‘V’ for …?

Hari ini saya sedang berselancar di internet seperti biasa. Saya biasanya membuka website Mbah Gugel dan memasukkan beragam keyword ke dalam mesin pencari tersebut guna menemukan informasi tentang apa saja. Yang saya suka dari Gugel adalah ketika saya sedang mengetik sebuah kata di search bar, segera akan muncul dropdown yang memberi saran hasil pencarian dari kata tersebut sebelum saya menekan tombol ‘Enter’. Dropdown tersebut mencerminkan pencarian-pencarian terpopuler yang menggunakan kata yang sedang saya ketik tersebut. Nah, hari ini secara tidak sengaja saya mengetikkan huruf ‘V’ ke search bar mesin pencari tersebut. Dan coba saksikan apa yang saya temukan:


Jujur saya sebenarnya tidak sengaja mengetikkan huruf ‘V’ tersebut ke dalam search bar dan saya cukup terkejut dengan saran pencarian yang keluar. Ini berarti para pencari yang mengetikkan kata ‘Video’ memang kebanyakan bertujuan mencari video tentang adegan mesum seorang vokalis band dengan beberapa selebriti; dan saking tingginya angka pencarian, Gugel sampaikan menghubungkan huruf ‘V’ dengan pencarian video-video mesum tersebut.

Bagi saya ini berbahaya. Bayangkan saja apabila seorang anak sedang mencari informasi tentang karakter fiktif Vendetta, akan dengan mudah nyasar ke situs yang memuat video mesum tersebut hanya dengan cara mengetikkan huruf ‘V’. Anak yang tadinya tidak bermaksud mencari video mesum akan mudah terpapar. Atau misalnya seorang siswa SMA yang sedang mengerjakan tugas Biologi bertopik ‘Virus’ juga akan dengan mudah menemukan video-video ini.

Lain ceritanya dengan seorang dewasa yang bela-belain mencari dan mengunduh berbagai video porno dari siang hingga malam di warnet, dimana saya pernah membantu teman menjaga warnet tersebut. Meski saya duduk di meja operator, posisi layar monitor user tersebut cukup strategis untuk saya pantau. Gila, dari jam 2 siang sampai jam 9 malam kesibukannya hanya menonton video porno, dan genre tertentu pula. Saya yang cuma mengintip dari jauh aja pusing, apalagi yang menonton! Benar saja, ketika dia pamit pada jam 9 malam, mukanya terlihat kuyu. *Wakakakak, jadi curcol* Itu berarti orang tersebut memang sengaja, kan?! Mau bilang apa lagi.

Saya pikir tidak perlulah saya menjelaskan lagi bahaya konten pornografi bagi anak-anak di bawah umur. Saya hanya ingin men-sharing-kan apa yang menurut saya merupakan sebuah tindakan tidak sengaja yang dapat berujung pada terpaparnya konten pornografi bagi anak-anak yang belum mengerti. Lalu saya juga bukanlah pakar dalam bidang SEO atau mempunyai solusi untuk menghilangkan video-video tersebut dari daftar pencarian terpopuler sehingga resiko anak terpapar konten pornografi dapat diminimalisir.

Saya tidak menawarkan kesimpulan di akhir sharing saya hari ini. Saya ingin numpang bertanya saja: kira-kira mungkinkah daftar prioritas pencarian untuk huruf ‘V’ tersebut diganti dengan konten lain yang lebih aman?! Ditunggu sharing-nya juga ya 😀

Advertisements

38 thoughts on “‘V’ for …?

  1. iyah. bener banget, om.. tapi ya gak bisa di salahin si mbah google. dia memprovide list breakdown itu secara otomatis, dari keyword yang banyak di cari orang2..

    mari galakan internet sehat.. *kibar2 bendera*

    Like

  2. Oom…daftar ini bukannya bisa berubah-rubah yach? hihihi…kebetulan, orang-orang masih aja penasaran tuh sama V yang itu. coba donk dirimu bikin V yang dashyat yang bisa bikin semua orang menginginkannya. eh, ada nggak yach yang bisa bombastis dan semua orang menginginkannya tapi bukan hal-hal seperti ini? hmmmm…

    anyway, kenapa itu tuts “V” bisa kepencet yavh? wakakakakak

    Like

  3. Eh kenapa tertekan huruf “v” ya? *curiga mode*

    Mungkin benar kata Internet Sehat yang menyarankan kita untuk memborbardir dunia maya dengan tulisan2 postif dan baik. Secara langsung kita memang berperang “head to head” kepada para “mesumer” itu.

    Yah… minimal dimulai dari diri kita sendiri deh 😀

    Like

  4. Anak saya bercita2 jadi astronot, saat pertanyaan2nya tentang astronomi sudah sulit untuk dijawab, saya ajak googling.. dan ternyata saat huruf pertama diketikkan, muncullah yang kurang lebih sama dengan di atas..

    Like

  5. parah juga ya gan, kayaknya perlu diganti dech, ternyata si mba sort berdasarkan banyak yang dicari, ngeri-ngeri, semoga mba memfilter apa yang dimaksud dan semoga juga bangsa ini terhinda dari zinah mata, amin, salam kenal dari tetangga sebelah yang suka blogwalking, sudi mampir yo, masih newbie banget nich 😀

    Like

  6. setuju Oom..
    ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua sebagai pemakai internet untuk menggalakkan internet sehat..

    dan benar juga, Gugel gak bisa disalahkan..dia hanya mengindeks secara otomatis saja.

    btw, tulisannya mantaV oom..hihihihihi..

    Like

  7. ha ha ha, ada yang lebih parah, klo itu kan dipicu ente ngetik huruf “V”,
    klo di Bing sewaktu awal2 muncul dulu, selalu ada related search untuk Indonesia/daerah Indonesia…

    related search lebih parah dari sekedar diatas

    Like

  8. apa pun caranya buat bersihin keyword huruf ‘v’ kalo yang nyari konten begituan tetep banyak kan g ngefek mas, tul g, misalnya kita rame-rame kampanye SEO positif tentang apa lah yang mengandung huruf ‘V’, tapi yang nyari juga g banyak tentang topik itu, y sama aja hasilnya, soalnya kan yang di index di situ kan yang banyak dicari orang

    Like

    1. hehehe, sepertinya memang butuh sesuatu yang bombatis lagi utk mengubah arah pencarian dari “V” itu ya. Biarin lah. Semoga para orang tua semakin awas dalam membina anak2nya. Makasih ya 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s