Tag Archives: lomba blog

Kuliah Riang-Gembira Bersama BNI

Reuni FSUI sebentar lagi. Ada rasa gembira menanti bertemu teman, rekan, dan mantan. #eh

Jika saya mengingat lagi masa-masa kuliah, maka yang terkenang adalah masa-masa bermain yang riang-gembira. Iya, meski masa kuliah adalah waktunya mencapai kedewasaan berpikir melalui berdiskusi dan berkegiatan, nyatanya hari-hari bermain saya juga tak kalah banyaknya. Sewaktu kuliah sih, kita semua pasti ingin cepat-cepat lulus dan bekerja ya, namun kalau sekarang dipikir-dipikir lagi, pastilah kita sebetulnya ingin lebih lama lagi kuliah agar bisa lebih lama bermain. 😀

Nah, pertanyaannya: kenapa sih saya bisa begitu riang dan gembira dalam menjalani perkuliahan? Saya bukan datang dari keluarga yang berada, lho. Meski uang kuliah di UI termasuk murah, bukan berarti uang itu bisa disiapkan dengan seketika. Perlu perjuangan keras juga dari orang tua khususnya untuk menyekolahkan anaknya ini. Lalu bagaimana uang kuliah itu bisa disiapkan?

Continue reading Kuliah Riang-Gembira Bersama BNI

Lomba Berhadiah Uang Tunai. Mau?

Bagi para blogger yang gemar menulis dan syukur-syukur memenangkan hadiah dari lomba blog yang diikutinya tentu sangat gembira karena tahun 2012 yang akan segera berakhir ini telah diramaikan oleh banyak sekali lomba, mulai dari yang diadakan oleh brand besar hingga komunitas-komunitas yang mengadakan lomba sederhana. Hadiahnya tentu bermacam-macam, mulai dari uang tunai, gadget, dan lainnya. Namun kadang hadiah yang ditawarkan kurang menarik perhatian karena, misalnya, kita sudah lebih dulu memiliki gadget tersebut. Atau selain hadiah, tema lomba sendiri yang kurang menarik karena kita tidak biasa berkecimpung di wilayah yang menjadi tema utama lomba. Oleh karena itu meski semua lomba sangat menarik, hanya sedikit yang kita ikuti. Saya pun salah satunya, tahun ini mungkin saya hanya mengikuti 2-3 lomba dan mengabaikan lainnya dengan alasan bermacam-macam.

Sampai akhirnya muncul pengumuman lomba yang satu ini: Blog Kontes Mandiri yang tentu saja diselenggarakan oleh Mandiri, salah satu bank terbesar dan terpercaya di Indonesia yang baru saja meluncurkan lomba blog di penghujung tahun ini. Para blogger diajak untuk berangan-angan tentang masa depan dan berusaha mewujudkan angan-angan tersebut. Tentu saja, angan-angan tersebut sedapat mungkin diwujudkan dengan bantuan produk-produk berkualitas dari Mandiri. Gampang kan? Hadiahnya apa? Gak usah pusing lihat gadget apa yang akan dimenangkan. Kamu bisa pilih sendiri mau diapakan hadiah itu. Ya, karena lomba ini berhadiah UANG TUNAI senilai total 17,5 juta rupiah dengan rincian sebagai berikut:

Juara 1: Tabungan Mandiri senilai 10 juta rupiah

Juara 2: Tabungan Mandiri senilai 5 juta rupiah

Juara 3: Tabungan Mandiri senilai 2,5 juta rupiah

Menarik sekali, kan? Eh tapi pastikan kamu membaca syarat dan ketentuan lomba dengan seksama ya, karena persyaratannya cukup detail, mulai dari memasang banner lomba di blog kamu, keyword tertentu yang harus dicantumkan, memasang video, sampai memenuhi syarat-syarat penulisan yang orisinil dan tidak melakukan plagiat. Ribet ya? Sekilas iya sih. Tapi anggap aja itu sebagai tantangan untuk membentuk tulisan kamu lebih baik dengan pemaparan yang mengalir sesuai gaya bahasamu. Gak perlu serius-serius amat kok bahasanya. Yang penting pastikan tema lomba “Apapun keinginan Anda, Bank Mandiri saja” terjawab ya.

Tulisan kamu ditunggu sampai tanggal 11 Februari 2013, jadi masih ada waktu sekitar 5-6 minggu lagi. Pengumumannya 25 Februari 2013 dan pemenangnya akan dikonfirmasi secara resmi via email dan telepon agar terhindar dari kemungkinan penyalahgunaan.

Informasi lebih lanjut tentang lomba dapat dilihat di sini.

blogkontesmandiri

Gagap Budaya di Jalan Raya – Sebuah Testimoni

Sumber: Kompas

Jika kita melihat gambar di atas pada laman surat kabar, apakah yang terlintas di pikiran kita? Hanya terbelalak membaca sekilas lalu berlalu menyimak berita berikutnya? Atau kalau misalnya kita melewati jalan tersebut dan menyaksikan kondisi kendaraan secara langsung, reaksi apa yang kita keluarkan?

Sangat mudah bagi kita untuk menyaksikan sebuah peristiwa dengan dingin tanpa emosi dan segera mengalihkan perhatian ke soal lain. Namun lain halnya jika ada seseorang yang Anda kasihi di dalam kendaraan tersebut yang menjadi korban. Kecelakaan tersebut tiba-tiba berdampak personal sehingga ‘meruntuhkan’ dunia kita. Saya termasuk salah seorang yang setiap kali melihat gambar di atas merasa teriris.

Continue reading Gagap Budaya di Jalan Raya – Sebuah Testimoni

Saya, Internet & Gaya Hidup: Nekat Membuka Toko Online

Toko Online. Nama ini sudah menjadi buah bibir para penggiat online di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Impresi pertama yang kita punya tentang toko online adalah metode penjualan yang cepat, irit biaya, dan mudah mendatangkan uang. Dengan demikian toko online menjadi resep bagi para pengusaha yang seolah wajib dilakukan, mulai dari pengusaha muda dengan modal pas-pasan sampai pengusaha kakap yang terus berekspansi pasar. Saya pun, jujur, tergiur juga. 😉

Di suatu hari di tahun 2008, saya berbincang-bincang dengan seorang kawan tentang kebosanan menjadi karyawan dan cara menambah penghasilan tanpa mesti mengorbankan pekerjaan utama masing-masing. Oleh karena ikatan jam kerja yang tidak boleh ditawar-tawar, maka opsi yang terlintas pada waktu itu adalah menjual barang dan memasarkannya lewat toko online. Masalahnya: kami berdua sama sekali tidak tahu bagaimana cara membangun toko online tersebut.

Pada waktu itu kami berkunjung ke banyak sekali toko online dan mendapatkan tiga gambaran besar toko online yang ada di Indonesia. Yang pertama adalah supermarket online yang menjual segala macam produk seperti furniture atau gadget. Etalase tokonya penuh dengan ragam produk tersebut dan pembeli dapat langsung melakukan transaksi secara online. Yang kedua adalah toko-toko yang khusus menjual 2-3 produk dari kategori yang sama seperti pakaian, batik, suvenir pernikahan, dsb. Skala toko seperti ini umumnya lebih kecil dari yang pertama karena ia menyasar niche market dan transaksi yang dilakukan jarang yang online; mereka lebih suka menaruh nomor rekening bank dan segala transaksi dilakukan terpisah. Yang ketiga adalah toko-toko online yang tidak jelas menjual produk atau jasa apa; toko-toko seperti ini memasang label “ANDA INGIN SUKSES” besar-besar namun ujung-ujungnya menjual produk e-book yang katanya dijamin akan mengantarkan saya ke gerbang kesuksesan.

Pada akhirnya kami memutuskan untuk membuka sebuah toko online yang kami anggap paling baik bentuk dan cara kerjanya. Berikut ini adalah beberapa catatan kesuksesan dan kegagalan kami.

Continue reading Saya, Internet & Gaya Hidup: Nekat Membuka Toko Online