Tag Archives: bhinneka.com

Dibuang Sayang

Pada Sabtu (13/Juni) sore yang cerah di minggu lalu, bertempat di Auditorium Microsoft Indonesia di Gedung BEI, Komunitas Blogger Depok (deBlogger) merayakan ulang tahunnya yang ke-6. Tak terasa sudah 6 tahun sejak kita mulai mengarungi blogosphere Indonesia di tahun 2009 yang ditandai dengan peluncurannya di Margo City Depok pada tanggal 31 Mei 2009.

Nah, untuk gelaran pada tahun ini, deBlogger mengadakan acara lain dari yang lain yakni “Dibuang Sayang”. Konsep acaranya sederhana; pastilah banyak orang yang punya barang di rumah yang disimpan-simpan tanpa pernah digunakan dan tidak tahu juga akan dikemanakan barang itu. Jadi kami berinisiatif membantu menjualnya melalui acara tersebut dan melelangnya jika peminatnya banyak. Sambutannya? Wow, meriah. Memang tidak semua barang laku, tapi ada beberapa hot items yang menjadi incaran banyak orang dan diperebutkan pada saat lelang. Benda-benda remeh seperti kompor portabel, modem, bahkan speaker mini senilai cuma goceng bisa laku keras! Sesi jualan dan lelang berlangsung meriah dengan para peminat yang riuh menyebutkan alasan paling mengharukan untuk mendapatkan barang tersebut. Hehehehe.

Continue reading Dibuang Sayang

Advertisements

Saya, Internet & Gaya Hidup: Nekat Membuka Toko Online

Toko Online. Nama ini sudah menjadi buah bibir para penggiat online di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Impresi pertama yang kita punya tentang toko online adalah metode penjualan yang cepat, irit biaya, dan mudah mendatangkan uang. Dengan demikian toko online menjadi resep bagi para pengusaha yang seolah wajib dilakukan, mulai dari pengusaha muda dengan modal pas-pasan sampai pengusaha kakap yang terus berekspansi pasar. Saya pun, jujur, tergiur juga. πŸ˜‰

Di suatu hari di tahun 2008, saya berbincang-bincang dengan seorang kawan tentang kebosanan menjadi karyawan dan cara menambah penghasilan tanpa mesti mengorbankan pekerjaan utama masing-masing. Oleh karena ikatan jam kerja yang tidak boleh ditawar-tawar, maka opsi yang terlintas pada waktu itu adalah menjual barang dan memasarkannya lewat toko online. Masalahnya: kami berdua sama sekali tidak tahu bagaimana cara membangun toko online tersebut.

Pada waktu itu kami berkunjung ke banyak sekali toko online dan mendapatkan tiga gambaran besar toko online yang ada di Indonesia. Yang pertama adalah supermarket online yang menjual segala macam produk seperti furniture atau gadget. Etalase tokonya penuh dengan ragam produk tersebut dan pembeli dapat langsung melakukan transaksi secara online. Yang kedua adalah toko-toko yang khusus menjual 2-3 produk dari kategori yang sama seperti pakaian, batik, suvenir pernikahan, dsb. Skala toko seperti ini umumnya lebih kecil dari yang pertama karena ia menyasar niche market dan transaksi yang dilakukan jarang yang online; mereka lebih suka menaruh nomor rekening bank dan segala transaksi dilakukan terpisah. Yang ketiga adalah toko-toko online yang tidak jelas menjual produk atau jasa apa; toko-toko seperti ini memasang label “ANDA INGIN SUKSES” besar-besar namun ujung-ujungnya menjual produk e-book yang katanya dijamin akan mengantarkan saya ke gerbang kesuksesan.

Pada akhirnya kami memutuskan untuk membuka sebuah toko online yang kami anggap paling baik bentuk dan cara kerjanya. Berikut ini adalah beberapa catatan kesuksesan dan kegagalan kami.

Continue reading Saya, Internet & Gaya Hidup: Nekat Membuka Toko Online