Java Jazz: As It Happens

Greetings to you LIVE from the AXIS Java Jazz Festival 2011 πŸ˜€

Yep, I’m finally here and have been enjoying a day of feast to the soul. Sedari siang tadi saya sudah banyak mendengarkan performance ciamik dari banyak musisi jazz Indonesia maupun internasional. But hey, I’m gonna highlight a few. More stories coming to you within a day or two with pictures. Sorry I failed to upload any picture today so you just have to bear with my stories. πŸ˜€

1. Feeling Sexy with Roberta Gambarini

Ini pertama kalinya saya mendengarkan Roberta Gambarini. Penyanyi jazz Amerika keturunan Italia ini tampil bersahaja di Semeru-Garuda Room pada jam 3 sore. Mengenakan busana hitam semi-formal, lagu pembuka Roberta memukau dengan penampilan solo, tanpa pengiring. “Dear Lord, here I am today” adalah syair pembuka layaknya doa Roberta kepada Tuhan demi penampilannya yang menawan sore itu. Setelah suara beningnya mengalunkan nomor pertama, selanjutnya Roberta menghentak dengan “No More Blues.”

2. Maturing with Kahitna

Ah, penampilan yang memukau as always dari kelompok musik asal Bandung ini. Pertama kali menonton konser live-nya di kampus UI pada tahun 1995 dan baru kali ini saya menyaksikan kembali penampilan mereka langsung dengan personil yang sudah sedikit berubah. Membandingkan performa dahulu dan sekarang, saya merasakan aura kedewasaan bermusik yang menyeruak dari penampilan mereka yang memukau penonton seperti biasa. Ketiga vokalisnya sangat komunikatif. Speaking of maturing with Kahitna, saya memandang rata-rata penonton yang berusia kurang lebih sama dengan saya, 30-an. Kami mengikuti perjalanan Kahitna dari tahun 1990-an sampai sekarang, dan tanpa disadari kami telah tumbuh dewasa pula bersama Kahitna. A very eye-opening performance! πŸ˜€

3. More Inspiring Performances

Ada beberapa penampilan sambil lalu saya saksikan, namun yang berkesan adalah Kilimanjaro dengan musik-musiknya yang smart, Los Amigos, kelompok musisi India yang menampilkan jazz dengan rasa Latin yang menggoyang banyak pasangan di lantai dansa, atau sekedar chilling out bersama Oom Bubi Chen yang sore tadi memainkan nomor-nomor pop. Atau melayangkan ingatan ke kampung halaman di Pulau Ambon sana bersama penampilan Danjil dari Belanda dengan nomor-nomor bernuansa Maluku yang selalu manise πŸ˜€

It’s not over yet, baby!

Sebelum melanjutkan menonton pertunjukan lain, saya mampir sebentar untuk live blogging di Axis Lounge yang terletak di pelataran dalam JIExpo. Nice lounge, akses internet cepat dan pelayanan ramah. Di sini ada juga beberapa penampilan yang khusus dipersembahkan sponsor utama Java Jazz Festival ini di Axis Stage. Sementara itu, di latar belakang lounge, Danjil masih mengalunkan nomor-nomor ciamiknya.

Sekarang tinggal saya yang merutuki diri sendiri: kenapa juga harus datang ke sini sendirian 😦

OK, gotta run to catch the New York Voices. More updates coming soon πŸ˜€

Advertisements

10 thoughts on “Java Jazz: As It Happens

  1. cieee..cieee..yang abis nonton Jazz
    untung saya gak gila2 amat sama Jazz jadi yaaa..gak ngiri2 amat juga..
    coba kalo reportnya tentang konser Pearl Jam, udah dari tadi nih saya cari tombol “report abuse” hahahaha

    Like

    1. waks, jahaaaaaaaat. hehe, eh semalam gua nulis ini bela2in karena lagi live blogging competition demi mengejar merchandise. dan hasilnya tidak mengecewakan πŸ˜‰

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s