5 Oleh-oleh Dieng yang Paling ‘Ngangenin’

Sepanjang siang kemarin saya melihat-lihat beberapa blog dan baru tahu kalau ada beberapa kawan blogger di daerah, salah satunya Ndop, yang belum lama ini mendapat undangan dari Dinas Pariwisata Jawa Tengah untuk berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo-Banjarnegara. Wow! Pikiran saya lalu kembali melayang ke Desember tahun lalu ketika saya menikmati ‘me time‘ selama 2 hari (yang lalu diperpanjang hingga 4 hari) dan menapaki kawah, telaga, pemandian air panas di kampung, hingga menekuni relief candi-candi yang bertebaran di dataran dan perbukitan di tengah-tengah selimut ladang sayur-mayur dan kebun carica.

Saya belum sempat ke sana lagi, tapi diam-diam saya selalu merindukan dataran berkabutnya dan terutama oleh-olehnya. Berbeda dengan daerah lainnya di Jateng-DIY yang kaya akan cenderamata berbau budaya, oleh-oleh yang paling bersinar dari Dieng adalah kesegaran produk pertanian dan perkebunannya. Inilah daftar oleh-oleh dari Dieng yang menurut saya paling ‘ngangenin’.

1. Carica

Buah yang disebut juga Pepaya Gunung ini memang hanya dapat tumbuh di dataran tinggi seperti Dieng. Tekstur buahnya garing mirip paprika namun dengan rasa segar dan tidak terlampau manis meski kerap dijual dalam bentuk manisan berkuah. Saya kalau beli minimal 5 kardus, biar semuanya puas. 😀

dieng1

2. Sayur-mayur

Dieng terkenal dengan hamparan ladang dan kebunnya dan beragam produk dapat dipanen sesuai musim atau pun ada pula yang tumbuh sepanjang tahun. Ketika saya sedang duduk di pasar, tampak sekeranjang kentang dan cabai Dieng yang baru dipanen kemarin pagi.

3. Teh Tambi

Walaupun teh bukanlah produk asli Dieng, teh Tambi yang berasal dari desa Tambi di Wonosobo mudah ditemukan di sini. Airnya pekat dan tidak terlalu pahit.

4. Kentang Goreng

Berhubung sedang musim kentang, maka para pedagang di pasar dan sekitar candi pun mendadak jadi penggoreng kentang dengan bumbu beraneka. Jangan berharap banyak, itu hanya KENTANG BIASA. Tapi menyantap kentang goreng panas di tengah kabut yang hampir mengaburkan pandangan itu sensasinya lain daripada yang lain.

5. Purwaceng

Nah, tanaman rempah khas pegunungan Dieng yang berfungsi sebagai obat kuat ini menjadi minuman wajib untuk kaum pria. Racikannya ada beberapa macam: kopi, kopi susu, jahe, teh, dan entah apa lagi. Saya bukan penyuka jamu, namun rasa pedasnya masih dapat ditolerir dan lebih mirip jahe hangat. Hasilnya? Libido saya naik selama 2 hari berikutnya.

Ke Dieng, yuk! 😀

Advertisements

17 thoughts on “5 Oleh-oleh Dieng yang Paling ‘Ngangenin’

  1. Ndoppppp, ini siapa sih? Kayanya ga ngeh kemaren ada yang namanya Brad. 😀
    Apa ini beda lagi ya? *aku buka-bukain link di postinganmu!*
    Mas Brad, kentang gorengnya sepertinya enak. Baru mau berharap banyak, eh udah dibilang jangan berharap banyak sama kentang ini. –“

    Like

  2. Wahh kentang gorengnya menggoda dan kemarin kelupaan icip pas ke Dieng… Tanda kudu balik ke sana lagi nih, sekalian ikutan borong carica lima dos hahaha

    Like

  3. wah Dieng…
    selain mendaki gunung dan lewati lembah,
    sama pemandangan yang indah di puncaknya,
    yang bikin kangen ya carica nya wenak manisnyaaa 😀

    terus setelah bertrekking ria, so pasti capek dong ya,
    akhirnya nyobain purwaceng yang josss!! 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s