Tag Archives: blogilicious

Refleksi Blogilicious 2012

Sejak mulai bermain-main dengan yang namanya blog di tahun 2005 dan mulai serius menulis di awal 2010, sudah sekian kali saya mengalami pasang-surut komitmen menulis dan berkomunitas blogger. Banyak cerita menarik dari event-event dan kemenangan-kemenangan kecil dalam lomba meski tak jarang pula harus menanggung kecewa akibat kalah lomba atau berselisih paham ketika sedang menangani suatu acara. Nah, sekian banyak pengalaman itu bermula dari sebuah langkah sederhana: menulis di blog. Jika kita mengaku blogger maka sejatinya yang kita kerjakan adalah menulis dan berbagi ilmu dan pengalaman; sesuatu yang saya yakin digumulkan oleh banyak orang terutama yang sekarang frekuensi publikasi tulisannya semakin jarang bahkan memudar. Saya pun tanpa kecuali.

Oleh karena itulah ajang Blogilicious 2012 yang penutupannya berlangsung di Tangerang pada 29-30 September kemarin seolah menjadi wadah bagi saya merenungkan kembali apa-apa yang sudah dikerjakan dan target mana saja yang mesti disasar berikutnya. Berbeda dengan Blogilicious 2011 di mana kami Komunitas Blogger Depok menjadi tuan rumahnya di Jakarta pada Juli tahun lalu yang dipenuhi berbagai tugas dan tanggung jawab, kali ini saya datang dengan tanpa beban dan menikmati setiap sesi yang ada layaknya orang yang baru pertama kali ngeblog. Meski kondisi badan sangat lelah di hari pertama dan saya banyak tertidur di bangku belakang akibat materi presentasi yang utamanya ditujukan bagi blogger pemula atau sangat maju sehingga ada semacam gap bagi yang pengetahuan blognya cetek-cetek dalam seperti saya, pasti ada satu-dua kalimat berguna yang tertangkap di setiap sesinya. Saya ingin membagi beberapa poin di antaranya untuk kita.

Suasana Blogilicious 2012 Tangerang (sumber: @gurubimbel)

1. Blogging itu pakai hati

Sebenarnya agak-agak mual ketika mendengar kutipan ini namun terus terang ada benarnya. Aktivitas apapun yang dikerjakan tanpa passion dan semangat tidak akan membuahkan hasil maksimal dan ngeblog termasuk salah satunya. Butuh komitmen yang tinggi untuk menjaga tulisan kita keluar dengan teratur dengan kualitas cukup baik di tiap publikasinya. Saya adalah contoh nyata bagaimana seseorang yang (katanya) sudah senior dalam blog tapi masih harus jatuh-bangun menjaga komitmen dan lebih sering kalah oleh kemalasan sehingga hasil dari aktivitas itu sekarang nampak biasa dan cupu dibandingkan teman-teman lain yang sudah bersinar. Kesimpulannya: periksa kembali maksud dan tujuan kita berbagi lewat blog, sadari konsekuensinya, dan lakukan saja!

2. Menulis lebih baik berdasarkan pengalaman

Ada banyak blog di luar sana yang aktif publikasi berita dan cerita setiap hari dan bahkan berkali-kali dalam sehari. Namun coba perhatikan kembali isi tulisannya: kalau tidak copy paste dari situs berita ternama, maka isi berita tersebut hanya ditulis ulang dengan gaya bahasa diubah di sana-sini. Yang dipentingkan hanyalah trafik yang tinggi dan membuka peluang bagi pemasang iklan tanpa mempedulikan kualitas tulisan. Saya akui sempat tergiur dengan cara itu karena terbukti beberapa blogger ada yang rela meninggalkan pekerjaan utamanya karena dunia blog mendatangkan uang lebih banyak. Namun sampai saat ini saya tetap berprinsip lebih baik pencapaian itu lambat diraih namun setiap langkah (tulisan) yang diambil memberikan nilai lebih bagi pembaca. Nilai lebih itu adalah pengalaman pribadi yang memandang sebuah persoalan apa-adanya.

3. Blog bisa mendatangkan uang

Itu jelas, bisa. Namun tak dapat dipungkiri perdebatan soal ini berlangsung sengit di kalangan blogger yang mengutamakan idealisme dengan kelompok pragmatis yang memandangnya murni peluang menghasilkan uang. Sempat terpikir untuk membuat blog lain yang khusus dipakai untuk bermain SEO untuk pada akhirnya dijual lagi dengan harga tinggi namun langkah ini mungkin baru akan direalisasikan dalam waktu yang agak jauh. Yang penting dilakukan sekarang adalah meningkatkan trafik bagi blog utama ini sehingga terbuka peluang pemasang iklan untuk datang dan meminta saya mengulas produk dan jasa mereka untuk lalu dipublikasikan hasilnya di blog.

Jadi setujukah saya dengan blog yang digunakan untuk aktivitas berbayar? Ya, setuju. Namun dengan batasan tertentu yang saya tentukan sendiri demi menyeimbangkan permintaan klien dengan tuntutan pembaca yang menginginkan blog ini tidak menjadi ajang berjualan.

4. Mulai pikirkan soal keamanan blog

Sesi ini cukup menohok saya pada hari kedua Blogilicious Tangerang kemarin karena saya tidak pernah memusingkan soal keamanan blog sehingga CPanel hanya digunakan sekali saja saat set up CMS untuk kemudian ditinggalkan sampai kapan-kapan. Terus terang soal teknis blog dan coding dsb. saya sangat miskin ilmu, namun paling tidak saran sederhana yang dianjurkan dapat saya ikuti: perbarui CMS dan plugin-pluginnya secara berkala.

5. Berkomunitas

Terlepas dari mulianya citra Anda di dunia maya, ujian sesungguhnya adalah ketika Anda ‘turun panggung’ dan menemui teman-teman blogger di dunia nyata dan berinteraksi dengan mereka lalu berkegiatan dan mengalami suka-duka persahabatan bersama-sama. Saya cukup beruntung karena deBlogger mengajarkan begitu banyak ilmu dan wawasan sepanjang 2,5 tahun terakhir saya bergabung di sana. Dengan berkomunitas, kita tidak hanya akan bertemu teman-teman komunitas sendiri namun akan mengembangkan jaringan yang lebih luas yang akan mendatangkan banyak keuntungan sosial dan material.

As usual, foto narsis pas penutupan. Hehe (sumber: @UseeTVCom)

***

Secara pribadi saya salut melihat dedikasi teman-teman Komunitas Bloger Benteng Cisadane di Tangerang yang, dengan dukungan penuh dari IDBlogNetwork, bekerja keras demi menyukseskan acara. Sadar bahwa mereka banyak kekurangan, kata pertama yang diucapkan oleh beberapa aktivis komunitasnya ketika bertemu saya adalah, “Mohon maaf ya.” Ada sedikit ‘kejutan budaya’ ketika mereka minta maaf duluan sewaktu berjumpa namun saya menyadari maksud mulianya: mereka ingin menghargai para tamu dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Kalau sudah begitu, maka segala kesalahan teknis penyelenggaraan acara sudah dilupakan dan hati senang oleh kehangatan tuan rumah. Sukses ya, teman-teman. 😀

Sampai jumpa di Blogilicious tahun depan!

Etika Blog, Sekali Lagi

Ajang Blogilicious Jabodetabek & miladeBlogger2 yang berlangsung pada tanggal 25-26 Juni 2011 lalu di Kantor Telkom Jakarta Selatan dan diselenggarakan oleh ID Blog Network bekerja sama dengan deBlogger sebagai panitia lokal menghadirkan Risa Amrikasari sebagai pemateri pertama di hari pertama. Topiknya: Etika Blog. Okay, bagi yang sudah ngeblog secara konsisten tentu bukan pertama kalinya kita menemukan dan mendiskusikan topik ini dan seolah tidak pernah kehabisan cerita. Etika blog sejatinya tidak terlalu banyak berbeda dengan etika yang berlaku di dunia internet, hanya saja etika blog menjadi unik dan spesifik karena berkaitan dengan para blogger sebagai pengisi konten yang tentunya memerlukan pakem-pakem etika yang spesifik pula.

Perlukah saya memaparkan lagi latar belakang perlunya etika, definisi etika, dan apa saja etika blog yang berlaku? Saya rasa tidak. Apalagi Risa, sepertinya dia juga tidak mau lagi mundur selangkah menjelaskan dari awal. Capek! Lalu kalau begitu sesi Etika Blog kemarin ngapain dong?!

Continue reading Etika Blog, Sekali Lagi