Ketupat Tahun Baru

Bingung kan, lo?! Ketupat, makanan khas Indonesia yang biasanya muncul pada perayaan Idul Fitri tiba-tiba terhidang di rumah saya pada pada malam pergantian tahun minggu lalu. Kebiasaan menghidangkan ketupat memang sebetulnya telah ada dalam keluarga saya sejak dulu. Saya sudah pernah bercerita bahwa sebagian sanak saudara saya memang Muslim sehingga kami juga mempunyai kebiasaan saling mengunjungi pada hari-hari raya keagamaan. Saya yang sewaktu kecil sering diajak ke rumah tetangga dan saudara untuk berlebaran juga kebagian mencicipi ketupat di berbagai tempat. Seperti biasa favorit saya selain ketupat adalah opor ayam, apalagi kalau tersedia rendangnya juga. Yum yum yum!

Namun sejak kapan keluarga saya turut memasak ketupat saya sudah agak lupa. Kalau tidak salah ingat, sejak SMP dan bersekolah di Jakarta Ibu saya mulai memasak ketupat. Penyebabnya adalah saya dan adik-adik di rumah sudah mulai jarang mengunjungi tetangga dan saudara pada saat Lebaran (pergaulan di Jakarta memang berbeda; cenderung individualis) dan jadilah saya ngendon di rumah saja seharian penuh. Nampaknya Mama saya menangkap kerinduan anak-anaknya terhadap ketupat sehingga mulailah ketupat itu dihidangkan pula saat Lebaran. Alasannya: praktis, karena ketupat dan sayurnya tahan hingga 2-3 hari sehingga mengurangi kerepotan memasak karena sedang ditinggal pembantu yang pulang kampung. Unik sekali jadinya: keluarga kami turut merayakan Idul Fitri meski hanya sebatas pada makanannya:D

Setelah kami sekeluarga pindah ke Bekasi, kebiasaan itu berlanjut dan bahkan bertambah lagi pada Tahun Baru. Saya terus terang tidak mengetahui alasan pasti Mama saya memasak ketupat pada perayaan Tahun Baru; namun sebagai penggemar ketupat tentu saya tidak pernah mengeluh kan?!:D

Ketupat nyatanya tidak hanya milik keluarga Indonesia yang merayakan Lebaran saja; keluarga yang beragama lain pun menyediakannya pada perayaan-perayaan tertentu. Seingat saya artis Tamara Geraldine juga memasak ketupat pada saat Lebaran dengan alasan yang sama: bisa bolak-balik dipanasin! Wakakak. Artis Sandra Dewi pun menyediakan hidangan ketupat pada perayaan Natal. Menarik sekali menyaksikan masyarakat Indonesia saling mengadopsi budaya satu sama lain yang unik dan menyajikannya kembali dalam konteks yang berbeda. Umat Muslim pun melakukannya juga: bukankah kue-kue kering yang terhidang pada saat Lebaran itu berasal dari kebiasaan orang Belanda? πŸ˜€

Kalau dipikir-pikir lagi, saya sungguh beruntung karena bisa menikmati ketupat di rumah saya 2 kali dalam setahun: Idul Fitri dan Tahun Baru. Tapi ada pula konsekuensinya: kolesterol naik 2 kali dalam setahun akibat terlalu kalap mengonsumsi ketupat dan teman-temannya. Hehehe.

Selamat Tahun Baru! *melirik sisa ketupat di meja*

===

Sumber gambar: intannhiieyz.blogspot.com

Advertisements

27 thoughts on “Ketupat Tahun Baru

  1. kok taun baru pake ketupat ? πŸ˜€ kenapa gak lontong sayur atau rawon aja ya mas ? xD

    Tapi emang si rata2 orang indonesia kan gitu.. suka mengadopsi orang lain πŸ˜€

    Like

  2. Kalau di Bali, ketupat gampang dijumpai, soalnya ada makanan berbahan ketupat, namanya tipat (ketupat) cantok.

    Sate khas Bali pun biasanya dihidangkan dengan ketupat (kalau kita ndak mau menikmatinya dengan nasi putih). Di Bali memang lebih familiar dengan ketupat (tipat) daripada lontong.

    Like

  3. hebat banget sama bangsa kita ini meskipun bisa berbeda tetapi tetap satu. dan dengan ketupat bisa menyatukan perbedaan serta dapat merasakan indahnya kebersamaan.
    yang terpenting dari semuanya adalah menjunjung tinggi sikap toleransi πŸ™‚

    Like

  4. Kalau orang Batak yang Kristen memang biasa merayakan Tahun Baru secara meriah, sedangkan Natal biasanya hanya diisi ibadah saja. Salah satu menu yang sering dihidangkan pada thn baru adalah “katupet” alias ketupat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s