Kuliah Riang-Gembira Bersama BNI

Reuni FSUI sebentar lagi. Ada rasa gembira menanti bertemu teman, rekan, dan mantan. #eh

Jika saya mengingat lagi masa-masa kuliah, maka yang terkenang adalah masa-masa bermain yang riang-gembira. Iya, meski masa kuliah adalah waktunya mencapai kedewasaan berpikir melalui berdiskusi dan berkegiatan, nyatanya hari-hari bermain saya juga tak kalah banyaknya. Sewaktu kuliah sih, kita semua pasti ingin cepat-cepat lulus dan bekerja ya, namun kalau sekarang dipikir-dipikir lagi, pastilah kita sebetulnya ingin lebih lama lagi kuliah agar bisa lebih lama bermain. πŸ˜€

Nah, pertanyaannya: kenapa sih saya bisa begitu riang dan gembira dalam menjalani perkuliahan? Saya bukan datang dari keluarga yang berada, lho. Meski uang kuliah di UI termasuk murah, bukan berarti uang itu bisa disiapkan dengan seketika. Perlu perjuangan keras juga dari orang tua khususnya untuk menyekolahkan anaknya ini. Lalu bagaimana uang kuliah itu bisa disiapkan?

Solusinya ternyata datang dari BNI. Sewaktu saya mulai kuliah, UI telah bekerjasama dengan BNI untuk memudahkan para mahasiswa membayar uang kuliah per semester. Pada waktu itu memang transaksinya belum semudah sekarang yang kartu mahasiswanya bisa digunakan sebagai ATM. Kami masih diwajibkan menyetor uang kas ke kantor cabang BNI di kampus UI atau di kantor cabang mana saja yang terdekat. Namun ternyata selain kemudahan pembayaran uang kuliah, BNI memberikan fasilitas yang melekat bersama dengan NPM kita, yakni Taplus BNI. Jadi selain diberikan Kartu Mahasiswa, kita juga diberikan nomor rekening tabungan tempat pengisian uang kuliah. Prosedur pembayaran kuliah adalah dengan menyetor ke tabungan tersebut dan kemudian uang kuliahnya otomatis terdebet di hari akhir pendaftaran tiap semester. Ciamiknya adalah: karena kita punya rekening, jadi saya bisa ‘mencicil’ uang kuliah tersebut dengan cara menabung setiap bulan seperti biasa. Jadi ketika waktunya pendaftaran tiba, saya tenang-tenang saja menunggu sementara teman-teman lain sibuk antri menyetor. Hehehe.

Iya itu gue. Ganteng kan? ;)
Iya, itu saya. Ganteng kan? πŸ˜‰

Kebiasaan menabung tersebut tidak datang tiba-tiba. Awalnya saya tidak langsung memanfaatkannya. Pemicunya adalah ketika di semester 2 keluarga kami mendadak kesulitan keuangan dan hampir saja saya tidak jadi bayaran dan harus meminta keringanan. Untungnya uang tersebut bisa terkumpul meski terlambat 3 hari. Ketika saya sedang galau itulah Pembantu Dekan 3 FSUI tempat saya curhat memberitahu trik mencicil uang kuliah via BNI ini. Wah, luar biasa membantu banget deh Pak I Ketut Surajaya. Saya jadi belajar disiplin mencicil dari uang jajan dan honor kerja sambilan hingga akhirnya saya bisa punya tabungan cukup banyak ketika hendak berangkat ke Jepang dalam rangka program pertukaran mahasiswa, dan seterusnya hingga wisuda.

Fasilitas yang diberikan BNI pada waktu itu bisa jadi tampak sederhana di mata kita sekarang. Namun justru layanan itulah yang menyokong saya di belakang hingga saya bisa sukses menyelesaikan kuliah. Terima kasih banyak BNI! πŸ˜€

Bekerja Riang-Gembira Bersama BNI

Setelah lulus saya tidak lagi bersentuhan dengan produk-produk BNI. Namun setelah saya bekerja sekian tahun, saat ini saya dihadapkan dengan beberapa pilihan yang menuntut pengaturan keuangan tertentu untuk menatap hari depan. Saya adalah seorang yang cukup konservatif dalam mengatur keuangan dan tidak terlalu menyukai berinvestasi yang high risk high return; paling mentok di reksadana. Kedisiplinan yang saya jalankan sekarang ini adalah menabung secara teratur sambil merencanakan hari tua. Nah, bisakah BNI membantu saya lagi?

BP_tapenas3
Sumber: http://www.bni.co.id

Produk yang menarik perhatian saya saat ini untuk menabung jangka pendek-menengah adalah BNI Tapenas, yakni sejenis tabungan dengan setoran tetap bulanan dengan jangka waktu 2 hingga 18 tahun. Sepertinya cocok untuk menabung uang muka KPR dalam sebuah produk yang dananya dikunci sehingga tidak dapat diganggu-gugat untuk keperluan lain. Besaran setoran pun fleksibel mulai dari Rp 100,000.- hingga 5 juta rupiah). Namun yang paling saya sukai adalah tingkat bunga lebih tinggi dari tabungan dan fasilitas asuransi.

Sumber: www.bni.co.id
Sumber: http://www.bni.co.id

Sedangkan untuk rencana keuangan jangka panjang terutama di hari tua, BNI Simponi sepertinya tepat menjadi pilihan. Secara saya kan bukan pegawai negeri/swasta yang dijamin pensiunnya oleh perusahaan, maka saya harus merancang sendiri dana pensiun yang aman tetapi juga berpeluang berinvestasi risiko rendah. Syarat-syaratnya pun mudah untuk dipenuhi.

***

Sejak lulus kuliah hingga saat ini, saya tidak pernah lupa akan pelayanan BNI yang secara tidak langsung membantu saya menata keuangan sebagai mahasiswa. Lalu kini saya mengamati perkembangan produk simpanan, pinjaman, dan fasilitas lainnya, saya semakin kagum dengan pencapaian BNI selama sekurangnya 17 tahun sejak saya tinggalkan. Saya percaya dengan dua produk simpanan di atas, saya dapat bekerja dengan riang-gembira hingga tujuan keuangan saya tercapai.

Di usianya yang kini mencapai 69 tahun, saya ingin memulai lagi menjadi nasabah BNI dan sekaligus bersatu dengan visi Berprestasi dan Berbagi untuk Negeri.

Dirgahayu BNI.

Advertisements

7 thoughts on “Kuliah Riang-Gembira Bersama BNI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s