Hemat Air Bersih Mulai Dari Rumah Sendiri (Blog Action Day 2010)

Air bersih adalah hajat hidup setiap manusia di muka bumi dan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar-tawar lagi; entah ia hidup di tepi mata air, pulau terpencil, atau di gurun pasir. Meski tingkat kebutuhan setiap orang akan air itu sama, nyata persebaran air bersih yang dapat digunakan bagi kebutuhan dasar kita tidak merata. Alasan geografis menjadi salah satu kendalanya selain ketidakmampuan atau ketiadaan peralataan dan teknologi yang memadai untuk mencapai sumber-sumber air bersih tersebut. Berikut contoh ketiadaan sumber air bersih oleh karena hambatan geografis.

clipped from vibizdaily.com

Minggu, 18 Juli 2010 | 11:36 WIB

Tidak Ada Air Bersih, Warga NTT Minum Air Kali

(Vibizdaily-Nasional) Warga tiga desa di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terpaksa mengkonsumsi air kali, karena tidak ada jaringan air bersih yang masuk ke wilayah mereka.
Menurut Camat Kota Baru Gabriel Dala, tiga desa di kecamatannya yang belum menikmati fasilitas air bersih itu adalah Desa Tou, Tou Timur dan Desa Kota Baru.
“Kondisi yang dihadapi masyarakat tiga desa itu, boleh dikata sudah turun-temurun. Ada proyek air bersih yang masuk ke wilayah kami, namun sampai detik ini belum mendistribusikan air ke pemukiman penduduk,” katanya.
Untuk kebutuhan sehari-hari, ada warga yang mengandalkan air sumur, namun hampir sebagian besar warga tiga desa itu memanfaatkan air kali yang jaraknya sekitar satu kilometer dari pemukiman mereka.
blog it

Artikel di atas menggambarkan kondisi umum yang dihadapi oleh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tanah yang didominasi oleh bebatuan cadas akibat pengangkatan dasar laut di masa purba mengakibatkan air tanah tidak dapat menembus tanah terlalu dalam dan pohon-pohon tidak dapat tumbuh subur. Akibatnya warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih atau sekedar memanfaatkan air kali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini masih diperburuk oleh pencemaran air akibat pembuangan limbah masyarakat atau pabrik.

Menurut Status Lingkungan Hidup Indonesia 2009 yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup (klik link tersebut untuk mengunduh laporan selengkapnya), Indonesia memiliki sekitar 6% persediaan air dunia atau 21% persediaan air Asia-Pasifik, namun nyatanya kesulitan air selalu melanda berbagai daerah dari tahun ke tahun. Perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan yang tidak merata ini secara langsung berpengaruh pada kondisi sanitasi dan, pada akhirnya, kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya.

Tentunya pemerintah bersama masyarakat tidak tinggal diam menyaksikan permasalahan ini. Badan Geologi Kementerian ESDM, misalnya, telah membangun sekitar 138 sumur bor di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mampu menyuplai air bersih bagi 324,908 jiwa (baca beritanya di sini). Belum lagi usaha-usaha dari swasta lokal maupun bantuan asing yang terus berdatangan. Proyek bantuan air bersih ini diharapkan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat Indonesia, meski tampaknya membutuhkan usaha keras dalam jangka panjang mengingat luasnya wilayah dan populasi.

Namun tentunya usaha-usaha dari pemerintah dan swasta tersebut tidaklah cukup; terjaminnya kualitas dan ketersediaan air bersih menjadi tanggung jawab setiap orang yang menghuni bumi ini. Untuk itu, penghematan dan penggunaan air secara tepat guna dapat dimulai dari rumah sendiri. Berikut beberapa tips yang saya catat dan sebagian sudah saya lakukan.

1. Menggunakan segelas air saja saat menggosok gigi. Saya dulu pernah melihat iklan di televisi yang menyarankan kita berkumur sekali saja dengan menggosok gigi demi kesehatan gigi. Tanpa disadari kampanye tersebut membawa manfaat lain, yaitu meminimalisir penggunaan air saat menggosok gigi.

2. Menggunakan seember air pada saat mandi. OK, memang tidak cukup mandi hanya dengan seember. Tapi hasrat “jebar-jebur” dengan gayung akan dibatasi bila menggunakan ember. Total saya hanya menghabiskan 2 ember untuk mandi. Bersih gak?! Ya eyalaaah.

3. Memasukkan botol plastik yang diisi air ke dalam tangki WC. Ini trik yang baru pertama kali saya dengar nih. Gunanya adalah memaksimalkan tekanan pada saat menggunakan tangki dengan air yang lebih sedikit.

4. Mematikan keran air saat tidak diperlukan. Sepele, tapi buktinya kita sering lupa, kan?! πŸ˜€

5. Menghabiskan air minum di gelas dan di botol kemasan. Seringkali kita membuang sisa air minum di gelas atau di botol kemasan. Ini juga merupakan bentuk pemborosan.

Ya, itulah sedikit tips yang bisa saya bagikan. Segala usaha yang kita lakukan di rumah sepintas terlihat sepele dan berdampak kecil, namun jika dilakukan juga oleh tetangga kita, warga se-RT, se-RW, se-kelurahan, sekota, senegara, dan sedunia, akan berdampak besar bagi keberlangsungan penyediaan air yang berkualitas bagi penduduk bumi.

Tulisan ini saya buat atas inspirasi dari Blog Action Day 2010, sebuah gerakan tahunan menulis di blog pribadi bagi para blogger di seluruh dunia dengan tema lingkungan. Blog Action Day jatuh setiap tanggal 15 Oktober dan tahun ini mengambil tema Air. Gerakan yang dimulai oleh Collis & Cyan Ta’eed tahun 2007 dan tahun lalu telah mencapai ratusan ribu blogger yang tersebar di 152 negara. Blog Action Day berkomitmen untuk menciptakan diskusi global tentang lingkungan hidup setiap tanggal 15 Oktober sehingga memicu solusi lokal yang bermanfaat.

Selain gerakan menulis blog, Blog Action Day juga mengampanyekan petisi online yang ditujukan bagi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon yang berisikan dukungan bagi resolusi Millenium Development Goals 2015 poin ke-7, yakni mengurangi jumlah penduduk yang tidak memiliki akses air bersih dan sanitasi dasar sampai setengahnya. Kamu dapat turut berpartisipasi dalam petisi online ini dengan cara mengklik banner “Sign Petition” di samping kanan blog saya.

Terima kasih atas perhatian dan partisipasi rekan-rekan πŸ˜€

===

Sumber gambar: clipartof.com

Advertisements

38 thoughts on “Hemat Air Bersih Mulai Dari Rumah Sendiri (Blog Action Day 2010)

  1. Saya termasuk orang yang hemat air, kecuali saat mandi. Saya akui saat mandi saya sering berlebihan menghabiskan air. Hehe! Tapi ndak dengan membiarkan air mengucur terus dari keran sampai meluber.

    Semoga air bersih bisa dinikmati semua orang, biar hidupnya sehat dan segar.

    Like

  2. tips menghemat air bersih dari emak saya yang udah lama diaplikasikan.
    Air cucian pembilasan, jangan langsung dibuang, tapi dipake untuk nyiram jalan. apalagi kalo lagi panas2 musim kemarau.. rasanya rada adem…

    atau biasanya dipake untuk bersihin lantai kamar mandi, secara masih ada nuansa sabunnya kan tuh πŸ˜€

    Like

  3. semoga makin banyak blogger yang terlibat dalam “blog action day” makin kuat presser-nya sehingga bisa ikut memberikan “warning” kepada semua pihak yang langsung atau tak langsung terkait dengan masalah penyelamatan air bersih. salam ngeblog!

    Like

  4. Satu lagi Oom : harus berani negor orang yang pakai air gila-giloaan. Contoh sederhana saja, di kantor saya ada beberapa orang yang saya temui sedang gosok gigi di washtafel sambil keran terus menyala. Ada lagi, sedang cukuran atau sedang cuci muka, tapi air terus menyala dengan posisi max a.k.a air mengucur dengan sangat deras. kadang-kadang di urinoir pun air flush toilet terus mengucur tiada henti. Wih, pengen ngamuk kalau melihat orang-orang macam ini.

    “Maaf pak, kerannya dimatikan saja yach, sayang air”, tanpa menunggu jawabannya, saya segera mematikan keran dan tersenyum kepada orang tersebut lalu pergi dari tempat itu.

    Teknologi Desalinasi yang konon katanya masih mahal, kalau diproduksi masal, mungkin bisa turun juga harganya. Saya percaya, desalinasi menjadi satu satunya teknologi yang dapat diandalkan pada masa datang selama kerusakan lingkungan semakin meluas dan belum ditemukan teknologi lebih lanjut dalam hal penyediaan air bersih πŸ™‚

    Like

    1. Lomie saklek juga ya orangnya. hehehe.
      soal desalinasi memang sepertinya akan jadi opsi di masa depan kalau sumber air tanah tidak lagi bisa diandalkan. sayang sekali ya.

      Like

  5. saya suka tipsnya. sederhana tapi ngena sekali
    boleh kopas trus dipraktekin kan? πŸ˜€
    btw tentang blog action day itu saya baru tau loh (apa sudah tau tapi lupa ya?) lupa πŸ˜€

    nice sharing
    ^^

    Like

    1. hahaha. kopas boleh asal dicantumkan sumbernya dengan benar ya πŸ˜€

      saya juga sebenarnya baru tau soal Blog Action Day itu beberapa hari yang lalu. Dadakan juga ngikutnya.

      Like

    1. gak langsung sih bro. yang lo lakuin di bandung akan berdampak lokal di bandung juga. kalau ingin berbuat lebih yg bermanfaat langsung bagi masyarakat NTT, misalnya, kita mesti berbuat lebih dari sekedar menghemat air. kita bisa menyumbang bagi program penyediaan air bersih di NTT. itu salah satu contoh aja ya. thanks utk komentarnya πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s