Dapet Salam dari Tomyam Kelapa!

Lama tak terdengar kabarnya, tau-tau mahasiswa cungkring yang dahulu saya kenal di Malaysia kini sudah punya usaha. Baha namanya; asli Cilacap yang kemudian merantau ke Selangor untuk bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi merangkap kuliah. Setelah pulang ke tanah air dan tinggal agak lama di kampung, Baha lalu memutuskan datang ke Jakarta untuk bekerja, dan akhirnya sekarang berusaha kuliner di bilangan Sudimara, Tangerang Selatan.

Bertempat di lokasi yang bernama Saung Ibu di gerbang perumahan Villa Bintaro Indah, Tangerang Selatan, Baha membuka kedai Tomyam Kelapa. Awalnya saya agak ragu mencoba, maklum saya memang kurang cocok dengan rasa asam khas makanan Thailand. Namun setelah diyakinkan bahwa hidangannya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, saya lalu mengiyakan. Maka bertandanglah saya dengan KCL Bekasi-Sudimara via Manggarai & Tanah Abang di Minggu siang. Tidak sulit mencarinya (peta akan saya lampirkan di paling bawah). Tiba di lokasi, saya sudah ditunggu kawan-kawan lama blogger Anazkia, Darul, dan kawan baru bernama Indri.

Untuk selanjutnya biarkan saya bercerita berdasarkan gambar ya.

b2

Tomyam Kelapa

Idenya sederhana, yakni menyajikan hidangan tomyam di dalam batok kelapa. Baha menerangkan bahwa ide ini adalah kreasinya sendiri dan tidak ada di Thailand. Batok kelapa yang digunakan tentunya yang muda dan airnya segar. Air kelapa itu jugalah yang menjadi kuah dasar tomyam sehingga rasanya memang gurih layaknya tomyam namun dengan sentuhan citarasa kelapa yang mantap.

Satu hal yang sudah diantisipasi Baha adalah kadar keasamannya dikurangi sehingga orang Indonesia bisa menikmati. Maklumlah, kebanyakan kawan yang diundang selalu bertanya dulu, “Asem gak?” Termasuk saya sih, hehe. Tapi yang ini asamnya masih bisa ditolerir dan sangat menyegarkan dinikmati di siang hari. Isi tomyamnya standar hidangan laut seperti cumi dan udang disertai bumbu khas berupa daun ketumbar (“Aku belum terbiasa,” sahut Darul tersipu-sipu).

Kwetiau Kungpao

Kalau ini adalah hidangan khas Tionghoa berupa kwetiau goreng basah. Saya tidak bertanya banyak soal ini dan langsung menyantapnya lahap. Enak! Meski entah mengapa campuran bumbunya mengingatkan saya akan ragam kuliner yang bisa kita jumpai di Malaysia. Hmm, sepertinya Baha berguru pada jurumasak di Kajang ya. 😀

Ingin membawa pulang tomyam sebagai buah tangan untuk keluarga? Jangan kuatir. Baha siap membungkusnya dengan plastic wrap yang dijamin anti bocor dan kehangatan suhunya terjaga.

Good food with good companions.

 

Bagaimana caranya ke sana?

Bagi pengguna kendaraan umum dari Jakarta dan hendak menghindari macet luar biasa di seputar Ciputat, ada baiknya menggunakan Kereta Commuter Line dari Tanah Abang tujuan Serpong/Maja dan turun di Stasiun Sudimara. Dari sini tersedia angkot dengan tujuan Ciledug berwarna putih dengan waktu tempuh sekitar 5 menit saja dalam kondisi lancar. Minta saja ke supir untuk turun di perumahan Villa Bintaro Indah. Masuk ke balik gerbang perumahan, di sebelah kanan jalan Anda akan melihat saung ini:

Hore sampai! Sedangkan bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, alamat lengkapnya adalah Jalan Sulawesi Raya, perumahan Villa Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan. Berikut peta menuju lokasi:

Jadi kapan mau mampir ke Saung Ibu? Dapet salam tuh dari Tomyam Kelapa. 😀

===

Tulisan lainnya ada di blog Darul di sini.

Advertisements

14 thoughts on “Dapet Salam dari Tomyam Kelapa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s