Empat Windu Membangun Bangsa

Kata orang, usia 32 tahun adalah usia yang sudah sangat matang. Pada angka ini, seseorang telah cukup mapan dalam menjalani ritme kehidupan dengan mantap dan pasti. Target dan pencapaiannya pun dapat diukur dengan beberapa indikator seperti penghasilan, investasi, dan pendidikan anak. Lalu dapatkah kita mengibaratkan perjalanan sebuah institusi akademis dengan beberapa indikator yang sesuai seperti demikian?

Universitas Terbuka (UT) adalah sebuah institusi perguruan tinggi negeri ke-45 yang didirikan pada tahun 1984 dengan tujuan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum di berbagai pelosok untuk menempuh pendidikan tinggi melalui modus pembelajaran jarak jauh, di samping tentunya juga menampung para lulusan SLTA yang hendak menempuh pendidikan di PTN namun terkendala kuota mahasiswa di PTN yang mereka tuju. Mengawali langkahnya membangun bangsa, gelombang pertama mahasiswa UT pada tahun 1984 tercatat sebanyak 54,035 orang dengan kegiatan akademis dan administrasi kampus terpusat dari kantor pertamanya di Rawamangun, Jakarta Timur, sebelum pindah ke Pondok Cabe di tahun 1985 dan secara perlahan tapi pasti mulai mengembangkan sayap ke berbagai ibukota provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Wajah UT pada awal berdirinya dan sekarang setelah 32 tahun berkarya tentunya sudah sangat berbeda. Lalu bagaimanakah kita mengukurnya? Pada kesempatan ini saya ingin kembali merenungkan filosofi dasar yang menjadi penggerak utama segenap sivitas akademika UT dalam membangun bangsa. Prinsip tersebut terbagi dalam 3 pokok yang kita kenal dengan nama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan akan saya jabarkan di bawah ini.

1. Pendidikan dan Pengajaran

Prinsip pertama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pendidikan dan pengajaran. Mengutip ketentuan umum pada Pasal 1 UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Penerapan definisi ini dilaksanakan oleh UT dengan kekhasan yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya, yakni melalui modus pembelajaran jarak jauh.

Pada tahun 2016, UT sudah memiliki mahasiswa lebih dari 310 ribu orang dengan 299,317 orang di antaranya tercatat sebagai mahasiswa aktif pada masa registrasi 2016.1 (data situs UT pada tanggal 7 Juni 2016) dan tersebar di berbagai pulau dan negara sebagai berikut:

Jumlah_Mahasiswa_UT_7Juni2016_Pulau
Sebaran mahasiswa aktif pada masa registrasi 2016.1 (sumber: http://www.ut.ac.id)

Pelayanan kepada ratusan ribu mahasiswa ini dijalankan oleh 40 kantor UPBJJ di seluruh Indonesia mulai dari layanan registrasi, tutorial tatap muka, pengujian, dan layanan administrasi lainnya. Selain kantor UPBJJ, UT juga menjalankan beragam layanan akademik dan administrasi secara online sehingga mahasiswa tidak perlu selalu datang ke kantor UPBJJ terdekat untuk sekadar menyelesaikan urusan administrasi per semester. Hal ini terasa besar manfaatnya di daerah-daerah, terutama jika mahasiswa harus sampai menyeberang lautan hanya untuk keperluan administrasi perkuliahan. Selain layanan administrasi perkuliahan, pembelian bahan ajar dan tutorial online juga dapat dilakukan dengan mudah. Terkecuali mahasiswa semester pertama dan akhir, kesemua layanan reguler lainnya dapat diakses secara online sehingga mahasiswa tidak perlu pergi ke kantor UPBJJ selama setidaknya 5 semester. Kewajiban sang mahasiswa tersebut hanyalah hadir pada saat ujian akhir semester.

Namun inovasi UT tidak berhenti di situ saja. Pada bulan Juli 2016 lalu, mahasiswa UT dengan “heboh” menyambut kabar gembira bahwa pembayaran uang kuliah, bahan ajar, dan urusan administrasi lainnya kini bisa dilakukan melalui jaringan minimarket yang sudah bekerja sama dengan UT. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu pusing lagi antri di bank atau membuka rekening bank tertentu agar dapat membayar uang kuliah via ATM. Cukup membawa uang tunai ke minimarket terdekat dan pembayaran langsung dapat dilakukan.

Selain akses pembayaran, salah satu terobosan lainnya adalah layanan tutorial online yang aplikasinya sudah tersedia lewat telepon pintar (smartphone) yang kita gunakan sehingga materi inisiasi, diskusi, dan tugas dapat kita respon via perangkat portabel tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kendala akses perangkat keras yang sulit didapat atau mahal bagi sebagian mahasiswa. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bahwa dosen yang jaraknya jauh sulit dijangkau oleh karena sarana penghubungnya sudah tersedia lengkap dan praktis.

Setelah prinsip pemerataan sudah terlaksana, bagaimana dengan kualitas pendidikan? Universitas Terbuka pada masa ini telah mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran berkualitas tinggi melalui berbagai modus. Tengok saja modul mata kuliah yang sangat komprehensif sehingga ketika mahasiswa membaca setiap kegiatan belajar, mahasiswa bagaikan sedang berhadapan langsung dengan dosen dan tutor. Selain itu, pengakuan kualitas nasional dan internasional juga menjadi bukti bahwa kualitas UT tidak dapat dibantah. Berdasarkan serangkaian keputusan BAN-PT terbaru pada tahun 2016, ada 4 program studi S1 yang telah mendapatkan akreditasi “A”, yakni jurusan Manajemen, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Bisnis, dan Sosiologi. Sementara itu hampir semua program studi lainnya sudah mendapat akreditasi “B” (Daftar akreditasi BAN-PT selengkapnya dapat dilihat pada tautan ini).

Selain pengakuan dari pemerintah, kualitas UT juga telah diakui oleh International Council for Open and Distance Education (ICDE) yang menyatakan bahwa UT telah memenuhi standar pelayanan praktik pendidikan terbuka dan jarak jauh internasional (berita selengkapnya dapat dilihat pada tautan ini).

Danau UT
Danau UT

2. Penelitian dan Pengembangan

Prinsip kedua dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah penelitian dan pengembangan. UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mendefinisikan penelitian sebagai kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Universitas Terbuka menjalankan prinsip kedua ini salah satunya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM-UT) yang bertujuan untuk memberikan layanan penelitian pada bidang pendidikan jarak jauh dan bidang keilmuan lainnya. Pada bulan Juni 2016 lalu, UT telah menetapkan pemenang dana penelitian pengembangan institusi kepada 159 proposal penelitian dari para dosen UT (daftar selengkapnya dapat dilihat pada tautan ini). Selain itu, LPPM juga menerbitkan 4 jurnal akademis secara rutin yang juga dapat diakses secara terbuka (lihat pada tautan ini). Di samping melakukan penerbitan karya ilmiah di lingkungan internal, karya ilmiah para akademisi UT telah mendapat pengakuan internasional yang sangat baik, salah satunya dengan penghargaan Best Papers yang diterima oleh 9 makalah UT di ajang ETWC 2016 lalu.

Sumber: http://www.ut.ac.id
Pembukaan ETWC 2016 di Bali (sumber: http://www.ut.ac.id)

Dengan melakukan penelitian dan publikasi ilmiah secara rutin, UT menetapkan misi untuk menjadi salah satu pusat keunggulan nasional dalam bidang penelitian. Hal ini tentunya merupakan sebuah penanda penting kedewasaan UT pada usianya yang telah menginjak 32 tahun ini.

Wisma UT
Wisma UT

3. Pengabdian Pada Masyarakat

Elemen ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian pada masyarakat. Pengmas atau Abdimas dijabarkan sebagai kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa (UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi). Sebagai universitas yang telah mencapai usia dewasa, kegiatan pengabdian pada masyarakat telah diwujudkan secara teratur setiap tahun di berbagai daerah yang cakupan wilayahnya sangat luas sesuai sebaran kantor UPBJJ UT dan objek kegiatan yang sangat beragam misalnya pada komunitas petani, nelayan, wirausaha UMKM, guru, siswa, dan elemen masyarakat lainnya. Dalam pengumuman terbaru yang dikeluarkan oleh LPPM UT pada tanggal 20 Juni 2016, UT telah menyetujui sebanyak 81 proposal proyek pengabdian pada masyarakat yang diusulkan oleh para peneliti di UT Pusat dan UPBJJ di berbagai daerah (lihat tautan ini).

Penanaman bibit mangrove di Medan (sumber: http://www.ut.ac.id)
Penanaman bibit mangrove di Medan (sumber: http://www.ut.ac.id)

Selain kegiatan pengabdian pada masyarakat secara offline, UT juga membuka kelas-kelas online bagi masyarakat umum sebagai bagian dari pengabdian pada masyarakat sesuai kekhasan institusinya. Program Sertifikat Terbuka Online atau yang lazim dikenal dengan nama MOOCs ini didedikasikan oleh UT bagi khalayak ramai demi membangun budaya masyarakat belajar sepanjang hayat. Terdapat 7 mata kuliah yang aktivitas pembelajarannya berlangsung fully online layaknya kelas-kelas tutorial online bagi mahasiswa UT. Setiap kelas dapat diikuti sesuai jadwalnya dan tidak dipungut biaya alias GRATIS.

20160520_082429 copy

***

Universitas Terbuka kini telah berusia 32 tahun dan telah empat windu lamanya institusi pendidikan ini turut serta membangun bangsa melalui pendidikan yang modusnya sangat khas dan tidak ditemui pada lembaga pendidikan tinggi lainnya. UT adalah salah satu manifestasi visi dan misi negara yang terdepan dalam membangun kualitas manusia Indonesia berkat jangkauannya yang meluas di semua provinsi dan dapat diikuti oleh segenap Warga Negara Indonesia hingga ke ujung-ujung pulau terluar. Selain pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang sangat luas, kualitas UT dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh sudah dibuktikan dengan berbagai pencapaian dan pengakuan dari dalam dan luar negeri. Seperti layaknya manusia dewasa, pencapaian UT yang beberapa contohnya telah ditunjukkan di atas menunjukkan bahwa UT terus bergerak menyongsong masa depan dengan pasti dalam azas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi pemandunya.

Sementara itu, bagi ratusan ribu mahasiswa dan jutaan alumni hingga termasuk saya yang masih menapaki semester ke-4 ini, Universitas Terbuka laksana suluh harapan demi masa depan yang lebih baik. Untuk selamanya kami berterima kasih atas jasa-jasa almamater tercinta dalam meningkatkan kualitas pribadi kami. Untuk selamanya pula kami berdoa agar budi baik almamater tersebut kami teruskan kepada orang-orang di sekitar kami melalui karya nyata demi pembangunan bangsa.

Dirgahayu Universitas Terbuka ke-32!

zlgut

===

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Advertisements

5 thoughts on “Empat Windu Membangun Bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s