Selamatkan Situs Terjan

Matahari baru saja menyembul dari balik pegunungan Lasem ketika saya beranjak menyusuri pesisir Kabupaten Rembang dan mengarah ke timur, kira-kira setengah jam perjalanan dari kota Lasem. Setibanya di kecamatan Kragan, mobil yang dikemudikan mas Aghi berbelok ke kanan memasuki jalan desa yang berdebu dan tidak rata, menyusuri persawahan dan hutan-hutan gersang yang ditengarai masih menyimpan bukti peradaban manusia zaman Megalitik di perut buminya.

Laut tenang berlatar Gunung Muria yang mengesankannya terpisah dari daratan

Ketika bukit-bukit pegunungan Lasem di sebelah timurnya mulai terlihat, sebuah batu kokoh berdiri mencuat yang rasa-rasanya tidak mungkin diciptakan oleh alam; banyak yang menduga batu itu didirikan oleh manusia. Oleh karena posisinya maka batu itu disebut Selodiri dan menjadi penanda bagi nelayan. Apabila para nelayan melaut, mereka akan memperhatikan batu itu dari kejauhan sampai hilang dari pandangan. Itulah saat yang tepat untuk menebar jala ke air.

Setelah Selodiri dilalui, mulailah tampak pemandangan bukit-bukit yang telah ‘digaruk’ oleh aktivitas penambangan kapur yang bernazar meratakan bukit yang sejatinya menyimpan peninggalan sejarah. Sadar bahwa Terjan dalam bahaya pemusnahan, sekelompok masyarakat bersuara lantang pada pemerintah guna mencegah malapetaka itu terjadi. Sepertinya berhasil; perusahaan tambang telah berniat menghentikan segala aktivitasnya. Tapi benarkah demikian?

Jalan masuk ke situs Terjan yang harus melalui kawasan pertambangan
Masih ada alat berat dan para pekerjanya di sana

Ah, main kucing-kucingan ternyata sudah biasa.

Mengutip hasil penelitian arkeologi pada tahun 1981, situs megalitik Terjan ini disebut juga ‘makam Mbah Dresmo’ yang terletak 105 meter di atas permukaan laut. Bangunan megalitik yang terletak di atas bukit Selodiri ini umumnya dihubungkan dengan alam kubur, yakni untuk melindungi perjalanan arwah. Terbukti dengan temuan kerangka manusia di tengah situs yang posisi kepalanya menghadap ke puncak bukit dan dikelilingi oleh arca-arca manusia-campur-hewan dengan rupa seram guna menolak bala. Di sekelilingnya terdapat pula beberapa kursi batu yang dipercaya sebagai tempat para arwah.

Selanjutnya saya biarkan beberapa gambar berbicara:

Penampakan situs Terjan yang dinaungi pohon besar
Salah satu arca yang masih utuh berbentuk kepala manusia, namun menyerupai hewan jika dilihat dari samping

Hari Pusaka Dunia

Tanggal 18 April diperingati sebagai World Heritage Day dan salah satu peringatannya diadakan di situs Terjan yang pagi itu ramai oleh kehadiran anak-anak SD Terjan dan SD-SMP Nawawiyah Rembang. Acara yang melibatkan anak-anak ini dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran warga setempat akan warisan bersejarah yang tersimpan di bukit-bukit di belakang rumah mereka, sekaligus menggalang dukungan bagi penyelamatan situs ini dari bahaya penambangan. Kemeriahan acara ditandai dengan beberapa atraksi menarik seperti drama tentang budaya lokal dan pantomim. Tak lupa Mas Bodhi Pop memaparkan keberadaan situs Terjan dan betapa pentingnya warisan ini untuk dijaga. Selamatkan situs Terjan!

Selamat Hari Pusaka Dunia!

Eh, tapi pagi itu ada kejutan menyenangkan. Wijaya, kawan blogger dari Rembang yang ternyata tinggalnya cuma sepelemparan batu dari Terjan menyempatkan diri untuk hadir. Jadilah kami kopdar dadakan yang berlanjut hingga siang harinya di Lasem. Huahahahahaha!

ki-ka: indobrad, whizisme

Masih banyak foto-foto lainnya tentang situs Terjan secara lebih detail. Silakan saksikan di slideshow di bawah ini:

 

Advertisements

6 thoughts on “Selamatkan Situs Terjan

  1. Tragis banget kalo situs ini sampai dilupakan dan di hancurkan oleh keserakahan manusia. Btw gw baru tau kalo ada situs terjan ;-( semoga peninggalan zaman prasejarah ini bisa jadi warisan buat ilmu oengetahuan anak cucu kita #eeap

    Like

  2. Haha…kopdar yang asyik… makan siangnya kik ndak foto2 yak… thanks aku ditraktir makan+ngopi.

    Btw aku sudah ditahu lho apa yg terjadi di rimah oma opa. Sss..rahasia yak…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s