SM2: The Next Major Kota Bekasi 2013-2018

sumber: radar-bekasi.com

Ada sebuah pemandangan menarik di Kota Bekasi beberapa hari terakhir. Situasi politik lokal yang tampak tenang di luar ternyata menyembunyikan dinamika yang cukup cepat. Semua berawal dari keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Bandung yang membebaskan Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi, dari dakwaan empat kasus, yakni penyalahgunaan APBD 2009, suap pengesahan APBD 2010 terhadap anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi, suap pejabat BPK Jawa Barat, dan suap panitia Piala Adipura. Mahkamah Agung dalam putusannya justru menghukum Mochtar Mohamad enam tahun penjara dan denda Rp 300.000.000,00 dan disambut beragam reaksi di Bekasi. Koran Radar Bekasi mencatat, Mochtar Mohamad mencoba melawan putusan MA tersebut dengan cara menggalang dukungan masyarakat ke beberapa kecamatan.

Namun saat berlangsung acara konsolidasi PDI-P (tempat Mochtar Mohamad bernaung) di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Senin pekan lalu (12/Maret) tampak pemandangan lain. Adalah Sumiyati Mochtar Mohamad, sang istri walikota, yang tampak berorasi di tengah warga Bekasi. Dalam orasinya, Sumiyati menekankan perlunya DPC PDI-P Bekasi merapatkan barisan agar seluruh program kerja DPC berjalan dengan baik. Sumiyati mengajak warga masyarakat, khususnya kader PDI-P, untuk berjuang ‘menentang kedzoliman’ sekaligus meminta dukungan doa bagi suaminya dan memohon agar masyarakat memaafkan kesalahan suaminya. Namun sepertinya langkah Sumiyati tidak terhenti di orasi saja. Perempuan yang setia mendampingi sang suami mengemban jabatannya tersebut bahkan mengaku siap menggantikan posisi suaminya sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Bekasi.

Nah, bagaimanakah Anda menerjemahkan pernyataan tersebut? Apakah ini berarti Sumiyati siap maju ke Pemilukada Kota Bekasi tahun 2013 mendatang untuk menggantikan suaminya? Tak perlulah banyak bertanya. Bila Anda berjalan-jalan di Bekasi sekarang, dengan mudah Anda menemukan spanduk, baliho, bahkan iklan layar elektronik di jalan-jalan utama Bekasi yang memajang foto SM2 sebagai “The Next Major 2013-2018.” Namun anehnya PDI-P sendiri masih enggan menanggapi pencalonan ini dengan alasan belum ada rapat DPC mengenai siapa yang akan direkomendasikan partai. Berikut contoh banner yang sempat saya ambil gambarnya:

Bagaimana? Cantik juga ya istri walikota ini.

Eh, tapi Anda memperhatikan sesuatu yang aneh, gak?

Coba lihat lagi deh.

Itu, tulisan yang paling gedenya!

Hehehe, entah siapa yang bodoh, Ibu Sumiyati atau juru kampanyenya. Kata “Major” (Bahasa Inggris) yang tertera di situ berarti Mayor (Bahasa Indonesia), sebuah kepangkatan dalam dunia militer. Sepertinya beliau keliru menerjemahkan kata ‘Walikota’ ke Bahasa Inggris. Kata yang benar dalam Bahasa Inggris adalah ‘Mayor’, yang berasal dari kata ‘Maior’ dalam Bahasa Latin. Jadi seharusnya slogan itu berbunyi “The Next Mayor”.

Saya tertawa lepas di pinggir jalan Bekasi kemarin siang. Betapa tidak, spanduknya sudah bertebaran di mana-mana. Iklan layar elektronik jutaan rupiah per satu kali tayang sudah kita saksikan. Namun semua itu hanya menjadi tertawaan masyarakat. Harap dicatat, yang pertama kali menyadari kekeliruan bahasa ini bukan saya, namun murid saya yang masih duduk di kelas 2 SMP yang datang dengan muka menahan tawa, “Did you see the banner outside, Sir? Do you notice anything funny?!” πŸ˜€

Maaf ya Bu, terlepas dari hiburan yang saya dapatkan dari spanduk Ibu, saya tidak akan memilih Anda pada Pemilukada Kota Bekasi tahun depan!

Advertisements

30 thoughts on “SM2: The Next Major Kota Bekasi 2013-2018

  1. hahahaha bener-bener nga tau malu ya, suaminya sudah terkena “kasus” lalu istrinya mau lanjutin? sebodoh itukah dia berfikir warga bekasi mau memilih dia ya? *doh*

    Like

  2. Hahha…kasian ya, niatnya mau pake bahasa linggis, eh malah salah kaprah πŸ˜†
    Dududdu….kayaknya nyanyi aja deh, daripada ikutan ngakak :mrgreen:
    Btw, saya juga gak akan pilih ibu itu om, lha saya gak tinggal disana πŸ˜›

    Like

    1. He he he percuma lo komentarin apa juga disini, Ibu sumiyati ga akan baca !!!!!
      lha wong dia gaptek, ga suka buka internet, ga suka main komputer eh salah Cumputer
      salam

      Like

  3. hahaha… lucuuu… jadi ingat ulasan TV One tentang pernikahan Pangeran William, waktu itu salah tulis ‘bride’ menjadi ‘bridge’…. Alhasil yg harusnya berarti pengantin malah jadi jembatan :p.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s