Berbayar Atau Gratisan?

Bagi Anda yang kebetulan merupakan seorang blogger (sebutan bagi para penulis blog) tentu pernah “tersandung” pada pertanyaan di atas: “gratisan atau berbayar?” Pertanyaan tersebut mengacu pada pilihan yang tersedia bagi para blogger untuk menggunakan layanan penyedia blog gratisan seperti di Blogspot atau WordPress versus menggunakan layanan berbayar dengan menggunakan domain sendiri. Lalu setelah melakukan sedikit perbandingan, wajar dan lumrah apabila banyak saran yang mengarahkan kita untuk membeli domain dan hosting sendiri dan tidak lagi tergantung pada blog gratisan.

Saya kebetulan sudah pernah mengalaminya dan pernah pula mengambil keputusan: saya harus menggunakan layanan blog berbayar. Alasannya sederhana: agar mudah mengatur tampilan dan fungsi blog sesuai dengan keinginan kita. Meski saya tidak menampik pula apabila ada yang menuduh saya “bela-belain” membeli domain dan hosting demi satu tujuan: narsis. πŸ˜€ Nah, setelah keputusan dibuat, mungkin Anda akan bingung mengapa saya mengajukan lagi pertanyaan tersebut sekarang. Oh, mari kita pikirkan dulu kawan! Dalam dunia ini selayaknya tidak ada keputusan yang kemudian menjadi final dan tidak dapat diubah lagi di masa depan (kecuali hal-hal prinsip seperti agama, pernikahan, dan beberapa lainnya). Jadi oleh karena pertanyaan tersebut sifatnya sederhana dan tidak mengubah jalan hidup, misalnya, tidak ada salahnya kita pikirkan lagi bukan?! Yuk, kita telaah lagi pro-kontranya.

1. Tampilan blog

Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya ingin menegaskan bahwa saya hanya membuat perbandingan antara blog gratisan wordpress.com dengan self-hosted wordpress. Dalam hal tampilan, blog berbayar memiliki keunggulan yang tak tertandingi dengan ribuan themes gratis yang tersedia dan keleluasaan lebih dalam mengatur tampilan blognya. Sementara itu, meski layanan blog gratisan di WordPress.com juga menyediakan banyak themes, penggunanya tidak memiliki keleluasaan dalam menambahkan widget seperti yang mengandung script atau flash image.

2. Plugin

Seperti disinggung di poin 1, blog berbayar memiliki keleluasaan dalam mengatur tampilan dan fungsi melalui sederetan plugin unik yang dapat diunduh dan dipasang sesuka hati. Beberapa yang saya gunakan misalnya CommentLuv supaya pengunjung dapat meninggalkan jejak berupa link ke postingan terbarunya. Lalu saya juga menggunakan WP-Cumulus agar seluruh kategori dan tag yang saya gunakan dapat tampil cantik dalam bentuk “awan.” Belum lagi kemudahan dalam mempublikasikan blog ke jejaring sosial dalam sekali klik.

3. Domain

Ini dia yang utama. Dengan membeli domain, kita dapat ngeblog dengan menggunakan nama sendiri dan tidak menjadi subdomain di layanan blog gratisan. Saya teringat lagi tulisan teman saya ketika dulu memutuskan membeli domain sendiri: “It’s like living in your parents’ house. It is your house but you cannot call it your own.” Dengan domain sendiri blog kita pun seakan tampak profesional dan “serius”, bukan sekedar ngeblog untuk curhat. Betul kan?! πŸ˜€

***

Lalu sekarang apa yang membuat saya berpikir lagi tentang opsi-opsi tersebut?

Yang pertama dan terutama adalah kebutuhan. Dari sederet fasilitas lebih yang ditawarkan, ternyata yang benar-benar saya gunakan hanyalah beberapa saja dan itu tidak jauh berbeda dengan apa yang telah saya gunakan di WordPress.com. Yang lain seperti Cumulus itu ternyata hanya tampak lucu dilihat saja, setelah itu tak ada pula gunanya. Yang mungkin “agak” saya sesalkan adalah kurang tersedianya themes yang sesuai maunya saya sehingga ada banyak blog yang tampilannya kembar.

Hal kedua yang saya pertimbangkan adalah segala effort yang telah saya keluarkan untuk mengembangkan blog berbayar tersebut. Mulai dari membeli domain sendiri sebagai awal personal branding, sampai usaha menaikkan peringkat di mesin pencari melalui SEO dan Alexa. Hasil yang saya dapatkan cukup lumayan meski setelah 6 bulan PR saya masih belum bergerak naik dari 0.

Hal ketiga yang juga saya pikirkan adalah biaya. Menggunakan domain dan hosting sendiri berarti harus mengeluarkan biaya setiap tahun untuk memeliharanya. Apabila suatu saat terjadi ketidakmampuan keuangan atau saya sudah tidak ada lagi di masa depan, blog yang berisikan catatan pemikiran tersebut akan terancam hilang karena biaya langganannya tidak diperbarui. Lagipula dengan biaya yang tidak murah-murah amat tersebut saya hanya mendapatkan space 100MB saja, sementara dengan blog gratisan saya mendapatkan space 3GB dengan gratis. Kalau kuota tersebut penuh, dengan mudah saya membuat lagi yang gratisan bukan?! πŸ˜€

Maka terus terang, saya sedang memikirkan untuk menulis lagi di blog gratisan. Sedangkan domain dan hosting yang sudah terlanjur saya beli akan saya simpan baik-baik untuk suatu saat saya mengembangkan usaha dan memerlukan situs untuk usaha tersebut.

Anda punya pendapat atau saran? Ditunggu ya. Saat ini saya butuh pencerahan dari Anda πŸ˜€

By the way, selamat datang di blog yang baru dibuat ini. Blog berbayar saya dapat dilihat di sini.

===

Sumber gambar: enetshopping.com, cartoonstock.com

Advertisements

2 thoughts on “Berbayar Atau Gratisan?

  1. terus terang saya pun berpikir seperti ini, 2 blog berbayar saya harus di parking orang ketika saya tak bisa perpanjang sewa karena ada dihutan dan anggaran rek yg online kosong, sehingga akhirnya dibeli orang padahal udah di kelola SEO yg bagus… dan keputusan akhirnya, gratisan yang dikelola dengan baik ternyata tetep gagah. bahkan banyak yang menghasilkan ribuan dolar justru dari blog gratisan … ^_^ bgitu curhat colongan dr saya mas brad πŸ˜€

    Like

    1. wekekek, thanks atas sumbang pemikirannya. Selamat pula Anda telah mendapat predikat PERTAMAX di blog ini, bukan sekedar Pertamax di postingan. πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s