Re-Definisi Blog di #BN2011

Kopdar 1000 Blogger Nusantara yang baru saja digelar di Sidoarjo pada 28-30 Oktober 2011 lalu menyisakan kenangan manis bagi banyak orang, selain tentunya pengalaman dan pengetahuan berharga. Salah satunya adalah tentang seluk-beluk blog itu sendiri. Semua berawal dari telepon Mbak Rika dari IDBlogNetwork yang meminta kesediaan saya menjadi interpreter pada salah satu sesi Blogger Nusantara. Yang akan menjadi pembicara adalah Willis Wee dari Penn-Olson. Permintaan tersebut saya sanggupi tanpa berpikir panjang. Dalam sesi Penn-Olson Jumat siang lalu, Willis membagikan pengalamannya menulis tentang perkembangan teknologi hingga akhirnya Penn-Olson menjadi seperti sekarang. Di samping itu Willis juga membagikan tips-tips sederhana, tidak begitu baru namun tetap ampuh dalam meningkatkan jumlah pengunjung ke blog. Tips-tips inilah yang banyak membukakan mata saya. Yuk, kita kupas satu-satu.

Content

‘Perjalanan karir’ seorang blogger hampir selalu dimulai dari menulis tentang apa saja yang terjadi di sekelilingnya ditambah dengan curahan hati yang bersifat personal sehingga menjadikan blog lebih mirip diary online. Hal ini sah-sah dan bagus-bagus saja sepanjang itu sesuai dengan passion si blogger. Namun jika kita ingin membangun sebuah blog yang lebih mapan dari segi isi, maka kita harus memikirkan Apa yang menjadi fokus dan Siapa yang menjadi pembaca blog kita. Misalnya jika kita memiliki minat dalam bidang makanan, maka tujuan kita adalah mengelola blog secara serius dalam bidang tersebut sehingga dapat menjadi rujukan penggila kuliner di berbagai daerah atau bagi para turis yang hendak mengunjungi daerah tersebut.

Posisi saya: tidak mampu mengelola blog dengan genre khusus. Saya menulis tentang apa saja yang ada di pikiran saya, meski semakin lama blog ini semakin mengarah ke pelaporan kehidupan sosial dan politik dari kacamata awam. Tetap saja, belum spesifik.

Differentiation

Ini adalah faktor pembeda blog kita dengan blog lain yang berada di genre yang sama. Umumnya semakin populer sebuah blog, pembaca akan menginginkan kualitas tulisan yang lebih baik daripada biasanya. Di sini kita berhadapan dengan semacam dua kutub: di utara adalah jurnalis media mainstream dengan tulisan pelaporan terhadap peristiwa secara akurat dan netral namun tidak memberi ruang bagi kebebasan berekpresi pribadi. Di kutub selatan adalah blogger dengan tulisannya yang mengalir dan penuh dengan pendapat pribadi meski kadang validitas dan legitimasi tulisannya dipertanyakan. Yang selayaknya dituju adalah tulisan yang mengabarkan sebuah peristiwa atau opini yang dikemas secara profesional dengan tata bahasa baku namun tetap mengandung opini pribadi yang disampaikan secara bebas dan santun.

Posisi saya: lebih percaya diri karena tulisan-tulisan di blog ini semakin mengarah ke target tersebut.

Distribution

Pada poin terakhir ini Willis tidak banyak membicarakan tentang cara-cara penyebaran tulisan melalui Facebook atau Twitter namun lebih kepada membangun interaksi di web. Membalas komentar dengan santun dan mengajak para pembaca berdiskusi adalah salah satu cara ampuh. Cara lainnya adalah menuliskan topik-topik yang sedang hangat dibicarakan atau menulis dengan gaya bahasa ringan dan ramah yang dijamin menambah trafik pengunjung.

Posisi saya: percaya diri oleh karena komentar-komentar di blog ini terkelola dengan baik sehingga beberapa di antaranya berkembang menjadi diskusi. Secuil pertanyaan yang selalu saya taruh di akhir postingan nampaknya cukup membuahkan hasil.

Berikut saya sajikan slide presentasi Willis yang singkat dan padat.

Tentang Penn-Olson

Nama Penn-Olson yang cukup unik dan bukan pula nama asli Willis Wee yang berasal dari Singapura ini memancing rasa ingin tahu para peserta Kopdar Blogger Nusantara pada siang itu. Jawabannya unik dan filosofis: ‘Penn’ berasal dari kata ‘penned down’ yang berarti ‘menuliskan sesuatu di mana saat itulah yang membuat kita belajar. ‘Olson’ berasal dari kata ‘Awesome’ untuk menggambarkan situasi dimana proses pembelajaran melalui menulis adalah sesuatu yang menakjubkan.

Penn-Olson adalah sebuah portal yang berfokus pada perkembangan teknologi di Asia, khususnya Cina, India, Indonesia, dan Jepang. Para penulis di Penn-Olson terdiri dari sekelompok kontributor peminat teknologi yang tersebar di keempat negara Asia tersebut. Misi mereka adalah memberikan kontribusi positif kepada komunitas teknologi dan internet di Asia melalui berita dan tulisan yang membangun.

Nantikan tulisan-tulisan lainnya dari Kopdar 1000 Blogger Nusantara 😀

Advertisements

55 thoughts on “Re-Definisi Blog di #BN2011

  1. Iya nih.. kebayang2 masalah FOKUS hiks hiks *sambil mandangin blog

    ditunggu cerita2 selanjutnya.. aku juga punya banyak loooh cerita yang mau di-share.. ada mangga, ada lumpur, ada bantal hehe.. nunggu foto-foto dari teman2 maklum hp ku microsd nya tiba2 rusak jadi foto2 ilang smua hiks hiks

    Like

  2. ditunggu tulisan tulisan selanjutnya oleh oleh dari kopdar blogger nusantara. membaca tulisan tulisanmu memperingan penyesalan saya tidak bisa datang ke sidoarjo 🙂

    Like

  3. ngomongin position, untuk blog yang saat ini rajin saya isi, rasanya masih belum bisa mengarahkan pada apa focus dari blog saya dan termasuk siapa yang akan dijadikan target audiens.

    saya menulis blog memang baru sebatas catatan sehari-hari saja sesuai dengan tag line blog.

    saya sangat percaya dengan what dan who itu, blog saya yang lain yang khusus menulis tutorial tentang gadget yang sudah dua tahun tidak pernah saya beri konten baru, sampai saat ini malah trafik nya 3x blog yang hampir tiap hari saya update 🙂

    Like

  4. Wah keren ya materinya. Setelah berkaca posisi saya saat ini masih membiasakan menulis secara berkala. Sejauh ini saya masih belum memikirkan content apalagi tema khusus untuk blog saya. Udah bisa membuahkan sebuah tulisan juga udah syukur #eh #eidiscurhattotal #blush

    Like

  5. meski ga ikutan kopdar blogger nusantara, sudah beberapa kali saya baca ulasanny mengenai ilmu2 dan kisah2 yg diperoleh disana. ternyata jaringan komunikasi blogger di Indonesia sudah sedemikian jadi kekuatan “sosial” tertentu. dan ikutan blajar dari ulasan di atas :D, bnyk hal mmenarik yg mesti disimak seperti diferensiasi blogger dll

    Like

  6. WillisWee titip salam. Dia bilang, kalau melihat dan mendengar cara Om Brad menerangkan dan menerjemahkan apa yang dia bilang, rasanya kok lebih kerenan terjemahan daripada dia… xixixiixi ^_^

    Like

    1. itu namanya teknik free writing. bagus kok, saya juga mempraktikkannya kadang2. tapi akan lebih baik lagi kalau setelah tulisan free writing itu selesai, kita baca ulang utk diperbaiki 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s