ke Kantor Pajak atau ke Dropbox

But still, kan banyak waktu untuk mengerjakan itu? Oh no no no, bukan orang Indonesia namanya kalau tidak mengerjakan sesuatu secara last minute! 😀

Continue reading Bertamasya ke Kantor Pajak

Grab A Book

Ada topik menarik yang saya temukan di Dailypost:

Grab the nearest book (or website) to you right now. Jump to paragraph 3, second Sentence. Write it in a post.

Nah, buku yang posisinya paling dekat dengan saya saat ini judulnya “Pelaporan Pajak Penghasilan”. Mari kita melompat ke paragraf ketiga dan hinggap di kalimat kedua:

Subjek Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam Undang-undang ini disebut Wajib Pajak.

Continue reading Grab A Book

Pajak: Antara Benci dan Rindu

Setelah melirik kalender pagi ini tiba-tiba saya terkejut sendiri: sudah tanggal 2 Maret. Itu berarti ada kewajiban yang sebentar lagi jatuh tempo. Yup, kewajiban mengisi dan melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Setiap tahun harus mengisi namun setiap tahun pula lupa caranya! 😀 Sebenarnya saya agak menyesal mendaftarkan NPWP (jujur boleh dong?! ini kan blog sendiri). Pertama kali saya mendaftar untuk mendapat NPWP adalah akhir November 2008 ketika ada Sunset Policy dari Dirjen Pajak. Iming-iming waktu itu adalah: bebas fiskal luar negeri mulai 1 Januari 2009 untuk para pemegang NPWP. Jadilah saya mendaftar. Eh sekarang sudah tahun 2011 dan saya belum pernah ke luar negeri lagi, sementara mulai 1 Januari 2011 semua WNI sudah dibebaskan dari fiskal ketika hendak ke luar negeri. Jadi buat apa dong saya repot-repot memiliki NPWP?! Hehe.

Lalu apa gunanya memiliki NPWP?

Continue reading Pajak: Antara Benci dan Rindu