Tag Archives: proses kreatif menulis

Survey: Proses Kreatif Menulis

Setiap orang menjalankan proses menulis yang berbeda-beda. Apakah Anda menulis dengan menggunakan PC/Laptop? Sebuah buku catatan bersampul kulit? iPad barangkali? Atau di secarik kertas dengan sebatang pensil?! Atau jangan-jangan Anda menggunakan semua alat tersebut secara bergantian tergantung lingkungan sekitar Anda? Saya ingin menggali lebih dalam cerita Anda, oleh karena itu mohon kesediaannya meluangkan waktu untuk mengisi survey di bawah ini. Saya akan berikan beberapa macam situasi. Jika Anda ingin/harus menulis pada situasi tersebut, alat apa yang Anda gunakan?
[Maaf, pertanyaan survey sudah ditutup. Nantikan hasil dan pembahasannya segera.]
Terima kasih atas kesediaan Anda mengisi formulir di atas. Selanjutnya formulir tersebut akan saya himpun dan dituangkan hasilnya pada tulisan berikutnya. Jika sekiranya saya menemukan jawaban yang menarik dari Anda, saya akan menghubungi Anda secara personal untuk bertanya lebih lanjut, yah semacam wawancara begitulah. 😀

Next Project: Menulis Buku?

Setelah kemarin ‘menikmati’ sharing dari teman-teman tentang buku yang inspiratif, secuil kutipan mengemuka dari salah satu komentar: “Menulislah, karena dia akan abadi” (Pramoedya Ananta Toer). Baris kutipan ini seolah membuka dimensi lain dari buku yang belum pernah saya sentuh dan bahkan pikirkan sekalipun: MENULIS. Selama ini tulisan saya tercecer di beberapa blog meski sempat saya berusaha untuk menyatukannya (sila cek blog lama saya di Ambon Kaart), atau sekadar curhat yang banyak dituliskan di buku harian sejak SD yang sekarang sudah hilang semua. Dan sekarang saya paling aktif menulis di sini, di rumah maya yang telah saya pelihara beberapa lama.

Namun tidak untuk menulis buku. Itu adalah dunia lain yang belum pernah dijamah dan mempunyai pakemnya sendiri. Saya percaya bahwa menulis buku adalah proses yang sangat kompleks karena kita harus bekerja sama dengan orang lain agar tulisan kita dapat dibaca orang. Mulai dari mencari penerbit, percetakan, pemasaran, sampai berurusan dengan penggemar kalau buku kita sukses; menulis secara online di blog tampak hanya seujung kukunya.

Nah, saya coba menimbang-nimbang dululah apakah saya mampu menulis buku. Berikut beberapa poin pertimbangan yang saya pikirkan sendiri secara awam dan belum membaca referensi mana pun. Dengan demikian saya membuka diri untuk segala saran dan masukan.

Continue reading Next Project: Menulis Buku?