Category Archives: Learning

Empat Windu Membangun Bangsa

Kata orang, usia 32 tahun adalah usia yang sudah sangat matang. Pada angka ini, seseorang telah cukup mapan dalam menjalani ritme kehidupan dengan mantap dan pasti. Target dan pencapaiannya pun dapat diukur dengan beberapa indikator seperti penghasilan, investasi, dan pendidikan anak. Lalu dapatkah kita mengibaratkan perjalanan sebuah institusi akademis dengan beberapa indikator yang sesuai seperti demikian?

Continue reading Empat Windu Membangun Bangsa

Learning in Schools vs. Learning through Life

Every year, high school graduates leave their schools as newly independent persons and experience the world at first-hand. They are faced with two options in general: to start work immediately or to continue their studies at the university level. While some people such as Steve Jobs can be very successful without ever having to go to college, academic learning has proven to be a solid evidence of excellence in many aspects of our lives. Therefore, as appealing as learning through experience may be, high school graduates should take the academic pathway to guarantee a bright future.

Continue reading Learning in Schools vs. Learning through Life

Sekolah Lagi

Sejak tahun 2014 lalu saya mulai merenungkan kembali beberapa pencapaian pribadi yang sudah diraih ataupun yang belum terwujud. Salah satunya adalah meraih gelar sarjana dan lalu meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sekilas memang tampak eksklusif. Namun ketika saya berpikir secara makro, nyatalah bahwa pergumulan saya tersebut selaras dengan pergumulan dan perjuangan anak bangsa lainnya yang sedang diterpa arus globalisasi dan membutuhkan pegangan untuk berpijak dan bergerak maju ke arah masyarakat Indonesia yang madani.

Continue reading Sekolah Lagi

Coursera: Kuliah Suka-Suka

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu, banyak sekali.

– Doraemon

Pernahkah Anda bangun di pagi hari dan tiba-tiba terpikir ingin melakukan sesuatu yang baru dan belum pernah dibayangkan sebelumnya, misalnya: belajar lagi. Kalau selama ini kita belajar atau kuliah selalu dibarengi komitmen untuk menyelesaikan sekian SKS dan tidak sempat belajar subjek lain karena harus mementingkan kuliah utama hingga lulus. Nah, sekarang kan kita sudah (lama) lulus. Masih bisa gak belajar hal yang baru di kampus yang keren?

Sejak tahun lalu saya berkontemplasi untuk kuliah lagi namun terkendala oleh waktu dan pekerjaan serta lokasi kerja yang kerap berpindah. Saya lalu mengambil komitmen pribadi untuk kembali ke bangku kuliah (yang ini ceritanya nanti saja), namun tetap saja: kuliah berarti siap berkomitmen untuk fokus kepada studi dalam jangka waktu tertentu dan tidak bisa seenaknya saja kita belajar di jurusan lain. Namun bagaimana kalau kita ingin mengambil mata kuliah tertentu saja tanpa harus masuk kelas secara resmi di kampusnya? Apakah bisa?

Perkenalkan Coursera. Inilah platform belajar online yang saya baru ketahui awal tahun ini. Coursera menawarkan lebih dari 340 mata kuliah yang diselenggarakan oleh lebih dari 62 universitas ternama di dunia dalam Bahasa Inggris, Spanyol, Jepang, Mandarin, Rusia, dan beberapa lagi. Mata kuliah yang ditawarkan sangat beragam dan umumnya bersifat populer. Saya sendiri baru sempat mengambil satu kelas yang dimulai tanggal 30 Januari 2015 dan telah selesai tanggal 9 Maret kemarin:

cs1

Tidak ada prasyarat pengetahuan tertentu untuk mendaftar dan metode pembelajaran 100% berjalan secara online. Namun bukan berarti kita tidak berinteraksi dengan pengajar dan peserta lain. Justru diskusi di forum kelas seringkali sangat hangat sehingga kita secara tidak langsung dapat mengenal pribadi lawan bicara secara jauh lebih dalam karena kita memahami cara dia berpikir.

Durasi tiap kelas bervariasi, mulai dari 3 hingga 12 minggu dengan jam belajar online antara 5-10 jam per minggu. Aktivitas di kelas meliputi menonton video pendek, membaca materi, mengerjakan kuis, berinteraksi di forum diskusi, menulis karangan, serta menilai karangan orang lain. Untuk membantu kita dalam belajar, tiap minggunya kita akan diberikan semacam deadline untuk memudahkan mengatur waktu.

cs2

Pada akhir kelas akan ada semacam final project yang temanya berbeda-beda sesuai kelasnya. Setelah semua tugas telah dikerjakan dengan baik, kita juga akan dikirimkan sertifikat partisipasi lewat email, GRATIS. Namun selain sertifikat gratis itu tadi, ada opsi lain untuk mendapat sertifikat berbayar yang telah diverifikasi oleh universitas penyelenggara. Berbeda dengan yang gratis, versi berbayar ini berbentuk fisik yang dikirimkan ke alamat rumah kita dan berlogo universitas penyelenggara serta bisa dicek keasliannya di kampus tersebut. Seru kan kalau kita bisa ikut kuliah online dan sertifikatnya dikirim dari kampus ternama dunia? 😀 Biaya sertifikatnya sekitar USD 25 aja kok.

Satu hal lagi yang saya suka dari Coursera yakni sudah ada aplikasinya di iOS dan Android. Berikut penampakannya:

Screenshot_2015-03-13-22-53-49

Dengan ragam kelas yang sangat banyak, saya jadi bersemangat untuk mencoba belajar sesuatu yang sama-sekali baru. Sebagai penutup, saya tampilkan video perkenalan tentang Coursera. Jadi gimana? Yuk, belajar lagi. 😀

And the Journey Begins

I took an important milestone this year, that is to go back to university and do the English Literature & Translation degree. Apart from that, I also signed up for a MOOCs (Massive Open Online Courses) platform to learn many different subjects from various reputable universities for free. Yes, FREE.

After finishing a ‘Teaching Adult Learners’ course last year with the Open Universities Australia, I’ve decided to sign up for a ‘Crafting an Effective Writer’  class with Coursera, an online learning platform designed for anybody to study specific subjects from various credible institutions without having to pursue a degree and participate in class. Participants who complete a course shall receive a digital certificate from Coursera, and if they so wish, claim another verified acknowledgment from the host university for a fee.

How is study life so far? Very enriching. Here’s why:

1. Pursue a degree for doing what you love

English has been the passion for almost thirty years of my life and the bread and butter for almost a decade now. Doing something that you love and getting an academic degree along the way would be awesome.

2. Blame it on research

You can devour all those novels and comic books in the name of research.

3. Avoid Alzheimer

They say that speaking foreign languages or studying for another degree may help reduce the risk of Alzheimer (can’t remember the reference article, if it ever matters).

It’s still premature to know whether the meager efforts I’ve put up in the last few months will bear fruit by the end of the semester, year, or even on graduation, but I’m pretty much content to realize that everything is on the right track.