Bertamasya ke Kantor Pajak

Ada kesibukan setiap awal tahun yang cukup sederhana sifatnya namun bisa jadi rumit dalam implementasinya. Kesibukan itu adalah pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan kita dari tahun sebelumnya. Saya sendiri tahun ini akan melaporkan SPT untuk ketiga kalinya namun tetap saja lupa cara mengisi formulirnya. Belum lagi terbayang keharusan menyerahkan di kantor pajak atau drop box yang sudah pasti antri pada hari-hari terakhir sebelum deadline tanggal 31 Maret.

Eh, tapi kita bisa menghindari antrian kalau kita menyerahkannya jauh-jauh hari sejak Januari kan? Oh ada pula argumennya:

Formulir SPT belum tersedia di awal tahun

Formulir memang bisa diambil di portal pajak.go.id; tapi ribet cara pengisiannya

Lalu tetap saja kita mesti menyerahkan laporan fisiknya ke Kantor Pajak atau ke Dropbox

But still, kan banyak waktu untuk mengerjakan itu? Oh no no no, bukan orang Indonesia namanya kalau tidak mengerjakan sesuatu secara last minute! πŸ˜€

Jadilah saya berurusan dengan Kantor Pajak di minggu terakhir penyampaian SPT Tahunan ini. Oleh karena suatu alasan, saya pergi ke dua kantor pajak berbeda untuk menyampaikan dua laporan yang berbeda pula. Kantor Pajak pertama yang saya kunjungi adalah KPP Pratama Cibinong dan yang kedua adalah KPP Pratama Bekasi Selatan. Saya sudah siap mental sebelum berkunjung ke kedua kantor ini: minggu terakhir ini pasti banyak yang antri. Daripada saya stress karena antri, maka saya mempersiapkan diri dengan cara positive thinking, yakni bahwa kunjungan ke kantor pajak ini saya ibaratkan sebagai ‘tamasya’. πŸ˜€ Dan benar saja, ada dua situasi menarik yang saya alami saat pengalaman tamasya kemarin.

1. Di KPP Pratama Cibinong

Ilustrasi (gambar dari Tabloid KONTAN)

Saya datang hampir pukul sepuluh pagi dan sudah lemas melihat tenda di halaman depan kantor yang dipenuhi kursi layaknya ada undangan pernikahan dan dipenuhi orang. Namun ternyata tenda itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang hendak konsultasi SPT; pengambilan nomor antrian dan pelaporannya sendiri tetap dilaksanakan di lobby. Akibatnya pintu masuk lobby tetap penuh karena warga yang berkerumun lebih suka berdiri di depan petugas penerima SPT. Ketika saya tiba di meja pengambilan nomor antrian, petugasnya dengan kalem menjawab, “Nomor antrian habis, Mas. Silahkan tunggu, sedang dicetak.” Setelah itu dia pergi entah kemana.

Saya pun menunggu, 5 menit. Dia kembali.

“Nomornya sudah ada, Mas?!”

“Nganuh, Mas, sudah dicetak sih. Tapi sekarang lagi digunting-gunting.”

Saya lemes. Masak sih orang Pajak gak ada kerjaan lain selain menggunting nomor antrian satu-satu yang ukurannya kecil itu? Menyedihkan sekali. Mana setelah itu petugasnya menghilang lagi ke dalam. Nah, di tengah kebingungan itu tiba-tiba saya lihat satu loket kosong, dan tidak ada panggilan nomor antrian berikutnya (ya iyalah, petugasnya kan tadi menghilang). Akhirnya saya pelan-pelan mendekati petugas penerima SPT di loket, “Pak, lagi kosong kan?! Terima laporan saya dong satu berkas aja.” Aha, dia menerima.

Kantor Pajak Cibinong. Antrian lambat. Nomor antrian kacau karena harus menunggu print dan gunting. Durasi tamasya: 15 menit.

2. Di KPP Pratama Bekasi Selatan

Sudah tinggal 1 hari menjelang batas waktu dan saya sudah menduga antrian akan semakin menggila. Oleh karena itu saya mempertimbangkan untuk melaporkan SPT pribadi di Dropbox yang ada di Mega Super Mall Bekasi. Namun apes, ternyata formulir yang dimiliki tidak lengkap dan saya tidak punya printer untuk mencetak formulir dari portal pajak.go.id. Terpaksalah saya melangkahkan kaki ke KPP Pratama Bekasi Selatan. Dari gerbang saja saya sudah melihat tenda berukuran jumbo dipasang di halaman kantor yang memang sangat luas itu.

Beda dengan kantor sebelumnya, sistem antrian di sini sangat teratur dan petugas penerimanya cukup banyak sekitar 20 orang. Saya datang ketika nomor antrian yang dibacakan masih di bawah 1000, sedangkan nomor urut saya: 1323! Ya sudah, saya pegang nomor antrian, melengkapi formulir, pergi fotokopi dan makan siang, lalu kembali sekitar setengah jam kemudian. Surprisingly, antriannya sudah hampir mendekati 1200. Ini berarti kerja mereka cukup cepat dan efisien. Akhirnya saya menghabiskan waktu duduk di tenda ditemani angin sepoi-sepoi dan udara sejuk akibat mendung, dan akhirnya tertidur. πŸ˜€ Sementara itu antrian terus berjalan hingga akhirnya tiba giliran saya. Sekali lagi, kerja petugas loket cukup cekatan dalam memeriksa dan memberikan tanda terima.

Kantor Pajak Bekasi Selatan. Antrian tertib namun pelapornya membludak. Durasi tamasya: 1 jam.

Catatan Akhir

KPP Pratama Cibinong masih perlu belajar dari rekan-rekannya di Bekasi Selatan untuk urusan alur layanan. Saya cuma menghabiskan waktu 15 menit di sana karena kebetulan beruntung bisa ‘potong kompas’ jalur antrian. Entah apa jadinya bila saya tetap menunggu hasil guntingan itu. Sedangkan KPP Pratama Bekasi Selatan bekerja baik sekali dengan persiapan cukup, meski lamanya antrian tidak dapat dihindari karena warga memang selalu menyelesaikan urusannya di saat-saat terakhir.

Semoga Dirjen Pajak segera merealisasikan sistem pelaporan PPh secara full online sehingga memudahkan para wajib pajak menyelesaikan semuanya tepat waktu dan nyaman. Lalu semoga juga uangnya tidak diambil para tikus. πŸ˜€

Selamat mengantri bagi yang hari ini masih harus ke Kantor Pajak!

Advertisements

30 thoughts on “Bertamasya ke Kantor Pajak

  1. satu SPT perusahaan ya opa? koq bisa sampai ke dua tempat itu?
    antrian pertama ngak dimarahi sm pengatri yg lain??? πŸ˜€

    hmm… kalo ada teman di kantor pajak minta diuruskan juga kayaknya gampang banget hehe πŸ˜€

    emang sih opa-opa tamasyanya ke kantor-kantor :mrgreen:

    Like

    1. iya urusan kerjaan. antriannya emang aneh, pengantri duduk di tenda halaman tapi lapornya tetep di dalam lobby. sementara tempat ngambil nomor antrian di lobby juga. makanya saya bisa nyelonong. hehehehe

      Like

  2. untung saya kolektif jadi ga perlu ribet tapi cukup dibuat puyeng…gimana ga puyeng bendaharanya aja pas ditanya jawabnya “sudahlah diisi aja sebisanya, sya sudah puyeng gabisa jelaskan lagi, dateline ntar sore jam 06.00 WIT, cepat..cepat” hahhaa

    Like

  3. sama kayak hari, baru ngisi tadi kolektip kantor yang nyerahin ntar..
    setelah wajib pajak taat nyerahin SPT, semoga petugas pajaknya juga bisa jujur dan profesional yaa…

    Like

  4. “Semoga Dirjen Pajak segera merealisasikan sistem pelaporan PPh secara full online sehingga memudahkan para wajib pajak menyelesaikan semuanya tepat waktu dan nyaman…”

    semoga juga semua wp mengakses internetnya lncar juga πŸ™‚

    Like

  5. Sepertinya gelar last minuters memang layak disandang orang Indonesia mas

    Saya juga di kampus gitu, idenya baru ngalir sehari menjelang deadline *sigh*

    Like

  6. om brad, alasan saya buat last minute adalah supaya petugasnya terlalu busy, sampai tidak sempat memeriksa lagi dengan seksama apa yang ada dalam laporan saya, hahaha nothing to hide sih krn SPT dibayarin kantor dan saya tidak punya penghasilan lain diluar gaji, tapi malas aja kalo terlalu banyak pertanyaan…

    Like

  7. btw, selama ini durasi antrian saya selama 3 tahun belakangan adalah dibawah 15 menit, di drop box ke Bapindo Plaza πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s