Refleksi #bukberdeBlogger

Satu kegiatan telah kembali diselenggarakan oleh deBlogger pada Sabtu (20/Agustus) lalu, yakni Buka Puasa Bersama deBlogger atau disingkat #bukberdeBlogger. Niatnya mau menyelenggarakan sesuatu yang sederhana, mengundang teman-teman deBlogger di suatu tempat dan berkumpul layaknya reuni tanpa agenda, urusan makan bayar sendiri; ternyata ide-ide berubah cepat menjadi sesuatu yang bernilai.

Sebenarnya sejak hari-hari pertama bulan Ramadhan, keempat pengurus inti deBlogger sudah kasak-kusuk bikin rencana. Maunya bikin sesuatu yang tidak sama lagi dengan tahun kemarin dan beda dari yang lain. Ide mengadakan bakti sosial sempat bergulir namun mentah lagi karena dianggap sudah banyak yang mengadakan. Muncul pula ide Sahur On The Road, namun sepertinya tidak ada yang bersemangat. Setelah termangu-mangu dan mentok dengan ide buka puasa sederhana, tiba-tiba saya ditelpon oleh sebuah perusahaan berbasis web yang menghubungi saya atas rekomendasi seorang teman di Anging Mammiri. Perusahaan tersebut menawarkan kerja sama untuk mengadakan acara buka puasa bersama dan mereka bersedia menanggung biaya konsumsinya, dengan syarat meminta slot untuk presentasi. Setelah dibahas secara internal, kami memutuskan menerima tawaran itu. Namun pertanyaan selanjutnya, masa acara #bukberdeBlogger hanya diisi oleh sponsor? “Kuliah gratis 1 SKS dong!” Tukas seorang kawan tanpa basa-basi. Jadi, kita mau ngapain?!

‘The Power of Kepepet’ berperan penting di sini. Well, belum sampai seperti itu sih kondisinya, namun ide-ide cemerlang memang seringkali keluar di saat-saat terjepit. Namun sebelum ide-ide itu keluar, keempat punggawa deBlogger dengan alamiah mengambil peran masing-masing. Aris Sunawar, misalnya, secara cuma beliau yang tinggal di Depok, dengan sigap berburu lokasi dan mengecek kondisi lapangan termasuk makanan dan bernegosiasi dengan venue. Luvie Melati mengontrol keuangan dan memeriksa kembali setiap rencana dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Urusan acara dengan sepenuhnya dipercayakan kepada Iman Sulaiman. Sementara saya sendiri berkoordinasi dengan para sponsor dan publikasi. Semua peran itu dengan segera diambil orang-orang yang merasa bertanggung jawab dalam bidang masing-masing dan menciptakan sinergi yang apik, sehingga ketika kami bertemu dalam sebuah kesempatan rapat, pembahasan berlangsung cepat dan tinggal menunggu waktu eksekusi. Pada rapat inilah saya menyadari sesuatu yang besar.

Adalah Iman Sulaiman yang (mungkin) bermimpi melakukan sesuatu yang positif bagi masyarakat lebih luas dalam bentuk yang khas dan deBlogger dipandang sebagai wadah yang tepat untuk memulai itu. Ide dasarnya adalah menjadi kakak asuh. Gak mungkin orang tua asuh ya, secara kami masih muda belia gini (Dilarang Protes!). Proyeknya berupa santunan bulanan kepada anak-anak tidak mampu dengan nominal tetap setiap bulan. Nah, uniknya adalah kesempatan yang terbuka bagi para anggota deBlogger yang sebagian mahasiswa. Jika dirasa nominal Rp 75.000,- per bulan per orang itu tidak sanggup dipenuhi, dimungkinkan untuk patungan 2-3 orang agar bebannya lebih murah. Gayung bersambut; Rumah Zakat wilayah Depok bersedia menjadi fasilitator guna menjamin santunan itu diterima oleh mereka yang berhak dan anggota deBlogger merasa aman bahwa fasilitator yang mengelola dana tersebut dapat dipercaya. Program inilah yang kemudian dipresentasikan pada #bukberdeBlogger, dan sambutannya luar biasa!

Pemberian bingkisan kepada adik-adik asuh (20/Agustus/2011)

Mengapa hal ini saya anggap sebagai milestone?! Karena boleh jadi inilah kali pertama deBlogger menggarap sesuatu secara serius bagi kemaslahatan masyarakat Depok untuk jangka panjang, setelah pada Ramadhan tahun 2009 lalu deBlogger mengunjungi panti jompo. Kali ini program yang dirancang tidak bersifat insidental dan bermanfaat bagi orang lain saat itu saja untuk kemudian habis setelah pulang; program Kakak Asuh deBlogger (KADO) mengajak teman-teman untuk memikirkan kesejahteraan anak-anak usia sekolah yang tidak mampu secara reguler dan memberi bantuan materi dan penguatan kepercayaan diri pada mereka melalui pertemuan bulanan. Dengan demikian deBlogger sudah bergerak lebih jauh daripada sekadar mengadakan acara sendiri untuk keasyikan sendiri. πŸ˜€

Melalui acara ini juga saya menyaksikan sinergi itu tercipta dengan apik, baik di antara keempat pengurus inti maupun oleh rekan-rekan lain yang pada hari-H langsung mengambil posisi tanpa perlu komando lagi. Yang biasa mengurus konsumsi dengan sigapnya mengawasi lalu-lintas makanan, para runner melesat kesana-kemari, ada yang langsung melayani meja registrasi, semua berjalan serentak. Ini menunjukkan adanya kepekaan dalam berperan dan bagaimana menyelaraskan diri dengan peran orang lain, termasuk juga mengalah demi kepentingan peserta. Kalau dulu biasanya job desc harus ditentukan dulu dan ditanya kesediaannya serta komando berpusat di satu orang, kali ini para pengurus dan aktivis tidak lagi bertanya “Gue harus ngapain?” πŸ˜€

Meski ada catatan kekurangan di sana-sini, secara umum saya menilai #bukberdeBlogger berjalan sukses. Hubungan baik dengan para sponsor terpelihara dan berpotensi ditingkatkan di masa mendatang. Saya sendiri tidak sabar menantikan langkah-langkah selanjutnya yang akan deBlogger ambil. Sudah banyak ide bertebaran di kepala untuk dijalankan selepas Lebaran nanti, dan saya percaya sinergi itu akan terulang lagi dan bertambah kuat.

Terima kasih saya ucapkan kepada Lintas.me, Nayara Cakes, Talknesia, dan Pojok Etnik.

#bukberdeBlogger, 20 Agustus 2011

===

Sumber gambar: deBlogger.org

Advertisements

30 thoughts on “Refleksi #bukberdeBlogger

  1. wahh mantep om, ini patut saya contoh bisa jadi cermin buat Kayuh Baimbai dan BB (Blogger Banua). Saya kepengen banget para blogger kalsel melakukan acara seperti ini, tapi saya merasa kurang PD om. mengingat umur saya masih muda kalau di bandingkan dngan para blogger lainnya.

    bisa kasih masukkan?

    Like

  2. Kami sudah pernah mencoba program Kakak Asuh di satu komunitas, butuh konsistensi yang tinggi bagi para donatur dan pelaksananya, apalagi ini kan jangka panjang ya, jadi controlling dan monitoringnya diutamakan πŸ™‚ di sinilah kami gagal dulu, karena kemudian seolah2 jadi proyek satu orang, dan lama2 malah pada lupa u/ setoran heheh e

    Semangat selalu ya dan semoga sukses programnya πŸ™‚

    Like

  3. “.Gak mungkin orang tua asuh ya, secara kami masih muda belia gini (Dilarang Protes!)”

    Like this quote so much #hihihi

    Thanks buat Brad, Luvie, Aris, Ipul, Valen, Irma, Lili, dan semua yang membantu di kepanitiaan bukber kemarin. Makin kompak ye, amien πŸ™‚

    Like

  4. Dapat kaos, makan gratis dan kenalan sama orang-orang hebat, pokoknya hepi abisss… Asik pala saya nongol dibelakang, πŸ™‚
    Selamat lebaran buat semua, maaf lahir dan batin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s