Category Archives: Advertorial

Pikir-pikir Gita Wirjawan

Pernahkah Anda melihat iklan seperti di atas? Bagi Anda yang baru-baru ini naik Damri dari/ke Bandara Soekarno-Hatta pasti pernah dong, ya. Sejenak saya terpana menyaksikan iklan ini lalu kemudian senyum-senyum jahil. Terserah deh pesannya apa dan dari instansi mana, saya tersenyum lihat gambar Pak Gita Wirjawan di situ. Sekilas, mirip dengan gambar di baliho para pemimpin dunia di era 50-an. 😀

Tapi jangan salah, dari gambar inilah justru ketertarikan saya terhadap sosok Pak Gita ini muncul. Sosok Gita Wirjawan memang sudah tak asing bagi saya yang sering memperhatikan berita-berita ekonomi dan kadang Pak Gita tampil diwawancara di beberapa stasiun televisi asing dengan Bahasa Inggrisnya yang fasih. Namun seperti apakah orangnya di balik touch-up iklan itu?

Gita – The Person

Di situs Gita Wirjawan saya membaca, Gita adalah anak dari Wirjawan Djojosoegito dan Paula Warokka Wirjawan. Ayah Jawa, ibu Manado; itu saja sudah bisa menggambarkan betapa Gita sudah terpapar beragam budaya sejak dari keluarga dan cakap mengapresiasi manusia dan budaya lain di sekitarnya. Mata saya lalu tertumbuk pada foto ini:

Ini adalah foto Gita kecil yang sempat dihabiskan di Indonesia sebelum pindah ke Bangladesh mengikuti orangtuanya bekerja di sana. Foto ini saja sudah bisa menggambarkan kalau dulu Gita anak yang nakal, hehe. Benar saja, Gita cilik terkenal malas mandi dan senang nyeker alias berjalan ke mana-mana tanpa alas kaki. Namun keaktifannya bergerak ini mendorongnya tertarik pada dua bidang, yakni musik dan olahraga; dua hal yang kemudian menjadi penyeimbang hidupnya.

Berikutnya kita lihat foto lain lagi:

Nah, ini dia si trouble maker. 😀 Eh bukan berarti nakal ya. Dia adalah trouble maker alias atlet bulutangkis yang sangat merepotkan lawan-lawannya. Basket, renang dan sepakbola adalah cabang lain yang disukainya namun bulutangkislah yang ditekuni hingga sempat menjuarai beberapa kompetisi di India. Selain itu, musik klasik dan jazz menjadi hobinya yang kedua berkat arahan ayahnya. Dalam suatu kesempatan wawancara sih Gita pernah mengaku bahwa dia menangis ketika ditarik-tarik ibunya ke tempat les piano. Namun belakangan ia justru bersyukur atas dedikasi ayah-ibunya itu.

Pada masa remaja inilah Gita pernah melakukan sesuatu yang baru sekarang diakuinya. Ketika diwawancara Dalton Tanonaka dan Rahayu Saraswati di program mingguan mereka, Gita mengaku pernah mengalami kecelakaan motor ketika SMA. Namun yang mengejutkan Dalton dan Sarah adalah bahwa Gita tidak pernah mengaku pada orang tuanya. Yang ia lakukan adalah menyembuhkan dirinya sendiri di luar sehingga orang rumah hanya melihat semuanya beres. Tapi setelah wawancara itu tentulah ibunya sekarang tahu, bukan?

Dari beberapa pengalaman masa kecil dan remaja Gita, saya melihat bahwa beliau tidak ubahnya dengan anak-anak Indonesia umumnya: jatuh-bangun dan belajar dari kesalahan namun bisa menjadi teladan bagi orang lain melalui serangkaian pengalamannya. Dan yang lebih saya salut adalah, semua cerita itu dia buka terus-terang pada orang-orang sekitarnya sehingga kita tidak melihat Gita sebagai manusia super, melainkan pribadi yang apa-adanya.

Gita – The Mission

Seringkah Anda menyaksikan seseorang berpidato di hadapan publik dengan gaya orasi yang berapi-api atau suara menyayat hati namun Anda tidak paham apa yang ia bicarakan? Saya sih, sering. Oleh karena itulah saya terkesan dengan gaya Gita Wirjawan saat tampil di depan publik. Straight to the point, lugas, tangkas menjawab persoalan secara langsung tanpa membumbui dengan janji-janji manis. Yang beliau tunjukkan adalah komitmen dan terlihat nyata bahwa ia menjalani komitmen itu sehari-hari.

Kalau ditanya apa visi-misinya bagi Indonesia pun dia merumuskannya dalam empat strategi yang singkat dan tegas:

1. Memperbaiki kualitas demokrasi

2. Meningkatkan kekuatan ekonomi yang kental dengan pemerataan

3. Mempertahankan kekayaan budaya

4. Memperkuat kemahiran ilmu dan teknologi bangsa dan negara

Keempat strategi utama itu kemudian dapat dijabarkan dalam poin-poin detail lainnya namun arahan strategi ini jelas terlihat. Dari sikapnya yang terlihat hati-hati namun juga berani mengambil tindakan terukur, saya bisa membayangkan seperti apa PBSI, Kementerian Perdagangan, bahkan Indonesia ke depan jika Pak Gita Wirjawan mengambil kemudi. Slogannya jelas: Berani Lebih Baik. Dan saya yakin, beliau adalah seorang pemberani.

Pak Gita, tahun 2014 mau bawa Indonesia ke mana sih? Saya dukung, deh. 😀

===

Foto-foto diambil dari situs Gita Wirjawan.

Kebat-kebit Belanja di Solo

Masih ingatkah cerita saya tentang kelupaan bawa kamera di Candi Gedong Songo akibat packing serabutan? Rangkaian ‘kebodohan’ itu masih belum selesai. Ketika datang ke Semarang saya dengan super santainya membawa tas gembolan kecil dengan diisi 2 kaos dan sehelai celana pendek karena tadinya saya pikir akan langsung pulang ke Jepara. Tapi rencana akhir pekan tiba-tiba  buyar ketika ada SMS masuk yang mengabarkan saya harus segera ke Solo untuk menghadiri sebuah acara. Karena sudah terlanjur sampai di Semarang, mau-tak-mau saya harus langsung berangkat ke Solo naik travel.

Ada sedikit pengakuan di sini: saya belum pernah ke Solo! Dulu pernah sih, kunjungan ke beberapa pabrik tekstil. Itu pun agendanya langsung ke pabrik-pabrik setelah turun di bandara, lalu sorenya kembali lagi naik pesawat. Maka sepanjang perjalanan kali ini saya serabutan mencari hotel dan info lainnya tentang Solo. Karena rencana liburan sudah berubah menjadi urusan kerja, segala sesuatu harus dipersiapkan dengan pasti. Tidak boleh lagi asal nyelonong ke resepsionis hostel sambil berharap ada kamar termurah. 😛

Setelah sampai di Solo, saya masih punya sedikit waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan secara remote dari kamar hotel ketika tiba-tiba saya tersadar telah melupakan satu hal penting: BESOK GUE MAU PAKE BAJU APA KE ACARA ITU? Ajegile, yang ada saya bakalan diusir satpam kalau datang dengan dandanan backpacker. Terus mau belanja ke mana? Secara saya belum tau Solo, saya tidak punya pikiran lain kecuali ke mall untuk beli baju di sana. Paling tidak saya bisa ‘tutup mata’ alias percaya penuh pada kualitasnya.

Apa boleh buat, saya harus meninggalkan beberapa prinsip backpacker yang cukup nista bila dilanggar. Misalnya: naik taksi, menginap di kamar hotel minimal bintang dua, sampai berbelanja dan makan di mall! Tapi mau bagaimana lagi, demi kesuksesan saya di acara tersebut yang tentunya akan membantu karir di masa depan, pakem-pakem para petualang tersebut harus ditinggalkan dulu. Maka dengan perasaan kebat-kebit melangkahlah saya ke sebuah mall di Solo yang tidak tanggung-tanggung: MALL PALING BARU!

Lihat, kan, gambar di atas? Itu adalah lantai bawah The Park Solo, pusat perbelanjaan yang baru mulai membuka pintunya bagi warga Solo. Nah, di mall ini ada dua lantai yang ditempati METRO Department Store yang mulai menyapa pengunjung sejak akhir Oktober 2013 lalu. Sebenarnya saya sempat bingung, kok METRO Department Store belum membuka tokonya di Semarang dan malah memilih Solo sebagai toko pertamanya di Jawa Tengah? Namun saya sih dapat memahami strategi ini karena meski Solo bukan ibukota Jawa Tengah, pergerakan ekonomi dan industri di seputar kawasan ini sangat pesat, terutama tekstil. Oleh karena itu sangat wajar bagi METRO untuk membuka cabangnya yang pertama di Solo guna melesat lebih cepat sebagai pusat perbelanjaan terkemuka di Jawa Tengah. Tak dipungkiri bahwa meski Solo terkenal dengan produk-produk khas seperti batik dan kerajinan, masyarakat memiliki kebutuhan beragam dan PT. Metropolitan Retailmart hadir bagi warga Solo khususnya segmen menengah ke atas guna menjawab kebutuhan ini.

Meski suasana METRO sangat nyaman dan kinclong, saya bukanlah tipe pembelanja yang betah berlama-lama karena biasanya jika sudah memiliki kebutuhan yang pasti, waktu yang saya habiskan maksimal 30 menit saja. Jadi begitu melangkahkan kaki ke area department store saya langsung bergerak ke wilayah produk-produk untuk pria. Lihat-lihat, memegang beberapa kemeja untuk merasakan tekstur kainnya, lalu ke kamar pas untuk mencoba. Terus langsung ke kasir!

Di Men’s Department ini ada dua brand menarik perhatian yakni IZOD, brand pakaian sporty yang belum pernah ada sebelumnya di delapan gerai METRO lainnya di Indonesia. Koleksi apparel-nya sangat beragam dengan tema sportif, berjiwa muda, dan penuh warna. Koleksinya beragam mulai dari pakaian golf, shirt, poloshirt, jaket, hingga chino dan bermuda. Brand lainnya yang membuat mata saya berbinar-binar adalah High Sierra dengan koleksi tas dan koper untuk traveling. 😀

Saya ke sana bertepatan dengan hari pertama soft-opening. Belum lagi dibuka secara resmi, METRO Department Store sudah menggeber promo voucher Rp 50,000.- bagi yang menunjukkan foto mobil iklan METRO atau bagi yang beruntung terpilih dalam program 1000 Orang Pertama yang mendapat kejutan istimewa yang mendaftarkan emailnya lewat situs countdown dan menerima email konfirmasi untuk ditukar dengan voucher Rp 50,000.- di Customer Service. Seperti saya, lumayan banget dapat vouchernya! 😀

Masih kurang? Ada lagi voucher Rp 250,000.- untuk yang berbelanja senilai minimal Rp 500,000.- sampai dengan tanggal 14 November 2013 dan mendaftar keanggotaan METRO Yours Card (MYC) yang juga akan otomatis diundang ke acara Appreciation Night METRO The Park Solo tanggal 15 November 2013. Masih ada waktu seminggu lagi. Info selanjutnya sila simak di akun-akun resmi METRO di Facebook, Twitter, dan Instagram.

Waktu 30-45 menit cukup bagi saya untuk memenuhi kebutuhan mendesak guna menghadiri acara penting di Solo, dan salah satu lokasi berbelanja yang praktis ini telah membantu persiapan saya. Sekarang tinggal fokus menghadiri acara dan presentasi. Wish me luck! *komat-kamit*

#BAC2013 Hasilkan Deretan Aplikasi Keren

Ajang Djarum Black Apps Competition 2013 yang telah berlangsung sejak November 2013 akhirnya usai. Sukses menjaring 1,149 peserta, dewan juri yang terdiri dari 5 orang yang kompeten di dunia industri kreatif Indonesia ini kemudian melakukan tahapan seleksi dan presentasi secara seksama hingga akhirnya tampil 11 finalis yang kesemua aplikasinya sangat menarik.

Awarding Night yang semalam (29 Juni 2013) digelar di Cilandak Town Square berlangsung sangat meriah yang rangkaian acaranya telah dimulai sejak pagi hari yang diisi berbagai games dan talkshow yang menghadirkan pembicara keren seperti Raditya Dika (penulis), Agus Hamonangan (ID Android), Eddy Taslim (COO Kompas.com), dan Sigi Wimala (aktris dan penggagas aplikasi Museum Bercerita). Selain itu pengunjung juga menikmati alunan musik keren dari Jakarta Pad Project, Bayu Risa, dan Lamurru Percussion.

bac1

Dari sebelas finalis yang lolos seleksi, dewan juri akhirnya memilih 4 pemenang yaitu Sandy Colondam (Bloodmob), Maximillian Audrey (Tut Wuri), Apris Sugianto (Kuda Lumping), dan Yonas Rahendanu (EMBA). Masing-masing dari mereka berhak mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar 25 juta rupiah sekaligus aplikasi mereka sudah dapat diunduh di Google Play Store yang khusus untuk para pengguna Android. Selain itu terpilih juga 1 pemenang favorit berdasarkan voting publik yakni Ias Ari Mahaputra (Silat Academy) yang berhak mendapat uang tunai senilai 10 juta rupiah.

Saya sendiri sangat bersemangat menelusuri kesebelas aplikasi yang siang itu juga dipamerkan dan dapat disaksikan preview-nya oleh para pengunjung Citos. Ada beberapa yang menarik perhatian saya sih dan akhirnya saya mengunduh dua aplikasi pemenang. Tapi sebelumnya biarkan beberapa gambar ini bercerita ya:

bac2

Ini dia kesebelas aplikasi para finalis yang dipamerkan
Ini dia kesebelas aplikasi para finalis yang dipamerkan
Hi Celia, kamu cantik ya. Aplikasinya maksudnya =)) (CELIA adalah aplikasi penolong kita di kala macet)
Hi Celia, kamu cantik deh. Aplikasinya maksudnya =)) (CELIA adalah aplikasi penolong kita di kala macet)
Sigi Wimala yg memaparkan tentang Museum Bercerita
Sigi Wimala yg memaparkan tentang Museum Bercerita
Interview dengan para pemenang
Interview dengan para pemenang

OK, sekarang giliran cerita tentang aplikasi yang saya download. Dari dua yang sempat dijajal di hape, saya suka banget dengan aplikasi KUDA LUMPING yang dikembangkan oleh Apris Sugianto. Idenya tentu terinspirasi permainan tradisional Kuda Lumping yang penunggangnya beraksi dalam keadaan trance akibat kerasukan. Nah, pengguna aplikasi ini dapat bermain dengan cara berusaha sebanyak-banyaknya menaikkan para hantu khas Indonesia ke atas kuda lumpingnya untuk mendapat poin. Besaran poin tergantung jenis hantunya juga, ada suster ngesot, pocong, kuntilanak, sampai yang paling besar poinnya itu dari hantu raksasa gitu deh. Hehe.

bac7

Satu lagi alasan kenapa saya suka permainan ini: musik latarnya gamelan jawa yang rancak. Jadi berasa di tengah tontonan kuda lumping yang sebenarnya. Adik saya sampai melongo ketika saya mencoba main pertama kali, dikiranya saya lagi nonton pergelaran wayang di ponsel. Hahaha.

Anda tertarik mencoba? Ada tiga aplikasi lain yang sudah bisa diunduh secara gratis di Play Store. Yang terpenting, kita dukung teman-teman kita sendiri dalam mengembangkan aplikasi bernuansa lokal. Sukses untuk semua pemenang dan finalis ya 🙂

2013: Tahun Perencanaan

Setiap awal tahun tentunya kita memikirkan perencanaan untuk dua belas bulan berikutnya, bukan? Ya memang menyusun perencanaan tidak harus awal tahun sih, namun angka bulan yang kecil lazim dianggap sebagai sesuatu yang fresh sehingga cocok pula digunakan untuk menyusun resolusi baru. Saya sebenarnya bukan orang yang rajin membuat resolusi dan menaatinya kemudian melakukan evaluasi terhadap resolusi tersebut di akhir tahun. Namun tahun ini saya memiliki cita-cita jangka pendek dan jangka panjang yang mudah-mudahan dapat terwujud atau terlaksana sebagian. Berikut beberapa impian saya:

1. Berkelana

Saya masih ingin jalan-jalan ke banyak tempat lagi. Untuk tahun ini fokus masih diarahkan ke Asia Tenggara. Thailand, Myanmar, Laos, dan Hong Kong masih menjadi tujuan utama karena dapat dilaksanakan ‘sekali jalan’, misalnya terbang ke Yangon dan Bangkok dalam 1 kali putaran lalu sisanya menempuh jalan darat. Namun berdasarkan nature pekerjaan saya, tidak mungkin untuk melakukan pembelian tiket sejak jauh-jauh hari. Saya biasa melakukan pemesanan tiket sekitar sebulan sebelum keberangkatan meski sadar harga tiket promo tidak tersedia dan uang yang dikeluarkan cukup banyak; namun itu sudah menjadi resiko pekerjaan. Sedangkan untuk tujuan di Indonesia, saya ingin kembali ke Maluku karena hendak menuntaskan impian bersujud di depan patung Pattimura dan Christina Martha Tiahahu dan menceburkan diri di perairan Pintu Kota; setidaknya itulah syarat yang diajukan oleh Bung Almascatie jika saya hendak melepaskan status sebagai Ambon Kaart. 😀

Hiking-tips
source: youthareawesome.com

2. Membeli motor

Ada tiga sepeda motor yang nangkring di rumah setiap hari namun saya tidak pernah menggunakannya. Selain memang digunakan oleh adik-adik saya kuliah dan bekerja, saya belum bisa naik motor *haddeh*. Namun sepertinya tahun ini saya harus bisa memaksa diri naik motor ke mana-mana mengingat ongkos yang dikeluarkan bisa jauh lebih hemat dibandingkan naik kendaraan umum. Oleh karena itu keinginan membeli motor sendiri harus tercapai, paling tidak mencicil. Jenis motor yang saya inginkan sih biasa-biasa saja, secara saya bukan orang yang senang kebut-kebutan. Paling tidak dalam enam bulan ke depan, saya menargetkan sudah bisa naik motor sendiri.

source: beginnermotorcycles.wordpress.com
source: beginnermotorcycles.wordpress.com

3. Menabung untuk hari depan

Dengan inflasi yang terus meninggi, saya mesti siap-siap menabung untuk bekal ketika kelak tidak kuat bekerja lagi. Itu artinya saya mesti menyisihkan penghasilan sejak sekarang secara disiplin dan dimasukkan ke tabungan yang tidak boleh diambil sebelum jatuh tempo, kalau bisa untuk jangka panjang dan menghasilkan bunga yang lumayan. Kalau ini sih target jangka pendek yang harus segera terlaksana di bulan ini.

source: 2rich2thin.org
source: 2rich2thin.org

4. Mencicil rumah

Ini sepertinya tidak mungkin terlaksana di tahun ini, namun paling tidak saya mesti mencicil uang mukanya. Saya sudah mengincar rumah yang masih terletak di Bekasi juga atau bisa jadi pilihan tempat tinggal jatuh ke apartemen bersubsidi yang sedang dibangun. Pindah rumah di tahun depan sepertinya bisa deh meski itu berarti saya harus bekerja ekstra keras agar bisa menabung. Setelah uang muka terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengajukan aplikasi kredit rumah ke bank.

source: info.betransported.com
source: info.betransported.com

5. Mencermati pengeluaran

Sehari-hari makan di restoran, misalnya, adalah pengeluaran yang kecil namun jika dijumlahkan selama sebulan hasilnya sungguh mengejutkan. Oleh karena itu urusan pengeluaran mesti diperketat agar tidak bablas dan semua rencana menabung berantakan.

source: tikr.com
source: tikr.com

Nah lo, dari semua rencana di atas benangnya merahnya satu saja: UANG. Semua perlu uang. Lalu bagaimana saya bisa mencapai semua keinginan itu di tahun ini atau paling tidak sebagian di antaranya? Saya punya solusinya: Bank Mandiri. Coba ya saya urutkan kembali keinginan di atas beserta solusinya:

1. Berkelana: ini butuh dana yang mudah ditarik setiap saat. Solusinya adalah Mandiri Tabungan.

2. Membeli motor: untuk pembiayaan ini, saya bisa mengajukan kredit melalui Mandiri Tunas Motor, atau Mandiri KTA.

3. Menabung untuk hari depan: ada Mandiri Tabungan Rencana yang sangat fleksibel.

4. Mencicil rumah: tinggal ajukan aplikasi Mandiri KPR.

5. Mencermati pengeluaran: salah satu instrumen pengontrolnya adalah Mandiri Kartu Kredit.

Gimana? Hanya dengan menggunakan layanan satu bank, semua keinginan saya dapat terbantu kan? Ya Tuhan, semoga semua keinginan ini sesuai kehendak-Mu dan dapat terwujud. Amin.

Apapun keinginan Anda, Mandiri saja.

Lomba Berhadiah Uang Tunai. Mau?

Bagi para blogger yang gemar menulis dan syukur-syukur memenangkan hadiah dari lomba blog yang diikutinya tentu sangat gembira karena tahun 2012 yang akan segera berakhir ini telah diramaikan oleh banyak sekali lomba, mulai dari yang diadakan oleh brand besar hingga komunitas-komunitas yang mengadakan lomba sederhana. Hadiahnya tentu bermacam-macam, mulai dari uang tunai, gadget, dan lainnya. Namun kadang hadiah yang ditawarkan kurang menarik perhatian karena, misalnya, kita sudah lebih dulu memiliki gadget tersebut. Atau selain hadiah, tema lomba sendiri yang kurang menarik karena kita tidak biasa berkecimpung di wilayah yang menjadi tema utama lomba. Oleh karena itu meski semua lomba sangat menarik, hanya sedikit yang kita ikuti. Saya pun salah satunya, tahun ini mungkin saya hanya mengikuti 2-3 lomba dan mengabaikan lainnya dengan alasan bermacam-macam.

Sampai akhirnya muncul pengumuman lomba yang satu ini: Blog Kontes Mandiri yang tentu saja diselenggarakan oleh Mandiri, salah satu bank terbesar dan terpercaya di Indonesia yang baru saja meluncurkan lomba blog di penghujung tahun ini. Para blogger diajak untuk berangan-angan tentang masa depan dan berusaha mewujudkan angan-angan tersebut. Tentu saja, angan-angan tersebut sedapat mungkin diwujudkan dengan bantuan produk-produk berkualitas dari Mandiri. Gampang kan? Hadiahnya apa? Gak usah pusing lihat gadget apa yang akan dimenangkan. Kamu bisa pilih sendiri mau diapakan hadiah itu. Ya, karena lomba ini berhadiah UANG TUNAI senilai total 17,5 juta rupiah dengan rincian sebagai berikut:

Juara 1: Tabungan Mandiri senilai 10 juta rupiah

Juara 2: Tabungan Mandiri senilai 5 juta rupiah

Juara 3: Tabungan Mandiri senilai 2,5 juta rupiah

Menarik sekali, kan? Eh tapi pastikan kamu membaca syarat dan ketentuan lomba dengan seksama ya, karena persyaratannya cukup detail, mulai dari memasang banner lomba di blog kamu, keyword tertentu yang harus dicantumkan, memasang video, sampai memenuhi syarat-syarat penulisan yang orisinil dan tidak melakukan plagiat. Ribet ya? Sekilas iya sih. Tapi anggap aja itu sebagai tantangan untuk membentuk tulisan kamu lebih baik dengan pemaparan yang mengalir sesuai gaya bahasamu. Gak perlu serius-serius amat kok bahasanya. Yang penting pastikan tema lomba “Apapun keinginan Anda, Bank Mandiri saja” terjawab ya.

Tulisan kamu ditunggu sampai tanggal 11 Februari 2013, jadi masih ada waktu sekitar 5-6 minggu lagi. Pengumumannya 25 Februari 2013 dan pemenangnya akan dikonfirmasi secara resmi via email dan telepon agar terhindar dari kemungkinan penyalahgunaan.

Informasi lebih lanjut tentang lomba dapat dilihat di sini.

blogkontesmandiri

Pikir-pikir Notebook Baru

Notebook sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup dan pekerjaan saya sehari-hari. Dalam sehari saya berkutat di depan notebook selama 12 jam untuk mengerjakan tugas atau hal-hal lain. Ibarat pacar, notebook saya lengket dibawa ke mana-mana meski saya harus memanggul tas pundak yang berat demi notebook kesayangan. Namun jangan salah, meski si notebook beratnya minta ampun, ia sudah mendatangkan penghasilan utama dan sampingan yang sangat bermanfaat.

Oleh karena itu alangkah sedihnya ketika notebook kesayangan yang sudah menemani keseharian saya selama 2 tahun terakhir ini mulai sering bermasalah, terutama saat booting yang kadang bisa ditinggal membuat teh dulu, lalu kapasitas penyimpanan data yang semakin terbatas, dan, ini yang paling menyiksa, browser yang sering melambat dan ngadat, bahkan crash, ketika sedang berselancar di internet. Saya tidak bisa leluasa lagi berinternet karena harus menjalankan tab satu demi satu agar tidak macet; dengan demikian hal ini akan memperlambat kecepatan kerja saya pula. Hal yang sangat mengganggu lainnya adalah ketika saya hendak membuka folder data pribadi, notebook tersebut juga tiba-tiba melambat merespon sehingga saya tidak bisa mengakses file-file penting dalam waktu cepat. Meski masih cinta, mau tak mau saya harus melepaskan Axel, julukan sayang yang saya berikan baginya. 😦

Lalu notebook apa yang cocok menggantikan Axel?

(sumber gambar: laptopget.com)

Love at First Sight

Secara kebetulan saya menghadiri acara spesial ulang tahun pertama Blibli.com, layanan toko online terkemuka di Indonesia. Nah, di sini mata saya tiba-tiba tertumbuk pada satu produk yang sedang dipajang dan terbuka untuk dicoba yang sekilas dilihat penampilan luarnya sangat keren. Produk tersebut adalah Samsung Series 5 ULTRA yang hadir dalam 3 warna menarik: Mocca Brown, Pop Pink, dan Titan Silver. Mari kita tengok:

Ini dia yang pop-pink. Warnanya adem banget kan?!
Bagian dalam berbahan aluminium sehingga tampak eksklusif ditambah dengan aksen pink di seputar keypad

Penampilan luar sudah keren. Namun terus terang saya bukanlah calon konsumen yang gampang tergiur dengan penampilan luar. Yang mesti saya cermati adalah spesifikasi produk dan fungsi-fungsinya dong. Calon pengganti Axel harus yang lebih keren, bukan? Secara kebetulan pula produk Samsung Series 5 ULTRA ini baru tersedia bulan Juli 2012 ini dan launching-nya diadakan bersamaan dengan ulang tahun pertama Blibli.com, yang perayaannya diadakan pada tanggal 1 Agustus 2012 pukul 10.30 – 14.00 bertempat di restoran Oyster, Plaza Senayan, Jakarta, dan saya diperbolehkan mencoba notebook tersebut. Mau tidak mau sebelum meneliti sebuah produk baru, saya akan membandingkannya dengan Axel, terutama apakah si produk baru tersebut dapat menjawab masalah-masalah klasik si Axel, yakni kecepatan berselancar di internet lambat, waktu booting yang lama, dan kapasitas penyimpanan data yang tidak maksimal. Ternyata saya menemukan 3 kelebihan utama pada produk teranyar Samsung ini:

Ultra Performance

Roh utama produk ini terletak pada prosesor AMD Dual Core A6 4455M (2.1 GHz). Saya terdiam sejenak lalu berbisik ke seorang kawan di sebelah, “AMD ini bukannya katanya cepat panas ya?” Teman saya tersenyum sembari menjawab, “Itu sih stigma lama, sudah gak berlaku lagi. Sekarang performa AMD keren kok.” Oh OK, kalau begitu tidak masalah. Namun yang membuat saya girang adalah memorinya, sangat besar dengan 4GB DDR3 dan kapasitas HDD sampai 500GB. Wah ini sih cukup banget untuk pekerjaan saya yang lebih banyak menyimpan data dan tidak terlalu banyak bermain grafis. Solusi ‘lemot’ si Axel juga terpecahkan dengan Samsung Fast Solutions, yakni kecepatan booting selama 20 detik sejak notebook mati sampai siap difungsikan, dan kecepatan fast start 2 detik saja dari moda sleep. Belum lagi kecepatan browsing yang bisa sampai 2 kali lipat sehingga saya tidak perlu lagi meninggalkan komputer ketika sedang loading.  Kecepatan browsing ini sempat saya coba sendiri ketika membuka halaman depan Google yang langsung terbuka dalam sekejap mata. Sungguh suatu lompatan besar bagi saya *lebay sedikit tak apa*. Keunggulan lainnya adalah baterai notebook yang memungkinkan kita bekerja tanpa kehabisan baterai sampai 6,5 jam dan siklusnya yang mencapai 1500 kali pengisian baterai (3 tahun). Satu lagi yang penting: notebook ini sudah dilengkapi dengan Genuine Windows 7 Home Premium (64bit) sehingga masalah keaslian perangkat lunak Microsoft tidak perlu diragukan lagi.

Pada peluncuran produk Samsung tersebut saya sempat mengetes performanya melalui Windows Experience Index yang menilai performa komponen sistem-sistem kunci berdasarkan skala 1.0 – 7.9. Hasilnya: Samsung Series 5 ULTRA memperoleh skala di atas rata-rata, yakni 4.6. Angka tertinggi diperoleh dari performa gaming graphics sebesar 6.2. Menurut saya hasil ini sangat memuaskan, apalagi kalau dibandingkan dengan kebutuhan kerja saya yang terbatas pada Office dan internet. Berikut hasil selengkapnya:

Indeks performa Samsung Series 5 ULTRA (sumber: Irayani Queencyputri)

Ultra Portability

Saya sering sakit punggung gara-gara Axel beratnya minta ampun. Namun Samsung Series 5 ULTRA menjawab keluhan ini dengan lebar layar 13.3 inci, desain tipis (17.6mm), dan sangat ringan (1.52 kg). Memang ketika saya mencoba mengangkatnya, terasa ringan sekali dan bayangan saya produk ini tidak akan meremukkan punggung *lagi-lagi lebay sedikit tak apa*. Material luarnya terbuat dari aluminium dan fiber glass sehingga tahan lama meski kita kerap menggunakannya di luar ruangan. Jangan lupakan baterainya yang mesti diisi setiap 6,5 jam membuatnya nyaman sekali dibawa beraktivitas outdoor tanpa harus sering-sering fakir colokan.

Ultra Display

Inilah keunggulan Samsung lainnya yang sudah saya rasakan melalui produk lain, ponsel Android Samsung, yakni layarnya yang super cerah. Samsung Series 5 ULTRA memiliki layar yang lebih terang sampai 40% dan menyajikan 16 juta warna dengan sangat natural. Ketajaman gambar seperti ini akan membuat pengalaman melihat gambar dan video tampak lebih berani dan cerah di mata kita. Ketajaman layar tersebut dapat kita saksikan di mana saja tanpa takut refleksi cahaya di luar mengganggu pemandangan ke arah notebook dengan Anti-Reflective Display.

That’s It! I’m hooked and I’m getting this one. Belinya di mana? Wohoooo, ternyata produk ciamik ini tersedia secara eksklusif di Blibli.com. Klik di sini untuk membeli.

Anytime, Anywhere Shopping

Kenapa kita lebih suka pergi ke mall daripada ke pasar? Salah satu alasannya adalah karena barang-barang yang dipajang di mall lebih menarik daripada yang sekadar ‘dijembreng’ di pasar tradisional, bukan? Demikian pula dengan yang kita temukan di situs belanja online Blibli.com. Alih-alih menemukan situs yang penuh barang dagangan di halaman depan dengan tata letak seadanya yang terkadang membuat kita bingung toko ini menjual apa, Blibli.com mengemas dan menampilkan produk-produknya dengan cara apik layaknya mall terkemuka; mereka menyebutnya review & curate. Inovasi utama lainnya, seperti dijelaskan oleh Head of Marketing Bpk Ivan Hudayana, adalah pemangkasan prosedur pembelian yang dulunya mengharuskan pembeli menempuh 5 langkah hingga sekarang transaksi dapat selesai dalam 3 langkah mudah saja. Inovasi selanjutnya adalah menambah koleksi produk untuk tiap kategori (ada 7-8 kategori produk) dan merambah penjualan online lain seperti tiket pertunjukan musik.

Head of Marketing Blibli.com, Bpk Ivan Hudayana, sedang memberi penjelasan

Namun inovasi yang menurut saya paling menarik adalah unboxing videos alias video konsumen membuka kemasan produk dan melihat satu-per-satu produk, aksesoris, dan kelengkapan pendukung lainnya dalam kotak/dus produk tersebut. Blibli.com secara terbuka menunjukkan isi kotak produk benda demi benda untuk meyakinkan pembeli akan apa yang akan ia dapatkan di dalam kotak tersebut. Nah, ini dia unboxing video notebook calon pengganti si Axel:

Unboxing video inilah yang menjadi salah satu penentu keputusan saya untuk memilih Samsung Series 5 ULTRA, yang setelah saya beli nanti akan segera saya beri nickname baru sesuai karakternya yang perkasa: SAMSON. 😀

Tasting Box Sedapur.com

Mari kita istirahat sejenak dari serial #SEATrip untuk membuka Tasting Box yang dikirimkan oleh Sedapur. Apa itu Tasting Box? Dan apa pula itu Sedapur?

Sedapur adalah portal belanja makanan yang berperan menjembatani industri rumah tangga (mikro) di bidang kuliner dengan para calon pelanggan di internet. Selain menyediakan jasa bagi para pecinta kuliner untuk berbelanja, Sedapur juga membuka peluang bagi pada produsen makanan skala rumah tangga untuk memasarkan produknya lebih luas dengan cakupan pasar yang lebih bervariasi. Salah satu dari sekian inovasi Sedapur kali ini adalah mengirimkan Tasting Box yang berisi 3 sampel produk olahan para merchant mereka. Saya akan mengulas sedikit sampel produk yang sampai di rumah saya dengan manisnya baru-baru ini.

1. Kedai Es Pisang Ijo Genit

Inilah makanan tradisional Makassar yang terkenal itu. Terbuat dari bahan pisang raja utuh yang dibungkus dengan lembaran adonan tepung beras dan pandan wangi sehingga tampilan warna hijaunya cantik. Awalnya saya agak ragu menyaksikan penampilannya karena saya kurang suka jenis bubur santannya, lalu warna sirup merahnya tampak terlalu mencolok sehingga sedikit mencurigakan. Namun keraguan saya sedikit memudar ketika lalu membaca bahwa Cynthia Susanti Setiawan, sang praktisi kuliner pencipta es pisang ijo ini, meyakinkan bahwa sirup itu buatan sendiri dengan rasa pisang ambon. Akhirnya saya mencoba, dan: JUARA! Saya bisa menikmati bubur santannya yang ringan, sirup pisang ambonnya yang pas manisnya, dan pisang ijonya yang cukup ranum dan tidak terlalu keras. Sangat memuaskan! Saya sangat merekomendasikan Anda mencoba es pisang ijo ini.

Es Pisang Ijo Genit (sumber: sedapur.com)

2. Pempek Udang Emak Khas Bangka

Mengira saya akan menemukan pempek ikan dengan cuka coklat gelap layaknya makanan khas Palembang, saya salah besar. Pempek ini terbuat dari bahan dasar udang, bukan ikan. Lalu kuahnya bukan cuka asam-manis, melainkan bumbu tauco pedas. Saya sempat kaget dan merasa aneh dengan makanan ini. Namun ketika Mama saya datang (beliau berasal dari Palembang), dengan santainya Mama menjelaskan bahwa Pempek Bangka memang lebih banyak variannya. Bumbu tauco lazim dinikmati bersama pempek bangka meski beliau berkomentar juga bahwa tekstur pempeknya agak terlalu kenyal karena komposisi udang dan tepungnya kurang seimbang. Jadi saya bisa menerima varian ini dengan baik, namun saya juga setuju dengan Ibu saya, tekstur pempeknya kurang sempurna. Bolehlah untuk dicoba.

Pempek Udang (sumber: sedapur.com)

3. Bed Hair Guy Onigiri

Sepasang onigiri yang dikirim dalam tasting box tersebut saya sambut dengan sukacita, oleh karena makanan ini adalah teman saya ketika menjalani hari-hari mahasiswa di Jepang dulu. Hahaha. Murah dan mengenyangkan. Inovasinya boleh juga: onigiri alias kepal nasi berbungkus nori ini diisi dengan adonan tuna spicy yang lezat. Saya bisa menerima variasi rasanya, namun ada 2 poin yang sangat mengecewakan: kurang berbumbu kecap shoyu sehingga terasa seperti nasi biasa yang dimakan dengan lembaran rumput laut. Lalu saya tidak mengerti mengapa pembuatnya menggunakan beras Jepang dan menjadikannya bahan jualan. Beras Jepang dan Indonesia bagi saya sama saja; kuncinya terletak pada jenis beras dan cara mengolahnya. Sedangkan onigiri yang saya makan ini nasinya terlalu keras bagi saya yang terbiasa memakan masakan Jepang yang nasinya lebih lembut dan lengket. Sepertinya pembuatnya kurang menambahkan air ketika menanak nasi sehingga terasa seperti belum matang. KESALAHAN FATAL! Kalau yang ini, lebih baik Anda jangan mencobanya.

Onigiri (sumber: sedapur.com)

Come and Serenade Your World

It’s Valentine soon. Biasanya kita merayakan Valentine dengan coklat, bukan? Namun hari gini memberikan coklat bukan lagi trik yang inovatif, apalagi untuk yang sedang menembak ‘target’. Bagi kamu yang ingin membahagiakan kekasih hati namun sudah bosan dengan coklat, ada cara lain. Bagaimana kalau dengan membuat video pertunjukan musik?! Aha, ini sesuatu yang baru!

Continue reading Come and Serenade Your World