George

George namanya. Kuingat kulitnya begitu putih seperti melati merekah dan wajahnya menyungging senyum. Ia datang pagi itu diiringi serombongan pria dan wanita yang kukenal sebagian dari gereja kami. Sedari pagi aku sudah siap menyambutnya, hati tidak sabar ingin melihat wajahnya.

George rupanya. Dia mengenakan baju putih bersinar dan digendong oleh Papa. Wah, keretanya mana? Biasanya anak kecil akan didudukkan di kereta bukan? begitu pikirku. Namun yang tersedia adalah sebuah meja kayu beralaskan bantal kecil dan selimut. Ini bukan cara yang biasa untuk menyambut tamu! Lalu kenapa semua terbalut warna hitam muram menyandang duka? Ah, aku yang masih berusia 9 tahun rasanya belum paham benar apa artinya duka. Yang kulihat adalah banyak orang yang menangis, terutama Papa. Aku menunggu-nunggu Mama namun ia tidak kelihatan. Sakitkah?

George manisnya. Perlahan kain putih itu terbuka dan tersingkaplah wajahnya. Putih dengan menyandang seutas senyum. Jemari kecilnya lentik namun menggenggam erat. Tubuhnya kaku namun damai. Ah, cuma ia sendiri yang tersenyum sementara yang lain menangis. Aku pun menangis juga meski belum mengerti untuk apa.

George sedihnya. Hanya sedepa saja matahari bergerak, ia pun sudah diangkat dari peraduannya. Tak perlu banyak orang, cukup satu lengan pun berangkatlah. Menembus teriknya hari ia pun sampai di sebuah taman. Sejengkal luas tanah diambil, sebagai gantinya kau pun ditidurkan di sana. Doa dinaikkan, meski aku tidak tahu mana yang akan sampai dari 2 ragam doa yang berkumandang di sana.

***

George damainya. Selepas SMA pernah kucari kembali makamnya. Tidak bisa kutemukan namanya. Mungkin nama lain yang tertera pada nisannya. Air mata tumpah ruah di tengah siang bolong di ranah kegalauan mencari makam yang hilang. Namun aku tahu di mana rumahnya yang abadi, bahwa jasad akan berlalu namun roh tinggal tetap. Rumah di bumi boleh tertelan namun rumah di surga tetap bersinar. Wajahnya boleh terhapus dari pigura, namun di hati terukir senyumnya.

In loving memory of:
Otto Benny George Marlissa
Lahir 13 Desember 1983, pukul delapan kurang dua puluh
Wafat 13 Desember 1983, delapan jam kemudian

Celebrating the life of:
Ronald Patrick Marlissa
Lahir tepat setahun kemudian, 13 Desember 1984, pukul delapan lewat dua puluh

Tuhan penyeka air mata kita!

===

sumber gambar: a-woman.com

Advertisements

18 thoughts on “George

  1. Abangku juga, meninggal beberapa menit (jam?) setelah lahir, belum punya nama. Makamnya sudah hilang tergusur…

    Kata tante2 dan om2 gw, sangat mirip mukanya dengan papa. Alhamdulillah, dua tahun kemudian ada gantinya, kakak perempuan saya, dan dua tahun kemudian saya lahir.

    Like

  2. saya juga punya 3 kakak, meninggal ketika dia kecil ngak sampai setahun, bahkan sy ndak pernah melihat mereka2.
    ada adik saya satupun meninggal di waktu yg kurang satu tahun hidupnya. Yah pengen rasanya punya kakak dan adik yg sama2 bisa hidup bareng πŸ˜‰
    tapi itu rahasia Tuhan utk kita kebahagiaan-kebahagiaan lain akan muncul dengan yg lain πŸ˜‰

    Like

  3. wow..ceritanya menyentuh sekali Oom..
    kepergian seseorang terdekat memang selalu meninggalkan duka dan bekas kenangan yang dalam. tapi, semua sudah ada yang atur..
    semua pasti ada hikmahnya..
    πŸ™‚

    tulisan yang menyentuh Oom..

    Like

  4. di tinggalkan seseorang memang sakit sekali, saya juga ingat cerita dari bapakku, kalau saya lahir setelah 8 jam Kakekku (ayah dari bapakku) meninggal dunia,

    Nenekku (Ibu dari Ibuku) meninggal 19 Desember 2008 Dan anakku yang pertama lahir pada 19 Desember 2009

    kehidupan memang sudah direncanakan oleh tuhan, hanya saja itu tetap menjadi rahasia tuhan.

    Like

  5. jadi teringat (calon) keponakan-keponkan ku yang telah tiada sebelum merasakan indahnya dunia 😦
    but i just just wanna say im sorry to hear that…
    semoga dia tenang disisiNYA…amien

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s