Cara Remaja Melihat Dunia (1)

Banyak yang berpendapat bahwa di usia remaja kita mulai melihat dunia dengan sedikit berbeda oleh karena secara perlahan remaja tersebut mulai lepas dari bayang-bayang orang tua. Kemampuannya menyerap informasi yang kadang melebihi kecepatan ayah-ibunya itu membuat para orang tua kuatir dan berusaha memproteksi anak-anak mereka sedapat mungkin dengan alasan: mereka belum cukup dewasa. Namun benarkah pandangan mereka mudah terkontaminasi oleh dunia dan menjadi buruk bila tak dikendalikan?

Sebuah aktivitas kelas kami lakukan minggu lalu. Para pelajar tersebut disodorkan sederet norma yang umum berlaku di masyarakat Eropa dan Amerika, lalu para remaja Indonesia ini diminta menyatakan persetujuan / ketidaksetujuan atas norma tersebut dengan menyertakan alasannya. Β Beberapa opini mereka cukup tajam dan mengejutkan:

1. Anak-anak muda harus diberi hak untuk menikah pada usia 16 tahun tanpa harus meminta izin orang tua

“Saya tidak setuju karena sangat aneh bagi anak berusia 16 tahun ingin menikah. Bahkan lebih aneh lagi jika orang tuanya sampai mengizinkan. Saya berpendapat usia 16 tahun lebih tepat dihabiskan untuk menikmati masa-masa remaja.” Sarah – kelas 1 SMA

“Saya tidak setuju karena usia 16 tahun masih terlalu muda untuk menikah. Dan saya sendiri berumur 16 tahun dan ini waktunya kita belajar, bukannya menjadi istri orang.” Teresa – kelas 1 SMA

2. Semua orang berhak membawa senjata api jika dirasa perlu

“Saya tidak setuju sebab jika semua orang diperbolehkan membawa senjata api, akan terjadi banyak tindak kriminal / pembunuhan. Negara ini bisa kehilangan generasi muda yang akan meneruskan negara ini.” Β Gerard – kelas 3 SMP

“Saya tidak tahu. Orang boleh saja membawa senjata jika diperlukan, misalnya dalam situasi perang. Namun orang tidak boleh membawa senjata karena dilarang oleh polisi” Anna – kelas 1 SMA

3. Merokok di tempat umum seharusnya diperbolehkan

“Itu akan mengganggu orang-orang yang tidak merokok (termasuk bayi dan anak-anak) dan orang-orang yang tidak merokok akan terkena dampak buruknya terhadap kesehatan mereka. Itu akan menjadi dua kali lebih berbahaya.” Katy – kelas 2 SMA

4. Orang-orang seharusnya dilarang bekerja melebihi 35 jam per minggu

“Saya tidak setuju. Setiap orang harus bekerja keras untuk hidup mereka. Sangat penting bagi mereka untuk mencari uang. Dan pandangan ini pada umumnya konservatif.” Terence – kelas 1 SMA

5. Harus ada hukuman mati bagi siapa saja yang melakukan pembunuhan

“Saya kurang begitu yakin tentang aturan ini. Jika kita melihat kembali ke masa silam, ada aturan yang disebut pembalasan – mata-ganti-mata. Namun tentu saja jiwa-ganti-jiwa tidak baik menurut norma yang ada, dan bagi saya, kita harus memberi mereka kesempatan untuk bertobat. Namun saya berpendapat hukuman mati harus dilaksanakan bila mereka kembali melakukan pembunuhan sekaligus untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa tiada maaf bagi mereka yang mengancam keamanan warga.” Jared – kelas 3 SMP

6. Pembunuhan hewan untuk dijadikan makanan harus ditetapkan sebagai pelanggaran hukum

“Saya tidak setuju karena saya suka makan daging. Dan tentu saja kita memerlukan protein yang sebagian besar didapat dari daging.” Minogue – kelas 2 SMP

Bagaimana saya tidak bangga membaca semua pendapat para remaja berprestasi ini, bukan?! Namun ujian bagi mereka belum selesai, kali berikutnya saya memaksa mereka mengeluarkan pendapat yang sebenarnya bertentangan dengan hati nurani. Tapi itu bahan tulisan berikutnya ya.

Anda punya pendapat sendiri tentang keenam poin di atas? Atau ingin mengomentari opini adik-adik ini? Ditunggu suaranya. πŸ˜€

source: youthministryideas.net
Advertisements

25 thoughts on “Cara Remaja Melihat Dunia (1)

  1. komentar saya:

    Ini adik-adik usia SMP dan SMA, dilihat dari kalimat yang diucapkan yang dituliskan kembali di posting mas Brad, menurut saya sangat jenius dan matang. Saya menilai bukan dari idenya tetapi dari kalimatnya πŸ™‚

    Like

  2. Apa yang keluar menunjukkan yang masuk. Saya tidak bicara tentang makanan tapi ilmu pengetahuan. Jadi pendapat berbeda mungkin ditemui bila ditanyakan pada anak-anak di lingkungan terpinggirkan atau wilayah konflik.

    Like

    1. benar sekali. aktivitas tersebut hanya berlaku di kelas saya; bukan berarti kemudian semua remaja Indonesia berpikiran sama πŸ™‚

      Like

  3. mereka anak2 yang cerdas.. IMO poinnya berarti anak2 muda memang hrs di tanya pendapatnya. Kl kita cenderung mendikte mrk justru mereka akan melakukan perlawanan yg mungkin saja sebetulnya bertentangan dg pendapat mrk yg sebenarnya

    Like

  4. He he…, saya sih malah bingung, lha yang membuat pertanyaan itu maksudnya apa? Mengapa tidak dibuat yang sedikit memancing intuitif, seperti misalnya “pada umur berapa seseorang seharusnya dapat menikah tanpa izin orang tua”.

    Like

    1. saya paham maksudmu. tapi tujuan aktivitas kelas ini memang berbeda. siswa dihadapkan pada beberapa pandangan yang berlaku di dunia dan diminta menjelaskan posisinya terhadap pandangan itu. jadinya bukan pertanyaan yg diberikan tetapi pernyataan.

      plus sedikit dikontekskan dengan budaya, yakni bahwa pandangan tersebut kita baca di buku pelajaran Bahasa Inggris sehingga siswa diminta pula menjelaskan posisi apa yg kira2 org Indonesia punya. begituu πŸ˜€

      Like

  5. tentang larangan bekerja 35 jam per minggu sebenarnya mungkin cocok untuk jadi norma yg berlaku di eropa sana, toh mereka (dan negara sudah menjamin) sudah sejahtera hidupnya kok πŸ™‚

    Like

  6. ngurus anak remaja jaman skrg musti banyak sabar, kalo terlalu dikekang salah, terlalu bebas juga salah. jadikan anak sebagai sahabat dg tetap menjaga kesopanan antar anak dan orang tua.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s