RMS: Realita Atau Drama?

Beberapa hari terakhir ini kita kembali mendengar berita tentang sebuah organisasi yang mendukung kemerdekaan sebuah wilayah di Indonesia setelah lama gerakan ini tidak masuk ke dalam headline berita. Itulah Republik Maluku Selatan (RMS). Di tengah rencana kunjungan Presiden RI ke Belanda tanggal 5-9 Oktober, merebak kabar tentang sebuah perjuangan di pengadilan Den Haag, Belanda, yang menginginkan agar Presiden RI ditangkap ketika menjejakkan kakinya di Belanda. Cuplikan beritanya dapat dibaca di sini:

clipped from www.upi.com

Indonesian president cancels Dutch visit

JAKARTA, Oct. 6 (UPI) — The possibility of arrest in the Netherlands forced Indonesia’s president to cancel his state visit at the very last minute at Jakarta’s airport.

President Susilo Bambang Yudhoyono was reportedly aboard his plane when he made his decision. It would have been the first state visit to the Netherlands by an Indonesian president in almost 40 years.

The issue for the Indonesian president is the separatist group the Republic of South Moluccas, which has a base in the Netherlands. The group asked a Dutch court to order the arrest of the Yudhoyono in connection with alleged human rights violations between 1999 and 2002.

blog it

Siapakah sebenarnya RMS ini?

Sebagai seorang yang dibesarkan dan mengenyam pendidikan di masa Orde Baru, saya diajarkan di sekolah bahwa RMS adalah sebuah gerakan pemberontakan yang ingin merongrong kesatuan negara kita. Pelajaran sejarah yang saya terima di sekolah hanya mengajarkan secara ringkas peristiwa ini, yaitu berupa highlight waktu dan deskripsi kejadian tentang insiden pemberontakan, penangkapan tokoh-tokoh kunci, hingga hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Soumokil yang merupakan pimpinan RMS pada tahun 1950-an. Namun kemudian perhatian saya dengan cepat beralih ke persoalan lain; nama RMS terlupakan seiring masuknya saya ke mainstream masyarakat Indonesia modern dan tidak mementingkan lagi identitas kedaerahan (karena itulah muncul nama Ambon Kaart).

Sejak itu saya selalu mengira bahwa “RMS tidak ada lagi.” Pada waktu saya masih di bangku kuliah, saya mendengar perbincangan sepupu saya yang kebetulan sedang mencari pekerjaan dan tertarik akan lowongan menjadi PNS. Namun niat itu dengan cepat diprotes oleh saudara-saudara yang lain dengan alasan tidak baik menjadi pegawai pemerintah RI, lebih baik menjadi karyawan swasta saja. Sejak itu saya menduga bahwa meski RMS mungkin sudah tidak aktif, namun sentimen buruk sebagian warga Indonesia asal Maluku terhadap Pemerintah RI masih terpelihara. Kemudian pelan-pelan saya mendengar kabar dari saudara-saudara kami di Belanda bahwa gerakan RMS ternyata masih cukup aktif di pengasingan dan menjalankan organisasi pemerintahan layaknya sebuah negara; konon RMS menjalin hubungan diplomatik dengan beberapa negara dan memiliki kedutaan besar di 3 negara di Afrika (referensi tidak ditemukan). Akhirnya setelah saya iseng menelusuri sumber-sumber di perpustakaan kampus, saya membaca tentang gerakan RMS yang menyandera kereta api di Belanda tahun 1977 dan beberapa insiden lain. Organisasi yang menamakan diri RMS di Belanda tersebut terus menjalankan aktivitasnya yang sekarang ini dipimpin oleh seorang yang mengaku Presiden RMS, John Wattilete.

Namun tetap saja bagi saya itu adalah isu yang jauh di negeri seberang; kenyataan yang saya lihat adalah bahwa Maluku merupakan provinsi Indonesia dan merupakan bagian integral dari NKRI. Menilik perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, pertanyaan yang timbul pada diri saya justru: “Eh ini siapa ya? Kalian selama ini kemana aja?!” Saya sebagai keturunan Maluku di Indonesia tidak pernah merasa diayomi oleh RMS ini; dan saya yakin saudara-saudara saya warga asal Maluku di Belanda juga bertahan hidup dengan usaha mereka sendiri tanpa bantuan RMS yang bahkan tidak diakui oleh Belanda.

OK, terus terang saya sendiri sebenarnya memaksakan diri dalam menulis bagian tentang RMS ini oleh karena saya tidak pernah menaruh perhatian terhadap gerakan ini sebelumnya. Satu hal yang sudah jelas: mereka aktif di Belanda dengan jumlah yang tidak banyak dan sebagian besar sudah berusia lanjut. Fakta bahwa simpatisan RMS masih ada di Maluku memang harus diakui, namun belum tentu itu mencerminkan opini publik Maluku terhadap NKRI. Mari kita simak saja beberapa highlight terakhir tentang Provinsi Maluku

Memandang Maluku Dari Jauh

Maluku Investment Day

Event penting bagi perekonomian Maluku ini digagas oleh Bank Mandiri yang berinisiatif mempertemukan perusahaan-perusahaan besar dengan para pemangku pemerintahan di Maluku. Perhelatan ini telah berlangsung di Ambon pada tanggal 13 April 2010.

Garuda terbang lagi ke Ambon

Setelah lama tak menginjakkan kakinya di Ambon, akhirnya mulai 1 Juni 2010 maskapai Garuda Indonesia akan kembali mendarat di Ambon.

Sail Banda 2010

Inilah event nasional terbesar yang akan dilaksanakan di Maluku pada tahun ini. Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, kembali Indonesia menyelenggarakan event parade maritim dan wisata bahari dan Kepulauan Banda dengan taman lautnya yang eksotis menjadi pilihan. Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 16 April 2010 dengan acara Soft Launching di pelataran Gong Perdamaian Dunia Ambon, dan akan mencapai puncaknya pada 24 Juli hingga 17 Agustus 2010.

blog it

Catatan yang saya himpun di blog lama yang saya kutip kembali di atas mencerminkan bahwa Pemerintah RI telah melaksanakan pembangunan di Maluku sejak Indonesia merdeka dan bahwa unsur-unsur RMS tidak dilibatkan sama sekali dalam pembangunan ini; kalaupun ada eks-aktivis RMS yang berperan, mereka sudah menjalani proses rehabilitasi oleh pemerintah. Bahwa masih ada pelanggaran HAM di Maluku yang terjadi terutama sejak insiden tari Cakalele tahun 2007 mungkin saja benar (kebetulan saya tidak menemukan referensi lain selain klaim RMS tentang isu ini). Namun secara de facto dan de jure sudah jelas: Maluku adalah bagian dari NKRI dan tidak ada yang dapat menyangkal itu; integrasi wilayah Maluku ke pangkuan NKRI tidak bisa disetarakan dengan Timor Timur atau Papua yang bergabung ke NKRI setelah tahun 1960-an.

Saya sebagai orang keturunan Maluku dan Warga Negara Indonesia hanya bisa memandang persoalan ini dengan: LELAH. Republik Maluku Selatan, di mata saya, bukan lagi realita yang harus diperjuangkan dan telah menjadi euphoria masa lalu yang akan memudar seiring dengan pergantian generasi. Saya mengamati bahwa generasi muda Maluku di Belanda pun telah move on; masa depan mereka sudah terintegrasi dengan Belanda dan Uni Eropa, sama halnya dengan saya yang berderap bersama dengan Indonesia dan mendudukkan posisi saya di kawasan Asia Tenggara. RMS boleh saja berteriak-teriak ingin menangkap SBY (saya dulu tidak memilih SBY, namun simbolnya sebagai Kepala Negara tetap harus dihormati), namun teriakan itu akhirnya akan berlalu dengan angin.

Republik Maluku Selatan adalah masa lalu; Republik Indonesia adalah masa kini dan masa depan.

===

Gambar 1: Cempaka Belanda

Gambar 2: ternyata.info

Gambar 3: sekitarkita.com

Baca juga entri Wikipedia Indonesia tentang RMS di sini.

Ndoro Kakung memberikan ulasan menarik disertai catatan sejarah di sini.

Advertisements

50 thoughts on “RMS: Realita Atau Drama?

  1. (saya dulu tidak memilih SBY, namun simbolnya sebagai Kepala Negara tetap harus dihormati) *LIKE THIS*

    Kita hanya bisa menghujat dan menghujat tanpa memberikan solusi

    Like

    1. saya di sini sedang tidak menghujat lo mbak. hehehe. tapi memang bener sih, meski kita tidak setuju dengan kebijakan SBY, kita sebaiknya menahan diri utk tidak menghujat beliau.

      Like

  2. Realitanya memang masih ada minoritas yang mengatasnamakan RMS, tetapi saya sendiri yang bukan pemerhati sejarah merasa apa sih yang sudah diberikan RMS untuk bumi Maluku?

    Sudah sepantasnya sekarang Indonesia bersatu lagi.. saya rindu dengan Indonesia di masa kecil.. kita masih sedemikian bangga dengan tanah air kita *menulis ini dengan rasa haru hehe*

    Like

    1. bagaimana RMS bisa memberikan sesuatu bagi rakyat dan wilayahnya? Baru saja Negara Repbulik Maluku Selatan memproklamasikan dirinya sebagai suatu Negara yang BERDAULAT sudah dijajah kembali oleh RI!!

      Kita semua masyarakat MAUKU SELATAN mengakui bahwa RI telah terlibat dalam pembangungan di MAUKU, TETAPI KAMI RAKYAT MALUKU JUGA MENGAKUI BAHWA UANG2 TERSEBUT ITU HAK RAKYAT MAUKU!!

      Anda perlu mempelajari hasil laut di MAUKU, DIAKUI RI BAHWA HASIL LAUT MALUKU LEBIH BANYAK PENGHASILANNYA DARI TAMBANG EMAS DI TIMIKA!!! nah, sekarang pandanglah ke masyarakan PAPUA, sekian lama PERUT BUMI PAPUA DIRAMPOK OLEH RI SEMENTAR MASYRAKATNYA DICAMPAKKAN DALAM KEBODOHAN DAN PENINDASAN HAK ASAASI DAN MORALITAS MEREKA. SEMENTARA IRONISNYA RI TETAP MEMPERKAYA DIRINYA DI PULAU JAWA!!!

      Nasib yang sama juga di alami oleh MASYARAKAT MALUKU!!! DAN KAMI HARUS AKUI RI SAAT INI HANYA PENGELOLA KEKAYAAN MALUKU TETAPI BUKAN PEMILIKNYA, JADI PANTAS DONK KEKAYAAN KAMI DI MALUKU KAMI NIKMATI!!! YANG TIDAK PANTASNYA RI MENGAMBIL LEBIH BANYAK DAN MEMPERKAYA JAWA!!!

      “HENA MASA WAYA… LAWA MENA HAULALA… MENA MOERIA!!!”

      Like

  3. Mmm….sederhana saja : Pembangunan Maluku dan Wilayah Timur agar lebih disignifikankan saja dech. Dijamin, RMS, OPM, maupun organisasi-organisasi separatis akan bungkam πŸ™‚ Ayooo Pak, masih ada 3 tahun lagi!

    Like

  4. RMS..???..menurutku organisasi itu ga penting apalagi ditakuti….tapi dengan pembatalan kunjungan pak beye ini jadi kemenangan mutlak untuk mereka…dunia internasional yang tadinya ga tau siapa RMS jadi tau….bener2 publisitas gratis yang sangat menguntungkan mereka!!!

    Like

  5. mantap..!! saya setuju sekali dengan garis besar tulisan di atas..:-)

    nah, sekarang pihak pemerintah RI harus fokus untuk minimal meratakan pembangunan antara propinsi2 di pulau Jawa dengan di luar Jawa, khususnya di Indonesia Timur agar semua peluang untuk separatisme jadi tertutup.

    akuilah kalau sebagian besar keinginan untuk memisahkan diri itu lahir dari kenyataan bahwa mereka merasa punya potensi alam yang melimpah tapi kemudian diolah dan diangkut semena-mena ke pusat. wajar dong kalau akhirnya muncul keinginan untuk mengolah sendiri hasil bumi mereka lepas dari pemerintahan pusat.

    jadi, menurut saya yang bukan orang politik apalagi orang separatis πŸ˜€ adalah bahwa pemerintah memang harus fokus membenahi pembanguan di Indonesia biar sebagian besar rakyat senang dan tenteram jadi gak usah mikir buat misah2 segala..

    sekian dan terima kasih…

    halah…!! πŸ˜€

    Like

    1. Pemerataan pembangunan di negara besar seperti Indonesia dengan permasalahan yang kompleks ini seharusnya sudah bukan lagi prioritas kesekian. Ketika ketimpangan terlihat, maka orang2 yang sedang lapar akan mudah memberontak.

      Terima kasih sudah menyambung pemikiran saya πŸ˜€

      Like

  6. Dampak paling menyebalkan atas batalnya kedatangan SBY ke Belanda justru membuat RMS menjadi jauh lebih dikenal oleh masyarakat dunia. DOH *tepokjidat*

    Coba jika alasan ketidakhadiran SBY itu adalah karena bencana di Papua mungkin lebih baik ya….

    Like

    1. Waktu SBY membatalkan kunjungan ke Belanda, di Wasior belum terjadi bencana kalo gak salah ya. Tapi balik ke soal RMS, mereka sebenarnya udah dikenal masyarakat Belanda dari dulu; hanya saja dengan image jelek karena dulu pernah 2 kali membajak kereta api sehingga mengakibatkan penumpang tewas, lalu pendudukan Wisma Duta RI yang mengakibatkan 1 orang juga tewas, dsb. RMS sepertinya gak akan berhenti melakukan ‘stunt’ seperti ini, so baiknya dicuekin aja sih. Hehe

      Like

  7. “Suatu saat nanti awan gelap akan hilang dan muncul matahari kebenaran!” Itulah ungkapan Soumokil mantan Presiden RMS.

    Proklamasi 17 agustus 1945 Soekarno Presiden pertama Indonesia menyatakan negaranya adalah negara Republik Indonesia BUKAN RIS BUKAN JUGA NKRI. Lha, dari mana datangnya sebuah negara yang diakui kedaulatannya dgn nama RIS dan NKRI?

    RMS pun mengakui 17 agustus 1945 itu merupakan hari proklamasi berdirinya kedaulatan Negara Repulik Indonesia, tetapi BUKAN RIS dan BUKAN JUGA NKRI. Terbentuknya RIS dan NKRI merupakan ekspansi imperialisme dari Negara Repulik Indonesia yang mayoritasnya berpenduduk suku Jawa. dengan kata lain RIS dan NKRI merupakan ekspansi penjajahan kerajaan MATARAM dan MAJAPAHIT!

    Ketika Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi RI saat itu negara2 tetangga disekitar timur indonesia TIDAK TERMASUK RI (JUGA MALUKU SELATAN TIDAK TERMASUK DALAM PROKLAMASI RI 1945) . Proklamasi itu hanya terdiri dari wilayah Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Pulau Madura, Pulau Kalimantan,…

    Seluruh dunia mengakui RI sebagai suatu negara yang bedaulat penuh terhadap wilayah dan masyarakatnya, tetapi HANYA SEBATAS WILAYAH dan MASYARAKATNYA! MALUKU SELATAN BUKANLAH WILAYAH INDONESIA SEDARI DULU! PANTAS DONK, kami MASYARAKAT MALUKU MENETUKAN MASA DEPAN KAMI SENDIRI, TETAPI TERNYATA SAMPAI SAAT INI IMPEREALISME RI MASIH MENJAJAH HAK DAN MARTABAT BANGSA MALUKU SELATAN yang TELAH DIAKUI DUNIA KEMERDEKAANNYA SEBAGAI SUATU NEGARA YANG BERDAULAT SEJAK 25 APRIL 1950.

    Berdasarkan FAKTA SEJARAH tersebut, siapakah yang semestinya disebut separatis? siapakah yang pantas menemukan identitas dirinya sebagai imperialisme? Anda sendiri yang dapat menjawabnya?

    SELURUH MASYARAKAT MALUKU SUDAH MENGETAHUI FAKTA SEJARAH INI! Itu sebabnya alasan yang paling utama kenapa RI TIDAK BERANI BERDIALOG DENGAN RMS DI DAERAH MALUKU SELATAN MAUPUN YANG ADA DI TANAH RANTAU DI BELANDA MAUPUN SELURUH DUNIA, KARENA RI TAKUT BILA FAKTA SEJARAH INI DIBUKAKAN!!!

    BILA RI INGIN BELANDA AKUI PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 sebagai Proklamasi Kemerdekaan dan berdirinya Negara Republik Indonesia, maka RI JUGA HARUS JUJUR MENGAKUI PROKLAMASI 25 APRIL 1950 SEBAGAI PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN BERDIRINYA NEGARA REPUBLIK MALUKU SELATAN!!!

    “HENA MASA WAYA… LAWA MENA HAULALA… MENA MOERIA!!!”

    Like

    1. Terima kasih atas kunjungannya. Meski pandangan kita berbeda, saya wajib meloloskan komentar Anda sebagai tanda bahwa blogger Indonesia menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.

      Sekedar mengingatkan bahwa yang dimaksud dengan “Indonesia” oleh Sukarno adalah seluruh wilayah jajahan Hindia Belanda. Maluku pun demikian. RIS muncul karena hasil perjanjian KMB menuntut adanya demikian.

      By the way, kita bisa berpanjang lebar mendiskusikan ini jika ingin mempengaruhi satu sama lain, padahal sudah jelas posisi kita berbeda. Di mata saya yang adalah orang Maluku, wilayah tersebut adalah bagian dari Indonesia. Itu fakta yang sudah berlaku, dan selamanya akan tetap demikian πŸ˜€

      Like

  8. Terimakasih Indobrad. Kami sangat menghargai setiap mereka yang menghargai HAK ASASI MANUSIA. Dan saudara PANTAS DIHARGAI, walaupun ada perbedaan pendapat diantara kita.

    Jangan lupa bung, RIS terbentuk pada tanggal 15 Agustus 1950. Pertanyaannya siapakah yang membentuk RIS? Apakah MALUKU SELATAN juga ada di dalam kesepakatan membentuk RIS? Dari mana asalnya RIS?

    Pernyataan teks proklamai yang dibacakan oleh Presiden Soekarno, menyatakan bentuk negara dalam wilayah dan masyarakat Indonesia yang dipimpinnya adalah REPUBLIK INDONESIA! Pada saat itu ada beberapa negara di bagian timur dari wilayah Indonesia yang berpusat pemerintahannya di Pulau MAKASAR. Negera2 tersebut TIDAK TERMASUK DALAM WILAYAH DAN MASYARAKAT DARI REPBULIK INDONESIA!!! Kenapa saya katakan demikian karena kepemimpinan dan pusat pemerintahan negara2 di bagian timur Indonesia TIDAK DI PULAU JAWA TETAPI DI PULAU MAKASAR.

    Setelah Proklamai 17 agtustus 1945 dinyatakan oleh Presiden Soekarno, barulah RI ekspansi daerah penjajahannya ke bagian timur dari Negara RI, yaitu MAKASAR, MANADO, MALUKU SELATAN,… Bergabungnya Negara RI menjadi bagian dengan negara2 di timur RI, telah di ketahui oleh PARA PEMIMPIN MALUKU SELATAN. Itu sebabnya MALUKU SELATAN SEGERA MENGUNDURKAN DIRI DARI negara2 yang ada disekitar timur RI yang pusat pemerintahannya saat itu di MAKASAR.

    PERLU DICERMATI, bahwa PENGUNDURUAN MALUKU SELATAN TERSEBUT DILAKUKAN SEBELUM TERBENTUK RIS!!! Pengunduran dari pemerintahan yang berpusat di MAKASAR tersebut terjadi karena MALUKU SELATAN SUDAH MENGETAHUI BAHWA Negera RI AKAN MENJAJAH DAN BERUSAHA MENGUASAI NEGERA2 DI BAGIAN TIMUR Negera RI.

    Itulah sebabnya SEBELUM TERBENTUKNYA RIS dalam hasil kesepakatan yang memutuskan untuk Presiden Soekarno menjadi Presiden RIS pada 15 Agustus 1950, maka MASYARAKAT MALUKU SELATAN TELAH MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAANNYA LEBIH DULU PADA TANGGAL 25 APRIL 1950, dalam bentuk pemerintahan REPUBLIK MALUKU SELATAN!!! YANG LEBIH SADISNYA MANTAN PRESIDEN MAUKU SELATAN DR. SOUMOKIL DITEMBAK OLEH TENTARA INDONESIA DAN TIDAK DIKEMBUMIKAN SELAYAKNYA. SOUMOKIL DITEMBAK DENGAN CARA DIIKAT MATANYA DAN TEGANTUNG DIATAS SEBUAH TIANG KAYU!!! ITULAH SEBABNYA MASYARAKAT MALUKU SELATAN DISELURUH DUNIA MEMPERCAYAKAN PRESIDEN RMS SAAT INI YAIITU JOHN WATILETE UNTUK MENDESAK Presiden RI Boediyono untuk menunjukkan tempat kuburannya Presiden RMS Soumokil setelah DIEKSEKUSI OLEH tentara Indonesia DENGAN CARA TIDAK BERMORALITAS KEMANUSIAAN!!!

    Bila Presiden Soekarno ingin menguasai seluruh JAJAHAN HINDIA BELANDA SEPERTI YANG BUNG MAKSUDKAN UNTUK MENJADI WILAYAH RI, MAKA BAGI KAMI MASYARAKAT MALUKU SELATAN MEMAHAMI HAL TERSBUT SEBAGAI BENTUK IMPERIALISME YANG BARU SETELAH BELANDA UNTUK MENGUASAI DAN MENJAJAH MASYARAKAT DAN WILAYAH MALUKU SELATAN YAITU NEGARA RI, YANG DIDOMINASI OLEH SUKU JAWA!!!

    Presiden Soekarno boleh2 saja memiliki wacana seperti itu, tetapi wacana tersebut sangatlah subyektif dan TIDAK DIAKUI DUNIA!!! SAMPAI SAAT INI UTUSAN RMS ADA DI PBB DAN DIAKUI DUNIA, DEMIKIAN JUGA SUDAH ADA BEBERAPA NEGARA YANG MENGIJINKAN RMS UNTUK BERBASIS DINEGARA MEREKA SEBAGAI UTUSAN PEMERINTAHAN RMS, DUBES RMS. RMS JUGA DIAKUI SEBUAH NEGARA KARENA MEMILIKI MASYARAKATNYA, WILAYAHNYA, PEMERINTAHANNYA, MEMILIKI BENDERANYA, MATA UANGNYA, DAN TERLEBIH PENTING LAGI MEMILIKI TEKS PROKLAMASI RMS.

    Semua fakta sejarah ini, telah diungkapkan salah satu pejuan RMS yang berdomisili di Pulau AMBON, RMS, yaitu dr. Alex Manuputty. Pembelaannya di pengadilan RI beberapa kali dengan memaparkan fakta sejarah dan kedaulatan RMS yang telah diakui dunia, membuat pengadilan RI TIDAK SANGGUP UNTUK MENAHAN DR. ALEX MANUPUTTY. Akhirnya dr. Alex Manuputty harus diamankan oleh Amerika untuk tinggal di sana sampai saat ini!!!

    Ada pepatah orang tua mengatakan, “APA YANG ENGKAU TABUR, ITU JUGA YANG ENGKAU TUAI!!!” Tidak mungkin RI menabur benih buah duren di tanah wialah RMS, dan akan menuai buah manggis yang manis pujian!! Pasti RI tetap akan menuai buah duren yang kalo disimpan di mana saja TETAP BAUNYA YANG NDA ENAK AKAN TERCIUM JUGA!!!

    GONG PERDAMAIAN TELAH DIIJINKAN PRESIDEN RI UNTUK DILETAKKAN DI WILAYAH RMS, YAITU PULAU AMBON. ITU BERARTI SELURUH PANDANGAN DUNIA AKAN MEMANTAU GERAK-GERIK RI TERHADAP SELURUH MASYARAKAT MALUKU SELATAN!!! TIDAK HERAN SUDAH BEBERAPA MINGGU INI AUSTRALIA DATANG KE AMBON UNTUK INVESTIGASI DENSUS 88 YANG MENGANIAYA PARA PEJUANG RMS DALAM PENJARA, BAHKAN 1 DIANTARANYA DIANIAYA HINGGA SAKIT DAN DIBIARKAN MATI!!!

    PERJUANGAN MALUKU SELATAN BERBEDA DENGAN PERJUANGAN TIMOR LESTE, GAM DAN OPM. MALUKU SELATAN TELAH DIAKUI DUNIA SEBAGAI SUATU NEGARA YANG BERDAULAT PENUH UNTUK MENGATUR, MEMIMPIN DAN MENGELOLA WILAYAHNYA SENDIRI SEJAK 25 APRIL 1950. DAN PEMERINTAHANNYA MASIH ADA DAN DIAKUI DUNIA SAMPAI SAAT INI!!!

    KITA MASIH TETAP DAPAT BESAHABAT, WALAUPUN KITA BERBEDA WILAYAH DAN NEGARA.

    TRIMAKASIH UNTUK MEMUAT SUARA HATI MASYARAKAT MAUKU SELATAN DI BLOG INI.

    “HENA MASA WAYA… LAWA MENA HAULALA… MENA MOERIA!”

    Like

    1. Dear Mena Moeria,

      Komentar Anda sempat masuk ke spam list karena Anda menaruh 2 link. Jadi mohon maaf meski komentar ini saya loloskan, terpaksa link-nya saya hapus.

      Kalau boleh sedikit saran, silahkan Anda membuat blog sendiri yang dapat memuat seluruh argumentasi Anda beserta video atau file lain yang dirasa perlu. Dengan meninggalkan komentar di blog saya saja tanpa mencantumkan alamat blog, apalagi dengan bahasa yang keras (CAPSLOCK dan Tanda Seru!!! menandakan kerasnya bahasa Anda), Anda tidak akan menuai perhatian (apalagi pengertian) dari para blogger yang memiliki etika berinteraksi yang baku di dunia maya.

      Mengenai isi komentar Anda di atas, memang jelas bahwa meski kita sama-sama berdarah Maluku, pandangan politik kita berbeda. Saya memilih untuk tidak berkomentar atas tulisan Anda tersebut agar tidak menimbulkan debat kusir. Persoalan RMS memang bukan hal yang saya kaji sejak lama dan hanya sepintas saja menarik perhatian, jadi saya tidak mempunyai kompetensi untuk berargumentasi.

      Jadi kembali ke saran sebelumnya: silahkan membuat blog sendiri dan sampaikan pandangan Anda. Setelah Anda meninggalkan jejak lagi di tempat saya berupa URL blog tersebut, saya akan berkunjung.

      Terima kasih atas sambutan persahabatan Anda kepada Warga Negara Indonesia seperti saya.

      Salam hangat,
      indobrad

      Like

  9. aku jadi teringat tentang seorang sahabatku yg bernama Sali Pelu. Dulu, tahun 1991-1993 kami selalu bersama di rumah kos. ia sering menyuarakan RMS, karena hanya mengetahuinya dari saudaranya yg tinggal di belanda. Tetapi pada akhirnya ia menyadari bahwa peran RMS sama sekali tak ada bagi rakyat di Maluku. kerabatnya di Maluku bahkan tak kenal dengan RMS. Akhirnya rasa penasarannya thd RMS pupus begitu saja. Kini ia “mungkin” menetap di Papua menjadi pekerja media. semoga Tuhan memberkatimu, Pelu!

    Like

  10. waduhh pembahasan yang berat banget om,,tapi nice artikel banget om brad..Saya tidak terlalu inget dan hapal dengan sejarah. tetapi dengan adanya artikel dan komentar – komentar ini membuat saya jadi sedikit mengerti apa itu RMS….Thanks 4 share om

    Like

      1. Kalian semua yg masih berdarah Alifuru-Maluku, suka maupun tidak , harus mendukung perjuangan pengambilan KEDAULATAN dari tangan penjajah modern Indonesia itu sendiri. Sampai titik darah penghabisan, beta yakin , bangsa Maluku pasti dan tetap bertahan, Mena Muria.

        Like

        1. hi kalian yg berdarah Maluku di manapun berada,

          Maluku adalah suku bangsa yang bertalian darah dengan suku-suku lain yang membentuk gugusan kepulauan nusantara. Itu pun fakta yang sudah ada jauh sebelum kaum penjajah Eropa datang. Janganlah Anda terlena dengan janji-janji bangsa Eropa yang menjanjikan kemakmuran, karena itu semua hanyalah harapan palsu belaka. Maluku sekarang adalah bagian dari Indonesia, dan itu yang terbaik. Beta pun yakin itu. Sampai selama-selamanya tidak akan berubah.

          Jabat erat.

          Like

  11. Makanya, generasi muda Maluku…..HARUS rajin dan mencintai sejarah sendiri dengan membaca dengan penuh hikmat dan akal budi yg benar agar setiap apa yg dibaca itu bisa meresap sampai ke tulang sumsum basudara Maluku secara khususnya . Sejarah Republik Maluku Selatan ( RMS ) itu sengaja dikaburkan , agar generasi2 berikutnya tdk akan terpikirkan lagi utk diperjuangkan. Inilah salah satu kekuatan yg menjajah Bangsa Maluku sampai saat ini, ialah Indo-Nazis….atau Indonesia. Satu saat nanti , pasti Maluku for Maluku , percayalah….Jangan lagi kita kelip mata kita, hal2 kebenaran pasti menang dari segala-galanya……Mena Muria.

    Like

  12. Bung indobarat, saya sangat terpesona dengang apa yg sodara pertahankan, pertahankanlah itu sampai mati, & jadilah warga negara NKRI yg setia jangan pernah tuk mengeluh nikmati aja pemberian dari pemerintah NKRI oke, boleh kah saya tau siapa nm adan dan marga anda?

    Like

  13. ÏNDO NESIA NEGARA ILEGAL

    Memperhatikan makna Indo Nesia secara sejarah maupun hukum dan fakta ekologi, maka tiada satupun tempat diatas muka bumi ini, yang pernah diciptakan bernama Indo Nesia. Untuk itu, perlulah adanya penelitian sejarah yang pasti.

    28 oktober 1928 di Jogjakarta itulah, awal mulanya terbentuknya Indo Nesia. Betapapun dihiasi dengan berbagai kegiatan sini sana seakan membenarkan nama dimaksud, namun, kenyataannya ialah, 28 oktober adalah awal terbentuknya Indo Nesia.

    1. Untuk menemukan nama dan arti sesungguhnya dari nama ini, maka terdahulu kita perlu tau bahwa, asal mulanya dan makna sesungguhnya dari nama ini, serta penemuannya, adalah perlu diteliti.
    2. tex Proklamasi Indo Nesia yang dikumandangkan oleh Soekarno Hata pada tanggal 17 augustus 1945 di Jakarta itu, tidaklah bermakan negara dan tak ada tujuannya.
    3. Likwidasi Soekarno tertanggal 15 februari 1950 terhadap Negara Federasi Republik Indonesia adalah pula perlu menjadi perhatian para cendikiawan untuk tidak sebodoh itu berbicara diluar jangkauan ilmuan.
    4. Segala bentuk hukum dan sejarah yang di Indo Nesiakan itu, benar benar adalah penuh kepalsuan dan abrakadabra jua adanya.
    5. Republik Maluku Selatan (RMS) tidak bisa termasuk dalam negara yang berstatus ilegal bersama pemerintahannya yang berstatus kriminal international.
    Presient Indo Nesia Kriminal dan Ilega

    Dengan menggunakan KUHAP RI dan UUD 1945 serta Pancasilanya sesuai dengan dekritnya Soekarno tertanggal 5 juli 1959 di Jakarta, maka status negara ini, benar benar adalah ilegal dan pemerintahnya adalah kriminal international.

    RMS tidak mempunyai hubungan yang bagaimanapun dengan Indo Nesia buatan Soekarbo melalui likwidasinya tertanggal 15 februari 1950 itu. Kalau RMS terlibat dalam konsep Soekarno itu, maka dengan sendirinya, RMS berstatus ilegal. Oke, harap dijabarkan.

    Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami “Mena Muria” Tuhan memberkati bangsaku Maluku. l

    Like

    1. Anda sepertinya juga perlu meneliti sejarah dengan lebih pasti.

      1. 28 Oktober 1928 adalah tanggal pengucapan Sumpah Pemuda di Jakarta, bukan di Yogyakarta. Para pemuda telah menyatakan kesepakatannya (termasuk pemuda Maluku) untuk bersatu di bawah satu tumpah darah, Indonesia.
      2. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 bermakna Indonesia secara negara.
      4. Nama “Indonesia” sudah ada sejak 1850 yang pertama kali dicetuskan oleh George Samuel Windsor Earl
      5. Pada awal kemerdekaan, Soekarno dengan jelas menetapkan bahwa wilayah NKRI adalah semua wilayah yang menjadi jajahan Belanda. Ini berarti termasuk Maluku dan Papua.

      Dari Jakarta, terimalah juga salam kebangsaan saya. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Oke, harap dijabarkan.

      Like

  14. Kelihatannya, anda mulai mengerti sejarah. Namun, anda tidak bisa jujur dalam membicarakan sejarah secara transparan. Siapakah sesungguhnya, pemuda Ambon dikala itu? Dan atas perintah siapakah, pemuda Ambon itu ke Jakarta? Nah, inilah kehilapan dan kejahatanya bersejarah.

    “No. 5. Menurut anda” Tatkala tahun 1946, semua Daerah jajahan belanda,
    mulai membuat rumusan rumusan pasti sehubungan dengan ketentuan perundang undangan Hindia Belanda yang dikenal dengan sebutan Indische Staadblad. Indonesia tidak memiliki haukum dan perundang undangan berupa apapun. Cobalah anda membuktikannya.

    Maluku Selatan dengan Dewannya berdasarkan Indische staadblad no. 86 tahun 1946, merumnuskan kedudukan daerahnya sebagai sebuah territorial integritas yang berhak memiliki kedaulatannya, tidak ada hubungannya dengan Indo Nesia Soekarno.

    Sejak tahun 1946 sampai dengan tahun 1949, tidak ada dan tak pernah ada daerah jajahan Belanda, yang pernah termuat dalam ketentuan hukum Indonesia dengan prokanlamasinya tertanggal 17 augustus 1945.

    Terlebih lagi pada tanggal 5 juli 1950. Kalau diawal tahun 1945 ada terdapat suatu persetujuan bernegara dengan Indonesia, maka mungkinkah, akan ada suatu fakta hukum yang menjamin seperti REFERENDUM. Tapi ternyata, semua itu hanyalah sebuah mitos kejawaan yang melancang palsu.

    Indo Nesia buatan Soekarno telah terhapus segala kepunyaannya yang menjamin, bila dipastikan dengan KMB 1949. Untuk itu, betapapun anda mencoba membenarkan Sumpah pemuda Jawa di Batavia itu, tapi semua itu hanyalah sebuah mitos wayang yang memalsukan.

    Kebenaran menuntut adanya suatu keterbukaan yang pasti oleh pemerintah Indo nesia itu. Tanpa adanya kebenaran sehubungan dengan Indo nesia itu, maka bukan saja Gunung Merapi di Jawa Tengah, tapi Bina Grahapun akan hancur berkeping keping dalam amukan hukum alam. terimakasih dan terimalah salam kebangsaan Kami “Mena Muria” Dari BPPKRMS dan Tuhan memberkati bangsaku Maluku.,

    Like

    1. Tentu Jong Ambon datang dengan kesadaran sendiri. Mereka tidak diperintah oleh siapapun. Harap diingat: Indonesia sebagai nation state belum berdiri pada tahun 1928 itu.
      Saya memang bukan ahli sejarah yang berkompetensi membuktikan dokumen-dokumen yang Anda maksud. Yang saya tahu: Maluku telah menjadi bagian integral secara de facto dan de jure sampai sekarang. Pembangunan telah berjalan di Maluku. Mau sekeras apapun simpatisan RMS berteriak, gemanya akan berkurang seiring berlalunya generasi tua karena sepanjang zaman kemerdekaan sampai sekarang, RMS tidak berkontribusi apapun terhadap pembangunan daerah.

      Republik Indonesia adalah masa kini dan masa depan. Nothing you change about that. Case closed πŸ˜€

      Like

  15. RMS adalah generasi KNIL yg bertuankan Belanda. Jadi RMS itu bukan masyarakat Maluku. Jaman penjajahan belanda Rakyat Maluku disiksa dan dijajah Belanda,tapi basudara asli Maluku yg jadi KNIL tak merasakanya,KNIL dong berpesta dan foya foya diatas penderitaan basudara lainya. Sejak Jaman Belanda menjajah KNIL dong yg jadi anjing for gigit spaudaranya sendiri. Jadi Sakyat Maluku membenci KNIL dan RMS. Maluku dan rakyatnya serta Kapitan dan UPu Latu semua bagian dari NKRI. Biar katong makan sagu salempeng tapi tetap NKRI. Rms dong dulu kenyang KEJU deng roti skrg dong dapat makan sagu KaGET.

    Like

    1. Warning untuk Ocep. Meski komentar Anda saya loloskan, URL blog saya yang Anda cantumkan sebagai link saudara saya hapus. Harap perhatikan etika dalam meninggalkan komentar lain kali. Terima kasih.

      Like

  16. makan elo punya Ambon kart itu,,,,,!!!bukannya kamu mensuport identitas bangsamu (Alifuru) bahkan kamu sebaliknya memberi dukungan buat NKRI….!!!! bangsamu butuh dukungan dari kamu dan saudara-saudaramu,,,,!!!

    Like

  17. Semakin terkuak semuanya… Saya sebagai orang Maluku kelahiran Indonesia yang mencintai negara ini dan menikmati serta ikut memakmurkan bangsa ini menjadi mulai luntur. Sejarah yang saya pelajari membohongi saya. Kerasnya angin perubahan ke arah sharia oleh orang2 yang secara legal masuk di DPR dan membentuk partai yang ingin mengganti dasar negara serta ingin mengembalikan tujuh kata ke dalam piagam jakarta “Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluknya”.

    Saya melihat perampokan kedaulatan Maluku Selatan dan Bali serta Papua. Adanya perjanjian tukar guling antara Amerika dengan Freeport untuk Maluku dengan Lautnya. Adanya Importansi ala transmigrasi untuk menguasai suara di Maluku dan Papua. Bugis ke Ambon. Jawa ke Papua dan Sulawesi Utara/tengah. Madura ke Kalimantan.

    Sedih saya.. imajinasi saya tentang negara saya ternyata tidak lebih dari perampok dan penghianat. Kita menjual kebebasan kita kepada budaya arab dan pasungan agama. Indonesia sudah hancur…hancur… semua korupsi ..semua sok agamis..msemua sok pintar…. maling .. suka download atau pake produk bajakan… Produk cina dibiarin masuk dan membunuh industri dalam negeri… semua sudah rakus uang… tokoh agaman sudah gila harta dan wanita…. agama hanya kedok kekuasaan … terorisme hanya dalih untuk pengalihan isu…

    sampai kebo turun dan masyarakat berani tampar imam mesjid yang serukan kekerasan dan penggantian dasar negara … maka negara ini gak akan pernah maju….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s