Pemecah Rekor?

image

Junaedi, pemandu perjalanan saya di Dukuh Duplak yang sedang cuti kuliah demi mengurus kebun kopi dan anak-istrinya itu terus-menerus nyengir seharian menyaksikan saya jatuh-bangun merayapi punggung bukit.

“Njenengan pemecah rekor lo, Mas,” ucapnya berulang-ulang sambil memberikan dorongan semangat.

Iya sih, pemecah rekor pendaki dengan angka berat badan tertinggi dan durasi perjalanan terlama mungkin, ya?

Tapi sebenarnya untuk apa sih saya ke mari? Nantikan di tulisan selanjutnya. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Pemecah Rekor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s