Sekali lagi: Buku yang Mengubah Hidupku

Sejak saya melemparkan pertanyaan di blog maupun milis kemarin pagi tentang buku apa yang mengubah hidup Anda, beragam tanggapan masuk dengan buku jagoannya masing-masing. Terima kasih untuk semuanya. ๐Ÿ˜€ Nah, apa saja buku-buku yang mengubah hidup mereka?

Pengembangan Diri

Menarik sekali mengamati judul-judul buku yang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dari 26 judul yang masuk, 13 di antaranya merupakan buku-buku bertema pengembangan diri dan kepribadian. Mulai dari buku-buku inspiratif seperti Seven Habits of Highly Effective People, buku-buku karya Rhenald Kasali, sampai buah pena Safir Senduk yang berjudul Siapa Bilang Jadi Karyawan Tidak Bisa Kaya?

Alasan-alasan yang dikemukakan juga menarik. Beberapa di antaranya mengungkapkan pengalaman pribadi seperti membantu dalam hal penataan keuangan, mengubah diri menjadi ‘anak muda yang jelas’, hingga deretan kalimat motivasi diri yang selintas mirip dengan jargon MLM. ๐Ÿ˜€ Seorang blogger dengan jujur bercerita bahwa ia membaca bukunya dalam bentuk fotokopi saja yang diberikan oleh gurunya. Namun dari beragam pengalaman pribadi tersebut, rata-rata semuanya sepaham bahwa buku-buku ini mengubah pola pikir, dan berikutnya, perilaku.

Fiksi

Ahay, saya suka bagian ini karena penuh kejutan. Karya Pramoedya Ananta Tour tampaknya menjadi favorit meski tergolong karya sastra yang cukup berat diserap. Namun yang tak kalah menarik adalah buku bacaan anak-anak juga berkesan bagi para responden, sebut saja Tintin di Tibet, The Alchemist, Tuesdays with Morrie, Bende Mataram, komik-komik Jepang, bahkan Kambing Jantan-nya Raditya Dika.

Alasannya tentu sederhana: jalan ceritanya yang menarik. Meski semua fiksi, ternyata buku-buku yang menjadi favorit bukanlah dari novel-novel bertema cinta atau thriller dan horor, melainkan fiksi yang mengajak para pembacanya berimajinasi liar dan luas.

 

Non-fiksi

Ternyata kategori ini pun tak kalah mengejutkan. Daeng Rusle yang sekarang tinggal di Abu Dhabi dengan berapi-api menceritakan pengalamannya dengan buku Atlas Indonesia & Dunia dan bagaimana buku itu telah membawanya ke negeri yang sekarang ia tinggali. Ada pula yang menggemari Autobiografi Bung Karno dengan alasan buku itu susah dicari. ๐Ÿ˜€ Namun yang juga menarik adalah buku-buku bacaan anak sekolah seperti Buku Pintar Junior-Senior atau RPUL juga masuk.

Fakta-fakta tentang Indonesia dan dunia yang tersaji di buku-buku seperti ini memang mudah membangkitkan imajinasi anak untuk menjelajah dunia lebih luas dari kampung halamannya. Mestinya anak-anak zaman sekarang makin lengkap referensinya dengan bantuan teknologi, ya? Betulkah?!

Lalu bagaimana dengan saya?!

Seperti yang sudah saya ungkapkan kemarin, buku Jonathan Livingstone Seagull karya Richard Bach adalah salah satu buku yang mengubah pemikiran saya, lebih tepatnya memperluasnya. Berkisah tentang seekor camar yang gemar belajar terbang, buku ini seakan mengajak saya melihat alam semesta lebih luas dan hakiki daripada hanya untuk mencari makan dan sekadar lewat. Ditambah lagi dengan kebijaksanaan Jon dalam mengajar membuat saya semakin terpana. Oh, saya juga diajar untuk tidak hanya membaca teksnya, namun juga ‘membaca gambar’.

Penasaran?! Jangan kuatir, Google Books dengan baik hati menyediakannya GRATIS untuk kita di sini. ๐Ÿ˜€

ใŸใใ•ใ‚“ใฎๆœฌใ‚’่ชญใ‚“ใงใ€ๆœ‰ๅใซใชใฃใฆใใ ใ•ใ„๏ผ(Read books and be famous!)


Advertisements

22 thoughts on “Sekali lagi: Buku yang Mengubah Hidupku

  1. Kata tetua kita, Buku Adalah Jendela Dunia…maka mata kita bisa dititipkan melalui buku agar bisa melijhat dunia yg lebih luas.
    Namun yg lebih dahsyat tentu kata bung Pram: menulislah, dan anda akan abadi hingga kiamat. :p

    Like

    1. Astaga betul sekali. Postingan ini dan sebelumnya hanya memaparkan kesan-kesan dari membaca namun belum menyentuh dimensi lain: MENULIS BUKU. Terima kasih sharingnya ๐Ÿ˜€

      Like

  2. Buku yang mengubah hidup? Ada. Pernah saia alami ketika masih di usia belasan, tepatnya 18 tahun hihihi. Sebuah buku motivasi karya Satria Hadi Lubis, “Burn Your Self”. Bukan hanya teori dan analogi yang disampaikan secara ciamik, tapi yang bikin saya seneng baca tuh buku adalah adanya ‘quote’ yang berbeda di setiap halamannya. Mencerahkan!

    Kesini2nya, makin bertambah usia, kayaknya makin kecil pengaruh buku hingga bisa mengubah hidup. Entah karena kondisi saia ketika membaca, atau memang sebuah perubahan harus didukung oleh banyak hal, bukan hanya buku semata, hehe.

    Eh, btw, kok saia gak pernah bisa ya ‘nametin’ buku The 7th Habits… ituh. Paling cuma ngambil intisari2nya doank. Keren kalo bisa jadi buku favorit, hihihi.

    Nice share ๐Ÿ˜‰

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s