Menulislah!

Dari perbincangan ringan dengan seorang kawan sekitar seminggu yang lalu, terungkap cerita bahwa ia sedang malas, atau terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga jarang menulis di blognya. Kesulitan mengatur waktu antara pekerjaan dan segenap prioritas lain membuatnya melemparkan aktivitas ngeblog ke urutan terakhir. Hingga suatu ketika ia akhirnya mengunjungi blognya sendiri, ia tersadar bahwa ia kehilangan catatan perjalanan hidupnya.

Saya pada waktu itu ingin menyanggah ceritanya dengan argumentasi bahwa kesibukan kerja atau kondisi fisik yang sedang lelah seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kita dalam mencatat apa-apa saja yang kita alami dan pikirkan sehari-hari; bahwa ide tulisan itu bisa didapatkan dari mana saja, pun ketika sedang tidak ada ide di mana ‘ketiadaan’ itu dapat menjadi bahan tulisan tersendiri. Namun saya beruntung karena tidak jadi menyemburkan argumentasi itu, karena beberapa hari terakhir ini saya pun terjebak dalam kondisi yang mirip.

Seminggu terakhir ini bisa dibilang merupakan minggu yang sibuk bagi para blogger di Indonesia; saya sendiri bahkan merasakan kesibukan itu sejak Jumat 2 pekan lalu. Dimulai dari menghadiri acara ulang tahun Risa Amrikasari, acara Sumpah Pemuda XL, FreSh! Fallen Dotcoms, Muktamar Blogger BHI, sampai puncaknya pada Pesta Blogger+ 2010. Sebenarnya masih ada acara lain yaitu perayaan Hari Blogger Nasional, namun saya menolak hadir dengan alasan macet. πŸ˜€ Rangkaian acara yang semuanya diadakan di dalam kota Jakarta ini sedikit-banyak menguras energi saya yang sudah lama tidak beraktivitas di Jakarta. Saya merasa bahwa kemacetan semakin parah tidak terkendali dan waktu saya terbuang percuma hanya untuk menggerutu di jalan. Waktu yang habis untuk commute ini membuat kondisi badan saya menurun. Namun di sela-sela waktu senggang pun saya tetap harus memikirkan persiapan Komunitas Blogger Depok yang berencana tampil dengan stand dan Kopdar Rujakannya di ajang #pb2010. Meski saya masih tetap mengisi blog dengan beberapa tulisan, terasa sekali semangatnya menurun.

Saya pernah menonton sebuah tayangan berita kriminal yang menayangkan adegan hipnotis di sebuah toko swalayan di Lampung. Segerombolan warga asing memasuki toko tersebut dan mengeluarkan serangkaian instruksi kepada para penjaga toko. Instruksi yang berbeda-beda tersebut dilancarkan dengan cepat sehingga membuat para penjaga toko bingung dan membuka celah untuk dihipnotis. Hal ini juga diamini oleh teman baik saya Kirdi Putra (pakar hypnotherapy) yang memaparkan bahwa jika kita diberikan informasi berbeda-beda secara cepat dan beruntun, maka yang terjadi adalah pikiran kita akan blank dan lambat atau bahkan gagal berfungsi akibat terlalu banyak input yang masuk. Belakangan saya menyadari bahwa sepertinya hal ini sedang terjadi pada saya. Memang saya tidak sampai seperti kena hipnotis, akan tetapi arus informasi yang masuk ke otak saya bertubi-tubi membuat pikiran saya terlalu penuh dan sulit untuk mengolah informasi itu satu per satu. Ditambah lagi dengan kelemahan natural saya dalam multi-tasking membuat pikiran dan badan saya menjadi lelah, dan maunya dibawa tidur saja. 😦 Sekarang setelah keriuhan perayaan blogger dan social media berakhir, tinggal saya yang merasa mempunyai “hutang postingan” event-event tersebut dan nampaknya terlalu berat untuk dituliskan semua.

Hmm, sepertinya saya terlalu agresif akhir-akhir ini. Agresif dalam pengertian terlalu bernafsu menghadiri banyak acara sehingga melupakan bahwa otak dan badan saya mempunyai kapasitas kerjanya juga. Meski bersosialisasi dan bertukar pikiran di ajang kopdar itu penting, hakekat seorang blogger pada mulanya adalah membaca, mengamati, dan menulis. Ini adalah pekerjaan perorangan, tidak melibatkan blogger-blogger daerah, bahkan komunitas tempat kita bersandar pun tidak. Hakekat seorang blogger adalah menulis dan berbagi melalui tulisannya. “Apa yang mesti saya tulis?” begitu pertanyaan seorang teman yang saya temui di PB2010 kemarin yang kebetulan bukan blogger. “Apa saja sesuai minat dan pemikiranmu,” jawab saya. Bahkan ketiadaan ide pun bisa menjadi bahan tulisan.

Pesta sudah usai. Panggung sudah gelap, meja-kursi sudah terlipat. Orang-orang yang berpesta sudah menaiki mobil, motor, bis, kereta api, kapal laut dan pesawat terbang untuk pulang. Sekarang waktunya kita duduk dan merenung, lalu menulis. Hari ini adalah hari yang tepat untuk memulai kontemplasi tersebut; hari peringatan kelahiran saya bertahun-tahun yang lalu dari rahim Mama, adalah hari yang tepat untuk mulai berjalan lagi. Berjalan dalam hal membaca, menulis, melihat, mendengar, berbicara, dan hidup. Praise the Lord for He is good!

“Menulislah dari hatimu, sesederhana apapun bentuk dan isinya, ia akan sampai pada hati pembacamu.” – Dodi Mulyana.

===

Image source: Corbis Images

Advertisements

30 thoughts on “Menulislah!

  1. pengennya sih mmg sering update blog, om Brad.
    cuma alasan saya bukan krn males, tp spt status twitter saya bbrp waktu lalu “ngga ada yg dikerjain, ngga ada bahan yg diposting, banyak yg dikerjain, ngga sempet nulis posting #curhatblog”

    Like

  2. Salut gw sama spirit elu selama bareng-bareng di deBlogger.. Inspiratif!

    Selamat hari lahir, opa. Selamat berkontemplasi di hari ini.. Rehat dan kontemplasi memang salah satu obat yang ampuh untuk menimbulkan antusiasme hidup kita.

    Have a very blast birthday yo!

    Like

  3. Pertama
    Hepi bitrhday ya bro. Pasti ini hari yang paling istimewa ya, moga makin sukses dan tetap aktif dan inspiratif

    Kedua
    Terlalu banyak yang ingin idsampaikan memang seringkali menjadikan kita malah bingung untuk menuliskannya. Sepakat banget dah πŸ˜€

    Ketiga
    Wah quote nya dari om Dodi toh, artinya sindiran banget nih hehehe

    Terakhir, cuma bisa bilang : tetap semangat!!!

    Like

  4. sebelumnya, selamat ulang tahun opa brad..
    tetep menulis dan tetep semangat, tidak hanya blog namun dapat menulis di media yang lainnya, yang penting tetep menulis…
    @dhodie: your keyword it’s nice

    Like

  5. Opa Brad, Selamat Ulang Tahun ya…
    Semoga Panjang Umur, Semoga sehat selalu dan sukses menyertaimu *duh bahasanya baku bener yak*

    akhirnya saya bisa ketemu tatap muka dengan opa brad, setelah sekian lama gabung di deBlogger… ehhehehehhe

    Tetap Semangayt ya Opa…

    Cheers ^_^

    Like

  6. 1. Quote nya menarik πŸ˜€

    2. begitulah, terkadang hasrat menulis yang menggebu tidak didukung oleh kemauan yang keras.

    eniwe, kenapa semua manggil OPA yah? ato emang udah opa2? πŸ˜›

    Like

  7. untuk menularkan semangat menulis, akupun menulis dan melekatkan sebuah tagline di blogku “bacalah blogku, tetapi jangan lupa, update juga blogmu, teman!”

    Like

  8. aah update blog. saya selalu beralasan ‘hiatus dulu ah’ padahal ngga pernah ada yang bertanya kenapa blog saya tidak pernah diupdate :p hehe

    .. anyway, happy birthday yey πŸ˜€ *tepuktangan*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s