Is This Real Life?

Seminggu lalu saya mengeluh sakit gigi. Ada gigi yang sudah keropos tapi saya malas memeriksakannya karena toh ‘gak pernah kenapa-napa’, begitu pikir saya. Namun tiba-tiba saja sang gigi ‘mengamuk’ dan saya harus menahan sakit berhari-hari. Ada kalanya rasa sakit tak tertahankan sehingga terpaksalah meminum obat pereda rasa sakit. Di tengah-tengah derita itu saya mengunjungi dokter gigi terdekat untuk diperiksa dengan harapan segera dicabut agar segera beres masalahnya. Namun ternyata tidak semudah itu. Dokter menemukan gusi saya bengkak sehingga tidak boleh diapa-apain. Kembali saya meminum obat pereda nyeri dan antibiotik. Setelah bengkaknya reda apa yang saya lakukan?! Tidak ada. Wkwkwkwk. Ya ya ya, saya memang bandel!

Eh tapi di tengah-tengah sakit gigi itu saya sempat menonton Youtube dan menemukan video kocak seorang anak kecil bernama David di Amerika yang mengobrol ngawur akibat pengaruh obat bius pasca kunjungannya ke dokter gigi. Kalimat-kalimatnya yang filosofis menyentak juga, khas anak kecil yang mempertanyakan segala sesuatu dari kacamata yang sederhana. Kalimat paling menyentak bagi saya adalah: Is this real life?Β 

Kalimat itu memberi pesan lain: bahwa seringkali kita hidup mengenakan topeng sehingga hidup yang kita jalani seolah-olah bukan hidup kita lagi. Hmm, wake up call di siang bolong. Oh well, paling tidak saya tertawa lepas menonton video yang telah disaksikan sekitar 110 juta pengunjung itu.

Enjoy the video! πŸ˜€

Advertisements

28 thoughts on “Is This Real Life?

  1. Ini postingan ke 3 yang saya baca masalah gigi. soalnya, saya pun mempunyai masalah yang sama. bedanya, disini ada video yang membuat saya tertawa pelan. soalnya ada bos dibelakang saya. Hahahah =))

    Like

  2. hahaha iyah sudah nonton juga, ngomong sambil teler-teler gitu πŸ˜€
    btw gak ada yang salah dari sakit kan, cuma memang kadang kita aja cuek sama yang namanya badan dan kesehatan.
    Semoga cepat sembuh om πŸ™‚

    Like

  3. Lha si Om tertawa lepas gitu apa sakit giginya gak tambah sakit tuh? Hahahaha…. πŸ˜†
    Sakit gigi itu emang sesuatu, enakan juga sakit hati daripada sakit gigi, wkwkwk….
    Lagunya si Mansyur S sangat2 menipu πŸ˜›

    Like

  4. kenapa begitu ya om?
    saya juga begitu tuh.
    pas sakit, bilangnya ntar klo sembuh mau dicabut
    tapi begitu tidak sakit, lupa sama urusan cabut mencabut gigi.

    apa itu memang sudah naturalnya kalau manusia itu memang cepat melupakan? πŸ˜€

    Like

  5. Lama tidak berkunjung, yang dikunjungi sedang sakit gigi … pas banget πŸ˜€

    Btw, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati du du du … eh atau kebalik ya, Mas πŸ™‚

    Like

  6. Baca tulisan ini mengingatkan saya akan tunggul gigi geraham yang masih bercokol. Saya takut ke dokter gigi untuk dicabut. Padahal udah tahunan satu gigi tinggal tunggul doang. (benar gak sih gw sebut tunggul?)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s