Professional Blogger?

Setelah setahun lebih mengaktifkan blog dengan domain sendiri dan hosting berbayar ini, aktivitas ngeblog saya selalu dibayang-bayangi oleh uang. Mengapa uang? Ya, karena minimal kita butuh uang untuk membiayai koneksi internet yang menunjang aktivitas blog kita bukan? Lalu seiring dengan bergabungnya saya ke komunitas dan memperluas jaringan serta terlibat dalam kepanitiaan beberapa acara, semakin saya menyadari bahwa yang dikeluarkan selama ini juga ada nilai finansialnya. Meski keuntungan yang didapat dari berjejaring dengan komunitas blogger jauh melebihi nominal uang yang keluar, namun tetap saja ada biaya yang dibayar dan diharapkan biaya-biaya tersebut dapat diganti dari sumber lain.

Jujur, saya tergiur juga mencari uang lewat blog. Lalu bagaimana?

Sepertinya ada banyak jalannya. Misalnya nih ya:

1. Afiliasi

OK, correct me if I’m wrong. Afiliasi berarti kita memasang script iklan di blog kita dan menerima pembayaran jika iklan tersebut di-klik orang. Jadi ceritanya kita jadi fakir klik gitu deh. πŸ˜€ Saya tertarik sekali memasang script ini cuma saya takut isi iklannya tidak sesuai dengan pembaca blog, atau malah melanggar norma-norma. Saya juga ragu-ragu memasang script dari dua perusahaan sekaligus karena takut bentrok dan saya malah tidak jadi mendapat bayaran dari dua-duanya. Masih bingung nih dengan aturan ini.

2. Paid Review

Nah, kalo yang ini rasanya saya lebih tertarik. Jadi pekerjaan kita adalah menulis dan mendapatkan honor atas tulisan itu; tidak bergantung pada klik dan jumlah pengunjung meski tentunya kita diharapkan terus mempromosikan blog sehingga trafik terjaga dan komentar di posting banyak. Sebelum kita ditawari review, tentunya blog kita harus diteliti dulu apakah cukup potensial bagi klien, bukan? Rata-rata para advertiser memasang target: minimal PR 2, peringkat Alexa harus di angka tertentu, dsb. Masih cukup optimis bahwa blog saya bakal dilirik. πŸ˜€ Cuma ada sedikit kekuatiran yaitu pengunjung yang mulai tidak senang dengan posting-posting saya karena isinya cenderung promosi. Tapi ah, kayaknya itu kembali ke gaya menulis kita sendiri kali ya?

Eh tapi, apakah cukup mempertimbangkan dua cara itu saja?! Oh tidak cukup, saudara-saudara. Ada ‘pekerjaan’ lain lagi yang harus diurus, yakni SEO. Apa pula SEO itu? Dari sekian banyak definisi SEO yang saya baca, ada dua-tiga orang yang mengambil kesimpulan ngasal tapi mengena: SEO adalah misteri. Tidak ada jaminan postingan bisa nangkring di halaman depan Google tanpa usaha menyeluruh dan konsisten dalam mengembangkan blog kita. Lalu selain itu ada lagi yang mesti diperhatikan, misalnya tata letak blog, pemilihan theme, pelibatan Social Media, sampai ke etika.

Tiba-tiba saya merasa tidak tahu apa-apa dan perlu belajar. Ya habis bagaimana lagi caranya menjadi profesional kalau tidak belajar dulu, kan? Meski sebenarnya dari awal saya sudah mempunyai sikap tertentu tentang bagaimana saya nanti mengembangkan blog menjadi sesuatu yang bernilai uang, pada tahap awal ini saya tidak boleh menutup mata terhadap semua fenomena dan harus belajar banyak sebelum akhirnya menggunakan filter dan memilih poin-poin tertentu yang akan saya fokuskan. Pertanyaan selanjutnya: ke mana mesti belajar? Ya berguru pada internet lah. πŸ˜€ Namun terkadang gugling saja tidak cukup, saya paham itu. Kita memerlukan momen di mana kita bisa bertemu, belajar, berdiskusi dan berbagi. Apalagi untuk newbie seperti saya, belajar dan berdiskusi itu sangat penting.

Eh ternyata ada satu solusinya. Sebentar lagi di Jakarta akan ada acara menarik yang mengupas seluk-beluk blog, pas banget dengan kebutuhan saya sekarang. OK, saya akan kosongkan jadwal tanggal 25-26 Juni 2011 untuk dapat menghadiri Blogilicious Jabodetabek & miladeBlogger2 yang diselenggarakan oleh IDBlognetwork bekerja sama dengan panitia lokal, deBlogger.

Teman-teman mau datang juga gak? Bareng yuk. Daftarnya di sini ya. πŸ˜€

===

Sumber gambar: shoutmeloud.com

 

Advertisements

36 thoughts on “Professional Blogger?

  1. CMIIW kalo profesional blogger, sudah mulai mencari sendiri clientnya, tak sekedar lagi menunggu job paid review saja πŸ˜€ hehe sudah kek perusahaan sendiri seperti itu πŸ˜€ tapi itu blogger yg benar2 profesional banget…

    saya sudah daftar, semoga sempat datang πŸ™‚

    Like

  2. jap.. affiliasi adakah maksudnya affiliate?? Kalau betul, rasanya makna kurang tepat tu… affiliate bukan sekadar klik dan dapat duit.. affiliate perlu diklik dan produk yang diiklan tu dibeli oleh yang klik. susah nak dapat duit dengan affiliate program ni..

    kalau yang klik n dapat duit tu (seperti adsense) lebih dikenali sebagai CPC ads (click per cost ads). kalau CPM (cost per impressions) ads pula ikut dari berapa ramai view website kita…

    sekadar berkongsi .

    Like

  3. professional blogger? Hmm …
    ga ngerti dan ga mo ikut2 ah πŸ˜€
    biarkan itu menjadi urusan suami ajah πŸ˜›

    iye om, klo klak klik eta mah namina google adsense
    mayan juga sih duitnya … manisss banget dah rasanya πŸ˜›
    lebih manis lagi duit dari review

    oiya, ada sih malesnya klo isi blognya promosi terus πŸ˜€
    apalagi klo promosi seragam xixixi serentak seluruh Indonesia hahaha
    makanya suami mah kaga berani blogwalking ke blog2 personal
    takutnya pas dikunjungi balik lho isinya kok iklan semua? xixiixi
    b/w nya udah pake apa tuh? EC yah? klik klik juga tuh
    pernah mbantuin klik kliknya mpe pegel dan telunjuk kuriting xixixi πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s