Happy Bunny Year

Satu lagi perayaan Tahun Baru kita lewati, Lunar New Year. Menarik sekali menyaksikan beragam perayaan Imlek yang berlangsung beberapa hari terakhir. Belum lagi ragam makanan yang muncul menyertainya. Perayaan Imlek 2562 ini merupakan tanda bahwa kita telah memasuki Tahun Kelinci Emas. Ada beberapa karakteristik yang menyertai Tahun Kelinci ini. Orang-orang yang ber-shio kelinci , seperti saya, umumnya berkarakter pendiam dan pemalu *cocok banget kan sama saya*. πŸ˜€ Sedangkan Tahun Kelinci Emas sendiri dipercaya akan membawa keberuntungan dalam usaha.

Apakah Tahun Baru Imlek ini hanya dirayakan oleh orang Tionghoa? Ternyata tidak. Orang-orang Korea, Thailand, dan Vietnam pun merayakannya juga. Oleh karena itu kurang tepat jika kita menyebut Imlek sebagai Chinese New Year; sebutan yang lebih cocok adalah Lunar New Year.

Dari sekian banyak tradisi yang dirayakan pada saat Imlek, ada beberapa yang sangat khas. Saya ingin membagikan sedikit kepada kita.

1. Lampion dan Mercon

Alkisah dahulu kala terdapat seekor makhluk berbentuk sejenis binatang buas yang muncul dan memangsa manusia setiap pergantian tahun. Binatang ini dijuluki Nian Show (nian = tahun, show = binatang) dan mengamuk hanya setahun sekali. Pada masa-masa ini para keluarga Tionghoa akan melindungi segenap anggota keluarga dari ancaman Nian Show dengan cara menutup semua pintu dan jendela dan berdiam di rumah sampai binatang itu berlalu.

Selang beberapa tahun, ternyata Nian Show yang ditakuti itu tidak pernah datang lagi. Warga pun mulai merasa lega dan tidak lagi ketat menjaga anggota keluarganya. Pada tahun-tahun berikutnya, pergantian tahun lewat tanpa insiden dan warga tidak perlu lagi menutup pintu dan jendela rumahnya. Namun celaka, pada suatu hari pergantian tahun, Nian Show tiba-tiba muncul kembali dan memangsa apa saja yang ditemuinya di desa. Hanya segelintir warga yang luput dari maut. Kebetulan sekali rumah-rumah yang luput tersebut sedang mengadakan pesta dan orang-orangnya menggantung kain merah di depan rumah dan berpakaian merah. Kebetulan pula beberapa orang sedang bermain mercon sehingga membuat Nian Show itu takut dan menjauh.

Sejak itulah warga menganggap Nian Show takut akan warna merah dan suara mercon, sehingga semua orang kemudian memasang kain merah, lampion merah dan berpakaian merah. Mercon juga ramai dibunyikan untuk menakuti Nian Show. Sejak itu pulalah binatang menyeramkan itu tidak pernah datang lagi.

2. Kue Keranjang

Ada sebuah penganan yang wajib muncul pada perayaan Tahun Baru Imlek: kue keranjang. Ada pula kisah yang melatar belakangi kue ini. Konon katanya, dapur setiap rumah dihuni oleh Dewa Tungku yang ditugaskan oleh Raja Surga untuk memantau tindak-tanduk seisi penghuni rumah dalam menyediakan makanan. Pada setiap akhir tahun, tepatnya enam hari sebelum Imlek, Dewa Tungku akan pulang ke surga dan melaporkan hasil pengamatannya kepada Raja Surga. Supaya Raja Surga tidak mendengarkan laporan yang buruk dari Dewa Tungku dan nantinya menghukum warga, maka timbullah inisiatif untuk membuat kue keranjang yang manis yang akan ‘disumpal’ ke mulut sang dewa sehingga nantinya akan keluar cerita yang manis-manis di depan Raja Surga. Bentuk kue keranjang tersebut juga harus bulat yang melambangkan persatuan keluarga.

***

Terlepas dari segala tradisi perayaannya, doa tidak lupa dipanjatkan agar tahun ini membawa berkah bagi pribadi, keluarga, dan pekerjaan kita. Mungkin yang tidak pernah kita dengar adalah resolusi tahun baru Imlek, ya? Rasanya resolusi tersebut selalu kita buat pada awal Januari, bukan?! Yah, semoga di tahun ini kita semua dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam apa pun yang kita kerjakan.

Tahun Baru Imlek menambah lagi jumlah perayaan tahun baru yang dirayakan di Indonesia selain Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam. Seperti yang telah saya ungkapkan tahun lalu, perayaan Imlek ini turut memperkaya khasanah budaya Indonesia.

Gong Xi Fat Chai. Xin Nian Kuai Le.

Advertisements

38 thoughts on “Happy Bunny Year

  1. hmm…menarik juga tulisan seputar tahun baru Imlek dengan sejarah nya πŸ™‚ dan yang paling unik adalah cerita kue keranjang nya hehe…ternyata untuk nyumpel mulut dewa tho :mrgreen:

    -salam hangat-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s