Monthly Archives: July 2011

Melepas Jilbab

“Brad, gak salah lu bikin judul tulisan?!”

Nggak, saya sedang tidak meracau ketika mengetik judul tulisan tersebut. Seorang teman karib saya memutuskan untuk melepas jilbab yang telah dikenakannya selama hampir 20 tahun. Saya masih ingat ketika berkenalan dengannya di SMA dan bersama tergabung di unit marching band sekolah. Sebenarnya saya tidak terlalu mengenalnya ketika itu dan hanya sebatas ‘Hi-Bye’ Friends saja. Tak lama setelah berkenalan di kegiatan sekolah tersebut, sang gadis memutuskan mengenakan jilbab. Pergumulan yang tidak mudah.

Continue reading Melepas Jilbab

Lolos!

Sebuah kabar sukacita menyeruak di malam Minggu mendung ini: adik saya lolos Ujian Masuk Bersama dan diterima di Universitas Negeri Jakarta. Berikut buktinya:

Bahagia? Jangan ditanya. Rupanya dia diam-diam sudah bernazar akan lari keliling kompleks bila diterima. Kita lihat saja besok pagi. 😀 Sepertinya Rio, begitu biasa dia dipanggil, memang sudah mantap memasuki jurusan ini dan sudah disebut-sebut sejak tahun lalu. Dari sekian pilihan pada saat ujian, hampir semuanya adalah jurusan Sejarah di beberapa universitas. Ilmu Sejarah memang menarik meski kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan. Namun kalau memang seseorang sudah mantap, omongan apapun tidak akan menghentikan langkahnya.

Selamat ya! 😀

Memori Pertama

Sebuah pertanyaan menarik muncul di Daily Post yang mengajak pembaca blog tersebut untuk menuliskan ingatan pertama atau yang terkuat semasa kecil. Membaca pertanyaan itu saya jadi berpikir-pikir: ingatan apa yang pertama kali terekam ya? Masa kecil saya, seperti layaknya masa kecil Anda, mungkin hanya tinggal beberapa fragmen saja dan tidak mungkin lagi kita mengingat hari demi hari perjalanan hidup; bahkan semua event kemarin pun belum tentu kita ingat semua hari ini, bukan?

Nah, ingatan pertama yang saya ingat juga sudah samar-samar, namun sepertinya yang terekam pertama kali adalah gambaran pohon pisang dan tanah kosong di depan rumah di Cimanggis, Bogor (sekarang bagian dari Depok) yang belakangan berubah menjadi kompleks perumahan. Kalau pengalaman tinggal di rumah Cimanggis tentunya masih jelas di ingatan karena saya tinggal di situ sampai lulus SD. Gambaran yang diingat sangat lazim bagi anak kecil pada umumnya: bermain. Waktu itu samar-samar saya mendengar percakapan bahwa ada TK yang sedang dibangun di dekat rumah. Lalu saya juga pernah mendengar sewaktu kecil tentang pengalaman orang tua tinggal di Cikampek dan bahwa saya pernah tinggal di sana, mungkin sewaktu berusia 1-2 tahun namun tidak pernah saya ingat. Mungkin Mama saya (yang juga pembaca blog ini) bisa membantu mengingatkan?! 😀

Sejauh itulah ingatan saya. Tulisan ini pendek karena memang tidak banyak yang bisa disharingkan. Anda sendiri, ingatan apa dari masa kecil yang terekam sampai sekarang? Ditunggu sharingnya. 😀

===

Sumber gambar: thehealthage.com

Belanja Online di Rakuten Indonesia

Anda pernah berbelanja online? Saya pernah, dulu sekali sewaktu heboh-hebohnya penerbitan sebuah buku karya seorang pengarang inspiratif asal Bandung yang memasarkan bukunya secara online di website sendiri. Mungkin sudah 7-8 tahun lalu. Namun setelah itu seingat saya tidak pernah lagi saya berbelanja barang-barang online. Entah mengapa ada suatu pandangan umum yang menghantui konsumen Indonesia jika berbicara tentang konsep belanja online, yakni soal kepercayaan dan keamanan. Sebagai orang yang pernah iseng-iseng berdagang online selama beberapa bulan, saya sering mendapat pertanyaan sebagai berikut:

“Ini beneran toko?”

“Kalau saya sudah transfer, ada jaminan gak saya dikirimin barangnya?”

“Saya ragu-ragu ah, boleh liat dulu ke tokonya gak?”

Masih ada sederet pertanyaan lain yang, ironisnya, akan saya keluarkan juga apabila hendak berbelanja online. Perilaku konsumen Indonesia memang unik, setidaknya menurut Yasmina Haryono dalam sebuah presentasi tentang online lifestyle tahun lalu. Kita gemar berburu barang apa saja melalui internet namun ketika tiba waktunya membeli, kita mulai cerewet dalam melakukan pembayaran dan ujung-ujungnya harus ke ATM juga untuk transfer. 😛 Soal budaya dan opini publik memang tidak mudah digoyang dalam semalam dan butuh waktu untuk mencerahkannya. Namun setidaknya perilaku kita mulai berubah. At least saya sendiri, berubah. Salah satu katalisnya adalah Rakuten Indonesia.

Continue reading Belanja Online di Rakuten Indonesia

Konstitusi Imajinasi

Apa jadinya bila saya berkesempatan mendirikan sebuah negara merdeka? Hehe, jangan kaget dulu. Ini hanyalah pertanyaan menarik yang dimuat di blog Daily Post dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat tanggal 4 Juli. Postingan itu menginspirasi saya untuk berandai-andai mendirikan negara sendiri dan merancang konstitusi imajinasi. Wow, saya tidak pernah belajar hukum sehingga tidak paham kerangka konstitusi dan bahasa hukumnya. Namun saya ingat pernah membaca draft konstitusi bakal negara Timor Leste tahun 2000 lalu ketika hendak disampaikan ke PBB. Poin-poin yang ada di situ cukup ringkas namun mencakup hal-hal mendasar seperti sistem pemerintahan, kedudukan militer, hukuman mati, kebebasan beragama dan berbicara, dan masa jabatan presiden dan perdana menteri.

Jadi apa ya konstitusi yang saya inginkan? Lalu jika kita kembalikan ke realita di Indonesia, sudahkah poin-poin tersebut tercantum dalam konstitusi kita?!

Continue reading Konstitusi Imajinasi

Soup Master Class! *say what?!*

Tidak, Anda tidak salah membaca judul postingan ini. Saya memang mengikuti Soup Master Class.

“Emang lu bisa masak, Brad?”

“Errr…” *siap-siap angkat badik*

Menjawab cibiran pertanyaan Anda, ya, saya bisa masak. Dulu saya sering bereksperimen dengan nasi goreng atau memasak sup sayur sederhana, namun sudah tidak pernah lagi dipraktikkan sejak, let’s see, 10 tahun lalu?! 😀 Sampai sekarang sepertinya saya lupa lagi cara memasak sup sayur itu. Hingga akhirnya sebuah undangan mampir ke milis deBlogger yang diposting oleh Eno, isinya mengundang blogger untuk mengikuti kelas memasak bersama Karen Carlotta alias Chef KC. Deg-degan, tapi saya memberanikan diri untuk datang ke kelas yang diadakan di Vineth Bakery, Panglima Polim, Jakarta Selatan tersebut pada Sabtu lalu.

Continue reading Soup Master Class! *say what?!*

The Greatest Team Work: Refleksi #miladeBlogger2

Saya percaya bahwa persahabatan yang kental dalam sebuah komunitas belum teruji sampai mereka ‘diceburkan’ dalam sebuah proyek bersama yang menguji komitmen para anggotanya. ‘Komitmen’ adalah kata yang selalu terngiang-ngiang di kepala dalam 1-2 bulan terakhir ketika Komunitas Blogger Depok ‘deBlogger’ mendapat kepercayaan melaksanakan sebuah acara seminar tentang blog dan ditandemkan dengan miladeBlogger2, sebuah perayaan ulang tahun deBlogger yang ke-2. Sebuah pekerjaan yang ternyata membuat saya kembali harus mendefinisikan arti komunitas yang sebenar-benarnya.

Continue reading The Greatest Team Work: Refleksi #miladeBlogger2