Blusukan Kuliner di Jepara

Siapa sangka kabupaten yang terletak di paling utara daratan pulau Jawa ini memiliki beberapa macam kuliner yang sangat khas? Meski makanan serupa juga dimiliki oleh daerah-daerah tetangga, warga pesisir di kabupaten ini punya ciri khas dalam mengolah makanan tertentu sehingga tetap terasa perbedaannya dengan yang lain. Lalu berhubung belum ada pusat perbelanjaan mentereng semacam mall, maka tempat-tempat kuliner khas ini justru berserakan di penjuru kota sehingga butuh bertanya sana-sini untuk menemukannya. Maka jadilah saya melakukan semacam blusukan kuliner. šŸ˜€

Pindang Serani

Ini adalah masakan khas Jepara yang tak terbantahkan. Namanya bisa jadi menipu; bahan utama masakan ini bukanlah ikan pindang, namun ikan bandeng atau yang lainnya yang disajikan dalam kuah kuning berbumbu asam-segar yang sekilas mirip kuah tomyam. Dengan berbagai rempah dan bahan alami seperti daun kemangi, kesegarannya terasa menyentak badan yang kala itu lelah sehabis menempuh perjalanan jauh dari Yogyakarta. Berikut penampakannya:

Pindang Serani yang paling enak dapat ditemukan di warung lesehan beratapkan tenda-tenda besar di pusat kuliner Jobokuto yang terletak persis di selatan Shopping Centre Jepara (SCJ). Ingin mencoba membuatnya? Ada resepnya di sini.

Garang Asem

Ini adalah makanan berkuah segar lainnya dengan bahan utama ayam. Berbeda dengan Pindang Serani, Garang Asem tidak berbumbu kuning melainkan putih biasa. Uniknya lagi, ayam beserta kuahnya dibungkus dalam daun pisang dan disajikan laksana pepes sehingga perlu hati-hati dalam membukanya. Patut juga dicatat bahwa di daerah lain, daun pembungkus yang dipakai adalah daun jati.

Saya menikmati hidangan yang satu ini di sebuah warung di Pasar Kalinyamatan ketika berkunjung ke sebuah klenteng (cerita tentang itu nanti saja). Namun menurut info beberapa rekan kerja, Garang Asem yang enak justru dapat kita temukan di Pasar Bangsri, sekitar 10-15 kilometer ke utara kota Jepara. Jadi perburuan saya akan hidangan ini belum selesai. Jika Anda ingin mencoba, sila intip resepnya di sini.

Tahu Campur ‘5.000 – Muntah’

Terletak di pertigaan jalan desa menuju Pantai Bondo dan PLTU Tanjung Jati B, terletak sebuah warung yang hanya buka sore hingga malam hari dan menjual khusus tahu campur. Penjualnya adalah sepasang suami-istri yang sudah berumur dan dikenal akrab oleh penduduk sekitar. Ciri khas tahu campur di sini adalah kacangnya yang diulek kasar dan kecapnya yang mahabanyak sehingga manis sekali!

Namun jangan terburu malas mendengar nama di atas, ya. Itu hanyalah julukan ‘seenak jidat’ yang saya dan teman-teman di sini berikan. Alasannya adalah karena harga sepiring tahu campur di sini cuma 5.000 rupiah namun dengan porsi sepiring menggunung sehingga yang menikmatinya dijamin kenyang sampai titik puas – mual – ingin muntah. Banyak banget! Bagi yang tidak kuat dengan porsi banyak disarankan membagi dua dengan teman.

Mohon maaf tidak ada gambar tahu campurnya, maklum warung pinggir jalan tersebut diterangi lampu seadanya sehingga kamera saya tidak menangkap gambarnya dengan baik. Mungkin lain kali, ya. Meski porsi segunung, tahu campur di sini memang nagihin! šŸ˜€

Advertisements

24 thoughts on “Blusukan Kuliner di Jepara

  1. Hhahaha namanya dikasih sendiri sampai muntah gitu. Oiya katanya Jepara itu punya minuman khas Es Bakso deh, Es rumput laut yang tampilannya dibikin kayak bakso gitu. Coba ke daerah Teluk Awur deh, Opa. Sekalian diving ke sana.. šŸ™‚

    Like

  2. Pindang serani itu apakah rasanya persis ikan kuah asam khas Ende yak, Bang? Xixixixi penampakannya mirip soalnya dengan bumbu yang nyaris sama dan memang segar dimakan siang-siang šŸ˜€

    Garang asem yang saya belum pernah coba *ngiler*

    Tahu itu… boleh dicoba di Ende nih wkwkwk

    Like

  3. Aku salah baca, blusukan kuliner di jepang šŸ˜€ Saat ngebaca kok masakannya Indonesia, baru sadah dah setelah diteliti dan dibaca secara seksama bukan jepang tapi jepara šŸ˜€
    Nice share, selamat menikmati kuliner khas Jepara ya ..

    Like

  4. Mhm…mulai lapar…mulai lapar. Nama Pindang Serani, klo di NTT orang akrab menyebutnya “Ikan Kuah Asam” entahlah asamnya ada dibagian mana. Itu nama makanan paling bawah bikin…egrrrr sebelum membacanya, ternyata oh ternyata šŸ˜€

    #PerangPostinganBlog

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s