Berkenalan dengan Brave Browser

Teman-teman pasti sering dong menjelajah aplikasi pesan instan atau media sosial lalu melihat URL berisi info menarik dan kemudian meng-klik tersebut? Nah, setelah meng-klik tautan tersebut, pasti teman-teman sering langsung dibawa ke peramban yang ada di gawai yang penampakannya full screen dan kita terpaksa menunggu hingga proses unduh semua isi halaman tersebut selesai. Bahkan rasa frustrasi kita bertambah karena ini berarti kita terpaksa menangani peramban tersebut sementara aplikasi sebelumnya tidak bisa diakses. Ditambah lagi dengan kecepatan pemuatan peramban yang lambat karena harus memuat semua informasi, gambar, video, bahkan iklan! Hmm lengkap sudah.

Berawal dari seorang kawan lama di dunia komunitas, Bung Viking Karwur, yang mengenalkan sebuah peramban baru, saya lalu tertarik mencoba aplikasi tersebut. Namanya Brave, sebuah aplikasi peramban yang bisa digunakan oleh para pengguna Android, iOS, Mac, Winx64, dan Linux. OK, saya tampilkan dulu halaman unduhannya di Google Play Store:

Sejauh ini sudah diunduh sebanyak 500 ribu kali. Lumayan lah. Tapi kemudian apa yang membedakannya dengan peramban-peramban lain yang sudah mapan sebelumnya? Penjelasan singkatnya ada di sini:

Nah, teman-teman perhatikan deh, di atas penjelasan itu ada bubble-nya. Itulah ciri khas Brave yang memungkinkan kita mengakses peramban dan membuka-tutup dengan mudah tanpa harus meninggalkan aplikasi lain yang sedang kita buka. Fitur ini mirip dengan FB Messenger; para pengguna aplikasi pesan instan ini pasti akan mengerti cara kerjanya.

Berikut ini saya coba klik sebuah URL yang terdapat di Twitter:

Perhatikan di sisi kiri tautan yang saya klik dari cuitan akun Tomyam Kelapa itu muncul sebuah gelembung. Di situlah peramban itu bekerja mengunduh informasi tautannya. Prosesnya sangat cepat kok (tergantung kecepatan koneksi internet juga sih, tapi kalau pakai 4G tidak sampai 5 detik sudah selesai). Gelembung itu tetap tersembunyi sehingga kita bisa tetap menggunakan Twitter. Kalau sudah dirasa perlu untuk membuka halaman itu, klik saja gelembungnya. Berikutnya akan tampak seperti ini:

Selanjutnya akan tampak halaman tautannya secara utuh. Tapi coba perhatikan deh bagian atasnya. Di latar belakang gelembung itu, tampilan Twitter masih terlihat. Itu karena peramban ini tidak otomatis menutup akses ke aplikasi sebelumnya sehingga kita tidak perlu capek-capek mengulang lagi membukanya dari awal. Cara menutup Brave pun mudah: tarik saja gelembungnya ke bawah, lalu masukkan ke gelembung bertanda ‘x’ untuk menghilangkannya. Mirip seperti aplikasi pesan instan yang sudah saya sebut tadi. πŸ˜€

Kelebihan

Pertama, praktis. Saya tidak perlu mengganggu akses ke aplikasi lain hanya untuk sekadar membuka peramban. Kedua, cepat. Dengan hanya mengunduh informasi penting dan menghilangkan iklan (ya, iklan) yang tidak perlu, kecepatan pemuatan menjadi ngacir!

Kekurangan

Biar adil, saya kasih tau juga deh. Peramban ini belum menyediakan fasilitas Bookmark. Namun untungnya kita diberi pilihan untuk membuka halaman URL tersebut via peramban default, sehingga saya masih bisa menyimpan bookmark di sana. Namun tetap saja, kan jadi 2 kali kerja.

***

Walaupun belum lama diluncurkan, sepertinya Brave menjanjikan harapan. Dari informasi sekilas yang saya dapatkan, ada rencana untuk memungkinkan penggunanya melakukan semacam monetisasi dari iklan. Dukungan komunitas lokal pun mulai terlihat. Teman-teman bisa mengakses informasi lebih lanjut melalui akun komunitas resmi mereka yang bernama Brave Indonesia yakni di Twitter dan Instagram. Sedangkan situs resmi mereka bisa dilihat di sini.

Cobain Brave deh, pasti kamu suka. πŸ˜€

Advertisements

6 thoughts on “Berkenalan dengan Brave Browser

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s